Prof Dr Akrim MPd
Prof. Dr. Akrim, MPd, resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) periode 2026-2030 pada Selasa (28/4/2026) lalu. Pria kelahiran Muara Mais, Tambangan, Mandailing Natal, Sumatera Utara (Sumut) pada 22 Desember 1979 lalu itu telah menjadi Rektor UMSU termuda sejak UMSU mula didirikan pada 27 Februari 1957 atau 69 tahun lalu. Seperti apa visi dan misi pria energik tapi ramah ini saat memimpin kampus terbaik di Sumut dan salah satu kampus Muhammadiyah terbesar di Indonesia ini?
***
Prof Akrim adalah orang yang ramah, murah senyum dan cepat saat berjalan. Dia merupakan produk murni UMSU sesaat pascareformasi yang menamatkan studinya dari program studi (prodi) Pendidikan Agama Islam di Fakultas Agama Islam (FAI) UMSU pada 2003 lalu. Dia lalu ditarik oleh UMSU untuk menjadi salah satu staf pengajar. Hanya setahun, Akrim sudah diangkat menjadi Dosen Tetap UMSU (2004).
Dalam pelantikannya sebagai Rektor UMSU, Akrim tampak begitu menyadari tugas berat yang diembannya kini. Dia mengaku, banyak belajar dan mengambil ibrah dari kepemimpinan Prof Agussani, Rektor UMSU periode 2010-2026 yang digantikannya serta linatasan sejarah yang telah dilalui oleh UMSU. “Masa lalu adalah ibrah dan masa depan adalah impian yang harus kita wujudkan bersama-sama,” kata Prof Akrim.
Prof Akrim, selamat atas pelantikan Anda sebagai Rektor UMSU periode 2026-2030…
Terimakasih banyak. Terimakasih kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (Sumut), Senat Universitas, yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk meneruskan kepemimpinan Bapak Prof Dr Agussani MAP. Meneruskan kepemimpinan ini bukanlah sesuatu yang ringan, untuk itu saya mengajak kepada kita semua, khususnya civitas akademika UMSU, untuk merawat dan mengembangkan institusi tercinta ini.
Anda tadi mengatakan ini bukan sesuatu yang ringan…
Hari ini saya berdiri bukan sebagai yang terbaik, tetapi sebagai yang diberi amanah. Jika saya berbuat baik, maka bantulah saya. Jika saya menyimpang maka luruskan saya. Jika saya memutuskan yang terbaik, dukunglah saya. I have big shoes to fit, kita punya tugas yang berat untuk dipikul bersama-sama. Tugas ini bukanlah tugas individu tetapi tugas kolektif kolegial dan fungsional yang akan kita jalankan bersama-sama-sama. Izinkan kami mengucapkan syukur dan Alhamudulillah serta terimakasih kepada para pendiri UMSU, 69 tahun lalu atas daya juangnya sehingga UMSU ada dan besar hari ini. Terimakasih kepada para semua rektor, dan pimpinan UMSU, periode sebelumnya sejak UMSU berdiri tahun 1957. Terkhusus kepada bapak Prof Agussani MAP yang telah meletakkan fondasi tata kelola, melakukan pengembangan, mendapatkan reputasi internasional sehingga UMSU menjadi sebesar ini, kita ucapkan terimakasih.
Kepemimpinan Prof Agussani sebelumnya tampak begitu berkesan…
Selama kami membersamai Bapak Prof Dr Agussani, kami terus belajar dan menjadi hikmah dari semua kebijakan yang diambil. Selama 10 tahun kami mendampingi Bapak Prof Dr Agussani, kami mengawal keuangan, infrastruktur, SDM, dan mengembangkan usaha-usaha yang telah dipaparkan sebelumnya oleh Prof Agussani. Kami menyadari melanjutkan kepemimpinan yang telah sukses bukanlah tugas yang ringan. Namun sebagai murid dari Prof Agussani, kami tidak ingin hanya sekedar melanjutkan, kami bertekad untuk meningkatkan dan melampaui. Karena kami yakin setiap guru yang hebat ingin agar anak muridnya untuk tumbuh lebih tinggi dan melangkah lebih jauh. Itulah guru yang sukses melahirkan generasi. Terimakasih Bapak Prof Agussani.
Hubungan Prof Akrim dan Prof Agussani memang cukup dekat. Dalam pelantikan dirinya beberapa waktu lalu, Prof Akrim melantunkan dua pantun yang ditujukan khusus kepada Prof Agussani. Demikian pantunnya:
pergi belayar menuju seberang
angin berhembus membawa harapan
jejak gemilang telah engkau bentang
kami lanjutkan dengan tekad dan keyakinan
anak petani menanam padi
padi ditanam sisakan jerami
prof Agussani teladan kami
panutan bagi setiap generasi
Gairah belajar terus dilanjutkan dengan segera setelah dia menjadi Dosen Tetap UMSU. Selang lima tahun kemudian, pada 2008 dia sudah menamatkan studi magister di Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Medan (Unimed) Medan.
Tampaklah bahwa Prof Akrim adalah pembelajar yang cepat. Menjadi dosen UMSU telah membuatnya sibuk dalam kegiatan akademis dan intelektual. Prof Akrim lalu menyelesaikan pendidikan S3 (Doktor) di Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur.
Tidak hanya dalam bidang pendidikan dan pengajaran, tetapi juga terlibat dalam begitu banyak penelitian, baik internal maupun eksternal. Di antaranya pada 2010, Prof Akrim menjadi Ketua Penelitian Hibah Bersaing dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti, sekarang Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi/Kemdiktisaintek) dalam penelitian yang berjudul Melacak Makna Terorisme Pada Kurikulum Pesantren Salaf, sebuah studi analisis eksploratori pada materi kitab-kitab Islam klasik di Pesantren Al-Hijrah Kabupaten Langkat.
Aktif menulis artikel akademik membuat dirinya juga diamanahi sebagai Redaktur Jurnal Intiqad: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam (2008-2013), Chief Editor Tsaqila Jurnal Pendidikan dan Teknologi (TJPT) (2020), hingga kemudian menjadi Editor in Chief Indonesian Journal of Education and Mathematic Science (IJEMS) dan Editor in Chief Journal of Computer Science, Information Technology and Telecommunication Engineering (JCoSITTE) (2020-2025).
Meneliti, menulis, dan mempublikasikannya terus diaktifkannya meski telah menjadi salah satu pimpinan UMSU. Tulisan-tulisannya yang telah dipublikasi Scopus misalnya The Influence of Transformational Leadership, Academic Optimism, Empowerment and Work Motivation on School Effectiveness (2021), Model of Freedom-Based Supervision in Secondary Schools (2023), Transformational Leadership: A Force for School Effectiveness in the Era “Freedom of Learning” (2024), The Impact of Teacher Empowerment on School Effectiveness: A Mixed-Methods Study (2024), Teacher Mobilizers: the Power of Leading Learning and Mobilizing Teacher Communities (2025), hingga The Power of the Mobilizer Lecturer in the Independent Campus Program: An Exploration of Roles, Strategies, and Impact (2025). Tampak sekali dari tulisan-tulisan itu konsentrasi utamanya pada bidang pendidikan.
Selain artikel ilmiah, Prof Akrim tak lupa menulis buku. Di antaranya adalah Desain Pembelajaran Pendidikan (2020), Ilmu Pendidikan dalam Persfektif Islam (2020), Manajemen Pendidikan: Dari Basis Teoritik ke Praktis (2023), dan Kepemimpinan Visioner dalam Transformasi Pendidikan Tinggi (2025).
Pada 2 September 2022, Akrim dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan. Sebagai Guru Besar ke-10 UMSU, sekaligus menjadi Guru Besar termuda di UMSU. Dlam orasi ilmiahnya, Prof Akrim mengangkat tema “Pendidikan Profetik” yang menyoroti urgensi nilai-nilai keagamaan dan moral dalam sistem pembelajaran modern.
Prof Akrim, bagaimana visi misi Anda memimpin UMSU ini ke depan?
Ke depan, visi kepemimpinan UMSU adalah menuju kampus digital berkelas dunia yang unggul dalam riset dan inovasi berdampak dengan prinsip kepemimpinan transformatif, inklusif dan humanis.Transformatif dalam menghadirkan perubahan dan kemajuan, inkflusif dalam merangkul semua potensi, dan humanis dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan. Kami yakin dan percaya dengan bekal ilmu yang kami pelajari dari bapak Prof Dr Agussani, nasihat-nasihat dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, kami secara bersama-sama akan maju bersama, menggapai cita-cita ini. Cita-cita ini adalah cita-cita yang tidak ringan, maka seluruh civitas akademika, mari kita secara bersama-sama mewujudkan UMSU yang berkerlas dunia yang unggul dalam riset dan inovasi berdampak.
Saat ini UMSU sudah berada di titik mana?
UMSU hari ini paling tidak punya enam keunggulan. Kepercayaan, jumlah mahasiswa, sistem tata kelola yang baik, jumlah aset, jumlah SDM, dan reputasi dan rekognisi yang sudah banyak untuk tingkat nasional dan internasional.
Sebagai Rektor, seperti apa agenda Anda ke depan?
Dua agenda besar Rektor UMSU secara umum 2026-2030, yang pertama adalah sukses Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-49 tahun 2027. Menurut kami, paling tidak ada tiga indikator sukses muktamar yaitu sukses persiapan, sukses pelaksanan dan sukses hasil. Dengan kebersamaan, insya Allah ini bisa kita capai. Kemudian yang kedua, penguatan posisi UMSU menuju rintisan World Class University. Untuk menuju World Clas University, kita mesti unggul minimal di enam pilar. Pertama, kekuatan riset dan inovasi; yang kedua kualitas akademik dan SDM; yang ketiga, internasionalisasi; yang keempat, kepemimpinan dan tata kelola; yang kelima, pendanaan berkelanjutan; dan yang keenam, fasilitas dan infrastruktur.
Bagaimana mencapainya?
Menurut kami, kunci dari agenda besar ini adalah bersungguh-sungguh dan bersabar. Kenapa kita harus bersungguh-sungguh? Karena kita memiliki keterbatasan. Kenapa kita harus bersabar, karena semua ada batasnya. Dalam bahasa agama, tentu kita sudah tahu, man jadda wa jadda, dan innallah ma’a shobirin. Kami yakin dan percaya, dengan prinsip ini, kita bisa menggapai dua agenda besar ini secara bersamaan, tidak ada yang ditinggalkan. Muktamar sukses dan World Class University dapat kita sukseskan.
Benih-benih akademik Prof Akrim membuat dirinya juga dipercaya memimpin tugas-tugas kepemimpinan di kampus. Dia diangkat menjadi Ketua Prodi S-1 Pendidikan Agama Islam/ Pendidikan Guru Raudhatul Athfal (PGRA)/ Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Agama Islam 2006 – 2009. Setelah itu, Prof Akrim diangkat sebagai Dekan FAI UMSU UMSU (2009 – 2016). Dengan demikian, Prof Akrim telah menjadi salah satu alumni FAI UMSU yang kemudian sukses memimpin almamaternya FAI UMSU.
Setelah menjadi Dekan FAI, Prof Akrim diberi amanah menjadi Wakil Rektor II UMSU bidang Keuangan dan Administrasi (2016). Ketika UMSU membuka Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FIKTI), Prof Akrim ditugasi menjadi Dekan FIKTI 2019-2021. Saat UMSU membuka pendidikan S-3 Pendidikan, Prof Akrim kembali diamanahi sebagai Ketua Prodi Doktor Pendidikan (2024-2029).
Jejak dan bakat kepemimpinan ini dimungkinkan karena dia dulunya juga aktif berorganisasi di bawah payung Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Dia pernah menjadi Ketua Pimpinan Komisariat (PK) IMM FAI UMSU. Jenjang di organisasi otonom (ortom) Persyarikatan Muhammadiyah ini terus diikutinya. Saat ini, Prof Akrim diamanahi sebagai salah satu Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Medan dan ditunjuk sebagai Bendahara.
Dari jejak karir itu, tampak bakat kepemimpinan telah lahir di diri Prof Akrim. Sepuluh tahun sebagai WR II UMSU, pada 2026 dia pun diangkat sebagai Rektor UMSU 2026-2030.
Sebagai Rektor UMSU, tantangan ke depan tidak ringan. Apa program Prof Akrim ke depannya?
Dalam menjalankan kepemimpinan ini kami, fokus pada 8 program prioritas. Pertama, pengembangan kurikulum berbasis dunia kerja dan masa depan. Tentu yang akan menghasilkan pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing. Kedua, internasionalisasi aktivitas akademik untuk mendapatkan reputasi dan rekognisi internasional. Yang ketiga, peningkatkan digitalisasi tata kelola universitas dengan menerapkan layanan berbasis IT. Yang keempat, peningkatkan riset dan publikasi internasional agar melahirkan riset kolaborasi dan publikasi bereputasi. Yang kelima, peningkatan sinergitas dengan dunia usaha, industri dan pemerintahan untuk memperkuat kolaborasi antar lembaga dan berkontribusi pada program pemerintah menuju Indonesia Emas 2045. Yang keenam, peningkatan kesejahteraan dosen dan tendik. Harapannya adalah maju kampusnya, bahagia dosennya, sejahtera karyawannya. Yang ketujuh, peningkatan layanan kemahasiswaan dan alumni, memperkuat program kreativitas dan memberi wadah bagi para alumni untuk mendapatkan pekerjaan dan studi lanjut. Kami berkomitmen untuk menyediakan satu wadah bagi para seluruh alumni, bagi yang mau studi lanjut, bagi yang mau bekerja, kita akan menciptakan balai latihan kerja, supaya alumni-alumni kita ini siap kerja untuk masa yang akan datang. Dan yang terakhir, peningkatan dan penguatan al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Sebagai ruhnya kampus-kampus Muhammadiyah yang tidak boleh kita tinggalkan, yang tidak boleh kita abaikan, ini semuanya harus kita perkuat.
Bagaimana melaksanakan program ini?
Tentu untuk tercapainya program prioritas ini diperlukan kepercayaan dari seluruh civitas akademika. Diperlukan kekompakan dan kebersamaan kita, bimbingan dan pendampingan dari Badan Pembina Harian, kemudian kita bersama-sama meningkatkan pola kerja yang ada selama ini. Kepada Allah seluruh ikhtiar kita kembalikan. (*)
PROFIL PRIBADI
| Nama | : | Prof. Dr. Akrim, MPd |
| Tempat/Tanggal Lahir | : | Muara Mais, Tambangan, Mandailing Natal, Sumatera Utara/22 Desember 1979 |
| Pendidikan | : | -S1 Fakultas Agama Islam UMSU (2003) -S2 Teknologi Pendidikan Unimed (2008) -S3 Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) (2022) |
| Kepemimpinan | : | -Ketua Prodi S1 PAI/PGRA/KPI FAI UMSU 2006 – 2009 -Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) UMSU 2009 – 2016 -Dekan Fakultas Ilmu Komputer dan TI 2019-2021 -Ketua Prodi Doktor Pendidikan UMSU 2024 – 2029 -Wakil Rektor Keuangan dan Administrasi UMSU 2016-2026 -Rektor UMSU 2026-2030 |
| Jabatan Fungsional Akademik | : | Guru Besar UMSU Bidang Ilmu Pendidikan (2022) |
| Rekognisi | : | -Ketua Dewan Pengarah Asosiasi Dosen Metodologi Penelitian Indonesia, Wilayah Sumut (2023 – 2027) -Asesor dan Instruktur PPG Daljab & Prajab Kemendikbud (2008 – sekarang) -Asesor BKD Dosen LLDikti Wilayah I SUMUT (2020 – sekarang) |
| Sertifikasi | : | -Profesi Dosen (2010)Asesor PPG/PLPG (2008/Kemenristek), –Asessor BKD Dosen (2021/Kemendikbud) -Keahlian Internasional Social & Humanities Researcher (2022) -Peneliti Ahli Internasional (2021, CIQnR) -Instruktur BNSP Bidang Metodologi Penelitian (2024) |
