SUPREMASI.id – Deretan tenaga kependidikan memenuhi Auditorium Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Senin pagi (27/7/2026). Bukan sekadar mengikuti sosialisasi, mereka hadir untuk menjadi bagian dari langkah besar Muhammadiyah dalam membangun tata kelola organisasi yang lebih modern, terintegrasi, dan berbasis data melalui program SatuMu.
UMSU menjadi perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) pertama yang menggelar sosialisasi dan bimbingan teknis implementasi SatuMu secara menyeluruh. Kehadiran sekitar 400 tenaga kependidikan bersama jajaran pimpinan universitas menandai komitmen kuat kampus tersebut dalam mendukung transformasi digital Persyarikatan Muhammadiyah.
Kegiatan itu dihadiri Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd, Sekretaris PW Muhammadiyah Sumatera Utara Dr. Irwan Syahputra, M.A., Wakil Sekretaris PW Muhammadiyah Sumut Drs. Mutholib, M.M., Wakil Rektor Bidang AIK Dr. Marah Doli Nasution, Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian, dan Internasionalisasi Dr. Rudianto, M.Si., para dekan, kepala biro, serta tim SatuMu PW Muhammadiyah Sumatera Utara.
Sebagai salah satu amal usaha Muhammadiyah terbesar di Sumatera Utara, UMSU dipercaya menjadi pionir implementasi SatuMu di lingkungan PTMA. Langkah tersebut diyakini akan memberikan kontribusi penting bagi percepatan penerapan SatuMu di berbagai daerah.
Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd menjelaskan bahwa SatuMu merupakan platform digital terpadu yang dirancang untuk mendukung tata kelola Persyarikatan Muhammadiyah melalui pembangunan Satu Data Muhammadiyah. Sistem ini mengintegrasikan layanan keanggotaan, struktur organisasi, iuran, hingga berbagai layanan administrasi lainnya dalam satu ekosistem digital.
Menurutnya, transformasi digital organisasi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen Muhammadiyah, termasuk perguruan tinggi.
“UMSU harus menjadi bagian dari usaha menyukseskan SatuMu. Untuk itu, program SatuMu perlu mendapat dukungan dari semua dosen dan tenaga kependidikan dengan segera melakukan migrasi ke E-KTAM,” ujar Akrim.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PP Muhammadiyah, PW Muhammadiyah Sumatera Utara, serta Majelis Pustaka dan Informasi yang telah mendampingi UMSU dalam proses sosialisasi dan implementasi program tersebut.
Sekretaris PW Muhammadiyah Sumatera Utara, Dr. Irwan Syahputra, M.A., menjelaskan bahwa SatuMu dirancang sebagai sistem manajemen keanggotaan yang terintegrasi hingga tingkat ranting. Setiap anggota Muhammadiyah akan memiliki identitas unik yang terhubung dengan profil keanggotaan, aktivitas organisasi, hingga kontribusi iuran.
Melalui sistem tersebut, berbagai proses organisasi seperti pendirian struktur baru, pengesahan, mutasi kewenangan, hingga distribusi iuran dapat dilakukan secara digital, transparan, dan terverifikasi.
Irwan menegaskan bahwa keberhasilan implementasi SatuMu menjadi semakin penting mengingat Sumatera Utara akan menjadi tuan rumah Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan Aisyiyah.
“Sebagai tuan rumah Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan Aisyiyah, maka program SatuMu harus berlangsung sukses,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Wakil Sekretaris PW Muhammadiyah Sumut, Drs. Mutholib, M.M. Ia mengingatkan bahwa setiap anggota Muhammadiyah memiliki kewajiban untuk menjaga nama baik Persyarikatan, menaati keputusan organisasi, mendukung perjuangan Muhammadiyah, serta menunaikan iuran dan infak.
Menurutnya, SatuMu menghadirkan sistem distribusi iuran yang lebih akuntabel sehingga penyalurannya kepada setiap tingkatan Persyarikatan dapat dilakukan secara tepat dan transparan.
“Melalui program SatuMu, pembayaran iuran anggota akan lebih transparan dan pendistribusiannya kepada PPM, PWM, PDM, PCM, hingga PRM dapat berjalan dengan baik,” jelas Mutholib.Dukungan juga datang dari PP Muhammadiyah. Wakil Sekretaris MPI PP Muhammadiyah yang tergabung dalam tim sosialisasi SatuMu, M. Amir Nashiruddin, M.Si., mengapresiasi langkah UMSU yang lebih dahulu menginisiasi implementasi SatuMu di lingkungan PTMA.
“UMSU menjadi pionir pelaksanaan implementasi SatuMu di PTMA,” katanya.
Ia menambahkan bahwa E-KTAM ke depan tidak hanya berfungsi sebagai identitas keanggotaan digital. PP Muhammadiyah tengah mengkaji kerja sama dengan berbagai perusahaan agar kartu Muhammadiyah dapat digunakan untuk memperoleh berbagai manfaat dan layanan di fasilitas publik.
Dengan langkah tersebut, SatuMu tidak hanya membangun basis data keanggotaan yang kuat, tetapi juga membuka jalan bagi ekosistem layanan Muhammadiyah yang semakin modern, terhubung, dan memberi manfaat nyata bagi seluruh anggotanya. (*)
