SUPREMASI.id – Medan | Antusiasme ribuan suporter menyaksikan PSMS Medan di Stadion Utama Sumatera Utara justru diwarnai persoalan tiket. Sistem baru yang diterapkan pada laga kandang Ayam Kinantan menuai keluhan setelah suporter kesulitan mengakses dan menukarkan tiket hingga terjadi antrean panjang serta desak-desakan di luar stadion.
Bukan hanya komunitas fanbase, masyarakat umum yang ingin memberikan dukungan langsung kepada PSMS juga ikut terdampak. Proses akses masuk yang tidak berjalan mulus membuat penumpukan suporter terjadi di sejumlah titik sebelum pertandingan.
Ketua Umum SMeCK HOOLIGAN, Lawren Christopher Simorangkir, menilai persoalan tersebut harus menjadi perhatian serius manajemen. Menurutnya, tingginya antusiasme suporter seharusnya tidak justru berakhir dengan kesulitan mendapatkan akses ke stadion.
“Masalah akses ini membuat ramainya antrean yang desak-desakan terjadi di area luar stadion. Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Semoga manajemen melihat bagaimana antusias suporter dalam mendukung tim PSMS Medan, dan ini harus menjadi perhatian serius agar tidak terulang kembali,” ujar Lawren, Senin (21/9).
Sorotan tersebut langsung mendapat respons Presiden Klub PSMS Medan, Fendi Jonathan. Ia secara terbuka mengakui bahwa penerapan sistem tiket online kali ini menghadapi kendala.PSMS menggunakan vendor baru, Sobat Liga, untuk sistem tiket pertandingan.
Menurut Fendi, sistem yang masih baru tersebut membuat sejumlah pihak belum terbiasa dengan mekanisme yang diterapkan.
“Ini merupakan satu hal yang baru, kita menggunakan vendor Sobat Liga. Mungkin sistemnya baru, belum terbiasa. Tapi kami sudah evaluasi semalam dengan Sobat Liga dan Panpel,” kata Fendi.
Fendi menegaskan, persoalan tiket tidak boleh sampai membuat masyarakat kesulitan menyaksikan PSMS. Evaluasi pun diarahkan untuk mencari solusi yang dapat memberikan akses lebih mudah sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan pertandingan.
“Bagaimanapun caranya, pertandingan PSMS ini harus bisa diakses oleh seluruh masyarakat Sumatera Utara, jangan dipersulit untuk prosesnya. Bukan mengiyakan semuanya, tetapi mencari win-win solution untuk masalah ini,” tegasnya.
Hasil evaluasi langsung menghasilkan sejumlah perubahan untuk laga kandang berikutnya. Salah satu yang menjadi perhatian adalah waktu pembukaan gate stadion.
Fendi menyebut waktu open gate pada pertandingan sebelumnya dinilai terlalu lama sehingga perlu dipercepat untuk mencegah penumpukan suporter.
“Contoh masalah gate, katanya open gate-nya terlalu lama, kita sudah evaluasi, next pertandingan home selanjutnya akan dipercepat,” ujarnya.
Tak hanya gate, mekanisme akses tiket juga akan diubah. Penggunaan gelang nantinya dikhususkan untuk komunitas, sementara penonton umum akan menggunakan barcode tiket online secara langsung.
“Dan hasil evaluasi semalam kita putuskan gelang itu khusus komunitas, jadi untuk umum itu langsung menggunakan barcode online,” pungkas Fendi.
Pembenahan sistem tiket kini menjadi pekerjaan penting bagi PSMS Medan. Sebab, di tengah besarnya animo masyarakat terhadap Ayam Kinantan, persoalan akses masuk stadion menjadi bagian yang tidak bisa dianggap sepele.
Laga kandang berikutnya akan menjadi ujian bagi manajemen dan vendor untuk membuktikan bahwa hasil evaluasi tersebut benar-benar diterapkan, sehingga dukungan suporter tidak lagi diwarnai antrean panjang dan desak-desakan sebelum pertandingan.(Wira)
