SUPREMASI.id – Medan| Hanya butuh gol cepat untuk mengubah jalannya pertandingan. PSMS Medan tampil agresif sejak menit awal dan akhirnya menghancurkan Persiku Kudus dengan skor telak 6-0 pada lanjutan Liga 2 di Stadion Utama Sumatera Utara, Minggu (20/9/2026).
Enam gol yang bersarang di gawang Persiku bukan hanya menggambarkan ketajaman lini serang Ayam Kinantan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana tekanan sejak awal pertandingan memengaruhi konsentrasi tim tamu.
Pelatih Persiku Kudus, Kahudi Wahyu Widodo, mengakui gol cepat PSMS menjadi salah satu faktor yang membuat permainan anak asuhnya kehilangan fokus.
“Kami datang dengan percaya diri. Namun, gol cepat PSMS membuat buyar konsentrasi pemain. Fokus terpecah sehingga menimbulkan banyak celah yang dimanfaatkan PSMS untuk mencetak gol di menit-menit awal,” kata Kahudi dalam konferensi pers setelah pertandingan.
Menurut Kahudi, PSMS tampil lebih siap. Tekanan yang diberikan sejak awal membuat Persiku kesulitan mengembalikan konsentrasi dan menemukan kembali permainan terbaiknya.
“Kekuatan PSMS memang lebih siap untuk pertandingan sore ini,” ujarnya.
Persiku berupaya memperbaiki permainan setelah turun minum. Namun, usaha tersebut belum cukup untuk menghentikan laju PSMS. Tim tuan rumah tetap mampu mengendalikan pertandingan dan menambah keunggulan hingga skor akhir berubah menjadi 6-0.
Kahudi menilai faktor mental turut memberikan pengaruh besar dalam pertandingan tersebut.
“Di babak kedua kami sudah mencoba memaksimalkan permainan, namun hanya sampai di situ batas maksimal pemain,” tuturnya.
Di kubu PSMS, kemenangan besar tersebut disambut positif. Namun, pelatih Eko Purdjianto langsung mengingatkan anak asuhnya agar tidak terlena dengan pesta gol.
“Pesan untuk pemain, jangan berpuas diri. Pertandingan masih panjang, kita butuh semangat yang kuat untuk pertandingan selanjutnya. Tentu target kita adalah meraih poin maksimal di setiap laganya,” kata Eko.
Eko juga menyebut dukungan suporter menjadi bagian penting dari kemenangan PSMS atas Persiku.”Kemenangan ini juga tak lepas dari support luar biasa para suporter untuk tim PSMS ini,” tambahnya.
Pelatih PSMS itu juga menjelaskan keputusannya tidak memainkan Javier Siverio secara penuh. Pemain tersebut sengaja disimpan untuk menjaga kebugarannya menghadapi pertandingan selanjutnya.
“Javier Siverio sengaja tidak kita mainkan full untuk menyimpan tenaganya untuk pertandingan selanjutnya,” jelas Eko.
Mengenai keputusan memilih Angelo sebagai kapten, Eko menegaskan bahwa keputusan tersebut dilakukan melalui pertimbangan matang. PSMS, kata dia, memiliki beberapa pemain yang memiliki kapasitas untuk memimpin tim.
“Mengenai Angelo, kita memiliki kapten yang cukup tenang. Jadi kita tidak asal memilih kapten, meskipun kita punya empat kandidat kapten yang cukup mumpuni di dalam tim,” ungkapnya.
Bek PSMS, Ashraq Gufron, berharap kemenangan telak tersebut menjadi momentum bagi Ayam Kinantan untuk terus menjaga tren positif dalam perjalanan Liga 2.
“Semoga ke depannya bisa meraih hasil yang positif lagi dan semoga bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat Sumatera Utara pencinta PSMS Medan, serta jajaran pelatih yang sudah memberikan taktik terbaik,” kata Gufron.
Sementara itu, dari kubu Persiku, kekalahan 0-6 menjadi hasil yang mengecewakan. Pemain Persiku, Bhima Wibnu Fiki Ramadhan, menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat dan suporter Kota Kudus.
“Atas nama pemain, saya minta maaf. Kami sangat kecewa dengan hasil sore ini, karena ini bukan hasil yang kita inginkan. Kita datang ke sini untuk mencuri poin, tetapi tim lawan sudah sangat siap,” ujarnya.
Bhima menegaskan bahwa kekalahan tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi Persiku agar dapat tampil lebih baik pada pertandingan berikutnya. “Pertandingan hari ini akan kami jadikan evaluasi agar bisa kembali lebih baik di pertandingan selanjutnya,” pungkasnya.
Bagi PSMS Medan, kemenangan 6-0 menjadi tambahan penting dalam perjalanan Liga 2. Namun, Eko Purdjianto memastikan pesta enam gol tersebut tidak boleh membuat tim kehilangan fokus. Perjalanan kompetisi masih panjang dan tantangan berikutnya sudah menanti Ayam Kinantan.(Wira)
