SUPREMASI.id – Medan | Dari lantunan ayat Al-Qur’an yang rutin digaungkan di lingkungan kampus, langkah Muhammad Daud Sitorus kini sampai ke panggung internasional. Mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) itu dipercaya mewakili Indonesia dalam 32nd International Qur’an Recitation Competition di Islamic Center Zagreb, Kroasia.
Kompetisi yang berlangsung 24–26 tersebut menjadi momentum penting bagi Daud untuk kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya sebagai qori. Ajang ini digelar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Zagreb bersama Islamic Community in the Republic of Croatia, sekaligus menjadi bagian dari peringatan 39 tahun pembukaan Zagreb Mosque.
Bagi Daud, kesempatan tampil di Kroasia bukan sekadar kompetisi. Ini adalah perjalanan panjang dari proses belajar, latihan, dan pembinaan yang terus dijalani selama menjadi mahasiswa UMSU.
Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd menyambut penuh kebanggaan kiprah Daud di pentas internasional. Ia menilai kepercayaan kepada mahasiswa UMSU untuk membawa nama Indonesia merupakan capaian yang patut diapresiasi.
“Ini sangat membanggakan. Kita sambut dengan gembira dan kita lepas dengan penuh percaya diri qori terbaik untuk berkompetisi di MTQ nasional maupun internasional,” ujar Prof. Akrim.
Menurutnya, prestasi qori-qoriah UMSU tidak lahir secara instan. Kampus terus memberikan ruang pembinaan melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) UMSU, disertai dukungan moral dan material.
“Prestasi ini tentu hasil dari proses panjang yang telah dilakukan. Kita tidak berpaku pada juara karena proses dalam kompetisi itulah yang penting,” katanya.
Daud merupakan salah satu hasil dari proses tersebut. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) ini telah mengukir sejumlah prestasi bergengsi. Ia pernah meraih Juara II Tilawah Putra pada MTQ Internasional Majlis Tilawah Al-Quran Antar Bangsa ke-14 dan Juara II MTQ Internasional di Doha, Qatar. Di berbagai kompetisi MTQ tingkat nasional, namanya juga konsisten menghiasi daftar peraih prestasi.
Menjelang tampil di Kroasia, Daud mengaku telah melakukan berbagai persiapan. Namun, di balik persiapan teknis tersebut, ia memilih menjaga kesederhanaan dengan terus mendekatkan diri kepada Al-Qur’an.
“InsyaAllah sering-sering baca Al-Qur’an dan istiqomah,” ucap Daud.Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan UMSU dan berharap pembinaan melalui LPTQ terus berlanjut. Menurutnya, regenerasi menjadi bagian penting agar semakin banyak qori-qoriah muda yang mampu tampil dan berprestasi di tingkat nasional hingga internasional.
Kiprah Daud di Kroasia sekaligus memperpanjang jejak UMSU dalam melahirkan mahasiswa berprestasi di bidang Al-Qur’an. Setelah sukses menjadi tuan rumah sekaligus meraih gelar juara terbanyak pada MTQ Perguruan Tinggi (PERTI) Sumatera Utara 2026, UMSU kembali menunjukkan bahwa pembinaan Al-Qur’an di lingkungan perguruan tinggi dapat melahirkan talenta yang mampu membawa nama Indonesia ke dunia internasional.
Dari kampus di Sumatera Utara, suara Daud kini bergema di Zagreb. Membawa Al-Qur’an, membawa nama UMSU, dan membawa harapan untuk kembali mengharumkan Indonesia.(*)
