SUPREMASI.id – MEDAN | Sebanyak 47 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) bersiap membawa nama kampus ke panggung internasional melalui dua program mobilitas mahasiswa di Malaysia. Sebanyak 41 mahasiswa mengikuti ASEAN Student Experiential Mobility Programme (ASEMO) di Universiti Malaysia Perlis (UniMAP), sementara enam mahasiswa lainnya akan menjalani Student Mobility Program di INTI International University.
Pelepasan delegasi berlangsung di Aula Fakultas Pertanian UMSU, Jalan Muchtar Basri No. 3 Medan, Selasa (11/8/2026). Para mahasiswa tidak hanya berangkat untuk mengikuti rangkaian kegiatan akademik, tetapi juga membawa misi memperkenalkan kualitas mahasiswa UMSU sekaligus memperkuat jejaring internasional.
Pelepasan oleh Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd. diwakil Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Pengabdian, dan Internasionalisasi (RIPI) Assoc. Prof. Dr. Rudianto, M.Si. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni Abdurrahman Zuhdi, S.I.Kom., M.I.Kom., PIC program dari OIC UMSU, para Wakil Dekan III dari FEB, FIKTI, FISIP, FKIP dan FAHUM, serta para ketua program studi.
Menjadi Representasi UMSU di MalaysiaWakil Rektor RIPI Dr. Rudianto menyampaikan kebanggaannya terhadap para mahasiswa yang terpilih menjadi delegasi. Menurutnya, kesempatan mengikuti program internasional merupakan kepercayaan sekaligus tanggung jawab untuk menunjukkan kualitas mahasiswa UMSU di tingkat global.
“Pak Rektor titip pesan, dia sangat bangga kepada anak-anak yang menjadi delegasi UMSU untuk mitra di Malaysia. Kalian ini mahasiswa unggul yang kami kirimkan ke dua universitas terbaik, INTI dan UniMAP,” ujar Dr. Rudianto.
Ia menegaskan, kerja sama internasional UMSU dengan perguruan tinggi di Malaysia terus menunjukkan keberlanjutan. Kolaborasi tersebut bahkan tidak hanya berlangsung dalam skema University to University (U to U), tetapi mendapat dukungan pemerintah melalui Government to Government (G to G) dengan fasilitasi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur.
“Kolaborasi antara UMSU dan INTI bukan sekadar U to U, tetapi G to G karena difasilitasi oleh Kedutaan Besar Indonesia di Kuala Lumpur Malaysia. Kita patut bangga karena dari sekian banyak kampus, UMSU adalah salah satu yang keberlanjutannya sangat baik hingga memasuki batch ke-5 tanpa kendala berarti,” katanya.
Menurutnya, keberlanjutan hingga batch kelima menjadi bukti bahwa kolaborasi internasional UMSU tidak berhenti pada seremoni kerja sama, tetapi berkembang menjadi program yang memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa.Karena itu, para delegasi diminta menjaga kepercayaan yang diberikan kampus.
Mereka diharapkan mampu menunjukkan karakter mahasiswa UMSU yang unggul, cerdas, berintegritas, dan dapat dipercaya.
“Harapannya, teman-teman yang menjadi representasi UMSU bisa melanjutkan apa yang sudah baik di masa lalu sehingga bisa menjaga nama baik UMSU. Tunjukkan kualitas kita, tunjukkan bahwa memang seperti itulah standar mahasiswa UMSU ketika berada di mana saja, tetap menunjukkan kualitas yang unggul, cerdas, dan terpercaya,” tegasnya.
Delegasi Terbesar di ASEMO UniMAPDari 47 mahasiswa yang diberangkatkan, sebanyak 41 mahasiswa mengikuti ASEMO di UniMAP. Program yang berlangsung pada 8–14 Agustus 2026 tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk bertukar pengalaman, memperluas wawasan, serta membangun jejaring dengan mahasiswa dari berbagai negara ASEAN dan kawasan Asia.
PIC Program ASEMO-UniMAP Taufik Hidayat Lubis, M.H., menjelaskan, peserta dari UMSU berasal dari sejumlah fakultas. Fakultas Hukum menjadi penyumbang delegasi terbesar dengan 35 mahasiswa, disusul FISIP satu mahasiswa, FEB dua mahasiswa, FIKTI satu mahasiswa, FKIP satu mahasiswa, dan FAI satu mahasiswa.
Menariknya, kontingen UMSU menjadi delegasi terbesar dalam program tersebut. Jumlah 41 mahasiswa UMSU melampaui rata-rata delegasi universitas lain yang berada di kisaran 20 mahasiswa.Para peserta ASEMO berasal dari sejumlah negara, di antaranya Korea Selatan, Cina, Thailand, dan Malaysia. Pertemuan lintas negara ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa UMSU untuk melihat langsung keberagaman budaya, sistem pendidikan, sekaligus membangun koneksi akademik dan personal dengan mahasiswa internasional.
Bagi UMSU, keberadaan delegasi dalam jumlah besar juga menunjukkan semakin luasnya minat mahasiswa untuk mengambil bagian dalam program internasional.
Enam Mahasiswa Menempuh Studi Satu SemesterSementara itu, enam mahasiswa UMSU terpilih mengikuti Student Mobility Program di INTI International University. Program ini memiliki durasi yang lebih panjang karena para peserta akan mengikuti perkuliahan selama satu semester, mulai Agustus hingga Desember 2026.
PIC Program INTI International University OIC UMSU, Eri Yanti NST, S.E., M.Ec., menyampaikan, keenam mahasiswa tersebut dijadwalkan berangkat ke Malaysia pada 13 Agustus 2026.
Program tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk merasakan secara langsung proses pembelajaran di lingkungan perguruan tinggi internasional. Selain memperoleh pengalaman akademik, mahasiswa juga dituntut mampu beradaptasi dengan lingkungan baru dan membangun relasi lintas negara.
Membawa Nilai UMSU ke Dunia InternasionalMenjadi delegasi internasional bukan sekadar kesempatan untuk bepergian ke luar negeri. Ada nama universitas yang ikut dibawa dalam setiap langkah para mahasiswa.
Kesadaran tersebut disampaikan Fahmy Aditya Ramadhan yang mewakili delegasi INTI Malaysia. Ia menyatakan komitmennya untuk menjaga nama baik UMSU selama mengikuti program sekaligus membawa nilai-nilai keislaman, Muhammadiyah, dan keunggulan akademik yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UMSU.
Komitmen serupa disampaikan Victor, perwakilan delegasi ASEMO. Ia mengaku antusias mengikuti program tersebut karena menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring internasional sekaligus mengenal lebih dekat mahasiswa dari berbagai negara ASEAN.
Dua program ini pada akhirnya bukan hanya tentang mobilitas mahasiswa dari Medan menuju Malaysia. Lebih jauh, keduanya menjadi bagian dari upaya UMSU membentuk mahasiswa yang memiliki pengalaman akademik global, kemampuan beradaptasi lintas budaya, serta keberanian membangun jejaring internasional.
Di Malaysia, 47 mahasiswa tersebut akan menjalankan perannya sebagai pembelajar sekaligus duta kampus. Mereka membawa satu pesan penting: bahwa mahasiswa UMSU mampu hadir, berinteraksi, dan berprestasi di tengah lingkungan akademik internasional.
Pelepasan ditandai dengan penyerahan cenderamata, bendera pataka, dan dokumen kepada para delegasi. Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama pimpinan universitas, pimpinan fakultas, dan seluruh mahasiswa peserta program.
Dari Medan menuju Malaysia, langkah 47 mahasiswa UMSU pun dimulai. Bukan sekadar untuk mencari pengalaman baru, tetapi untuk memperluas cakrawala, membangun koneksi, dan membuktikan bahwa semangat kampus berkemajuan dapat dibawa hingga ke panggung global.(*)
