SUPREMASI.id – Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) kembali memperluas jejaring internasional melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Open University Malaysia (OUM). Kesepakatan tersebut ditandatangani secara hybrid oleh Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd dan Presiden sekaligus Vice-Chancellor Open University Malaysia, YBhg. Prof. Dato’ Dr. Ahmad Izanee Awang, Selasa (28/7/2026).
Kerja sama ini menjadi langkah strategis bagi kedua institusi dalam mengembangkan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan zaman, khususnya melalui penguatan pembelajaran jarak jauh, riset bersama, pertukaran mahasiswa, hingga berbagai program akademik bertaraf internasional.
Presiden sekaligus Vice-Chancellor Open University Malaysia, Prof. Ahmad Izanee Awang, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan UMSU untuk membangun kemitraan yang diyakini akan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang.
Menurutnya, transformasi dunia pendidikan telah melahirkan paradigma baru yang menempatkan pembelajaran daring dan jarak jauh sebagai salah satu model pendidikan masa depan. Berbekal pengalaman OUM dalam mengembangkan sistem tersebut, ia optimistis kedua perguruan tinggi dapat saling melengkapi dan menciptakan berbagai inovasi bersama.
“Di OUM kami telah menjalankan sistem pembelajaran secara online dan jarak jauh. Dalam dunia akademik yang baru ini, sistem pendidikan tersebut memberikan banyak peluang yang bisa kita lakukan bersama. Kami berharap kerja sama ini menjadi langkah awal yang menghadirkan berbagai program bermanfaat bagi kedua institusi,” ujarnya.
Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd menyambut baik kemitraan tersebut. Baginya, kolaborasi dengan OUM merupakan bagian dari komitmen UMSU dalam memperkuat internasionalisasi kampus sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melalui jejaring global.
Ia menjelaskan, ruang kerja sama yang disepakati mencakup joint research, student exchange, pengembangan program akademik, hingga inovasi sistem pembelajaran berbasis digital yang menjadi kebutuhan perguruan tinggi saat ini.
“Kami sangat senang dan bangga dapat berkolaborasi dengan Open University Malaysia. Kerja sama yang terbuka ini akan sangat bermanfaat, seperti joint research, student exchange, dan berbagai program lainnya,” kata Prof. Akrim.
Lebih lanjut, Prof. Akrim mengungkapkan bahwa UMSU memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan bersama OUM. Salah satunya melalui Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) yang tengah mengajukan pengakuan Medical Council. Di sisi lain, UMSU juga sedang mempersiapkan pengembangan sistem pembelajaran jarak jauh yang sejalan dengan pengalaman dan keunggulan yang dimiliki OUM.
“Kami juga sedang menggagas pembelajaran jarak jauh sehingga ini menjadi bidang yang sangat memungkinkan untuk dikolaborasikan. Kami juga sangat menantikan kehadiran OUM di UMSU,” tambahnya.
Harapan agar kerja sama tersebut segera diwujudkan dalam berbagai program nyata juga disampaikan Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) UMSU, Assoc. Prof. Dr. Zailani, MA. Ia berharap implementasi kemitraan tidak hanya berhenti pada tingkat universitas, tetapi dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh fakultas melalui berbagai aktivitas akademik dan riset bersama.
“Kami berharap kerja sama ini dapat diimplementasikan dan dimanfaatkan oleh berbagai fakultas sehingga memberikan dampak yang lebih luas bagi pengembangan akademik di UMSU,” ujarnya.
Penandatanganan MoU ini menegaskan komitmen UMSU dan Open University Malaysia untuk membangun sinergi dalam pengembangan pendidikan tinggi bertaraf internasional. Melalui kolaborasi tersebut, kedua institusi berupaya melahirkan berbagai program inovatif yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat riset, mendorong inovasi, serta memperluas mobilitas sivitas akademika di tingkat global.
Bagi UMSU, kemitraan ini bukan sekadar penandatanganan dokumen kerja sama, melainkan bagian dari langkah berkelanjutan untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang semakin terbuka, inovatif, dan berdaya saing internasional.(*)
