SUPREMASI.id – BOGOR | Kolaborasi perguruan tinggi dan dunia industri terus menjadi salah satu kunci untuk melahirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Semangat tersebut menjadi dasar Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) ketika menjalin kerja sama strategis dengan PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN), perusahaan yang bergerak di bidang riset perkebunan dan merupakan anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara (PTPN III Persero).
Kerja sama tersebut resmi dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd. dan Direktur PT RPN Dr. Iman Yani Harahap di Bogor, Selasa (11/8/2026).
MoU ini menjadi pijakan awal bagi kedua institusi untuk memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Lebih dari sekadar dokumen kerja sama, kemitraan ini membuka ruang yang lebih luas bagi UMSU untuk memperkuat kontribusi akademik sekaligus menghadirkan hasil riset yang memiliki manfaat nyata bagi masyarakat dan sektor agroindustri.
Bagi UMSU, kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari komitmen menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak berhenti pada proses pembelajaran di ruang kelas. Kampus didorong untuk semakin terhubung dengan kebutuhan dunia industri, perkembangan teknologi, serta persoalan riil yang dihadapi masyarakat.
UMSU sendiri telah meraih akreditasi unggul berdasarkan SK BAN-PT Nomor 174/SK/BAN-PT/Ak.Ppj/PT/III/2024. Capaian tersebut menjadi modal penting dalam memperluas jejaring kerja sama sekaligus meningkatkan peran perguruan tinggi dalam menghasilkan sumber daya manusia dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd. mengatakan, penandatanganan MoU dilandasi keinginan bersama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kedua lembaga.
Menurut Akrim, UMSU dan PT RPN memiliki potensi yang dapat dikolaborasikan dalam berbagai bidang, terutama pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Melalui MoU yang ditandatangani, UMSU bisa implementasi kampus berdampak, serta program strategis lainnya yang disepakati bersama,” kata Prof. Akrim.
Konsep kampus berdampak menjadi salah satu arah penting dalam pengembangan kerja sama tersebut. Pengetahuan dan hasil penelitian diharapkan tidak hanya berhenti sebagai publikasi akademik, tetapi dapat diterjemahkan menjadi inovasi, solusi, dan program yang memberikan manfaat langsung.
Karena itu, kerja sama UMSU dan PT RPN dirancang secara inklusif. Pelaksanaannya nantinya dapat melibatkan berbagai fakultas dan program studi di lingkungan UMSU sesuai kebutuhan serta potensi yang tersedia.
Model kolaborasi seperti ini membuka peluang bagi mahasiswa dan dosen dari berbagai disiplin ilmu untuk berinteraksi secara langsung dengan dunia riset dan industri. Dari titik tersebut, proses pembelajaran dapat berkembang menjadi pengalaman yang lebih kontekstual dan aplikatif.
Salah satu nilai penting dari kerja sama ini adalah terbukanya kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman yang lebih dekat dengan dunia profesional.
PT RPN memiliki posisi strategis dalam pengembangan riset komoditas perkebunan nasional. Perusahaan tersebut mengelola dan mengembangkan riset pada sejumlah komoditas penting, antara lain kelapa sawit, karet, kopi, kakao, tebu, teh, dan kina.
Kekayaan pengalaman dan pengetahuan tersebut menjadi ruang potensial bagi mahasiswa UMSU untuk memperluas wawasan, baik melalui kegiatan akademik, penelitian, praktik lapangan maupun bentuk kolaborasi lainnya.
“Kami berharap PT RPN bisa membantu para mahasiswa untuk dapat lebih siap bersaing di dunia industri, khususnya di bidang perkebunan, dan juga dalam penguatan pelaksanaan Tridharma perguruan tinggi,” ujar Prof. Akrim.
Bagi mahasiswa, keterlibatan langsung dengan lembaga riset dan industri dapat menjadi jembatan untuk memahami bagaimana ilmu yang diperoleh di kampus diterapkan dalam persoalan nyata.
Pengalaman tersebut sekaligus dapat menjadi bekal menghadapi perubahan kebutuhan tenaga kerja yang semakin menuntut kompetensi, kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan pengalaman praktis.
Di sisi lain, PT RPN melihat kerja sama dengan UMSU sebagai peluang untuk memperluas jejaring riset dan pengembangan inovasi.
Sebagai perusahaan yang berbasis pada kegiatan penelitian, PT RPN memiliki pengalaman dan sumber daya dalam pengembangan berbagai komoditas strategis perkebunan. Kolaborasi dengan perguruan tinggi seperti UMSU dapat memperkuat proses penciptaan pengetahuan sekaligus membuka peluang hilirisasi hasil penelitian.
Hilirisasi menjadi penting karena tantangan sektor perkebunan tidak lagi sebatas meningkatkan produksi. Pengembangan teknologi, efisiensi, keberlanjutan, peningkatan nilai tambah, hingga penguatan sumber daya manusia menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari masa depan industri perkebunan.
Direktur PT RPN Dr. Iman Yani Harahap menyambut positif kerja sama tersebut. Ia berharap kemitraan yang dibangun dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi sekaligus membuka ruang keterlibatan mahasiswa dalam aktivitas perusahaan.
“Semoga kesempatan hari ini bisa membuahkan kebaikan bagi kedua belah pihak, dan kami juga berharap tenaga dari mahasiswa dapat dikirim ke perusahaan untuk turut berkontribusi,” ungkap Dr. Iman Yani Harahap.
Pernyataan tersebut menunjukkan adanya ruang kolaborasi yang tidak hanya berorientasi pada pertukaran pengetahuan, tetapi juga pada keterlibatan sumber daya manusia muda dalam aktivitas dunia kerja.
Penandatanganan MoU menjadi langkah awal. Kedua pihak telah menyepakati agar komitmen tersebut segera diterjemahkan ke dalam program kerja yang lebih konkret.
Dalam klausul pelaksanaan, kerja sama akan ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) teknis yang dilakukan oleh pimpinan unit kerja atau pihak yang mendapatkan pendelegasian tugas. PKS tersebut ditargetkan terlaksana paling lambat enam bulan setelah penandatanganan MoU.
Tahapan ini penting agar kerja sama tidak berhenti pada seremoni. Berbagai peluang kolaborasi dapat dirancang berdasarkan kebutuhan lapangan, kompetensi masing-masing pihak, serta potensi pengembangan program yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, dosen, institusi, industri, dan masyarakat.
Dengan pola tersebut, UMSU memiliki ruang untuk memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang terhubung dengan industri. Sementara PT RPN memperoleh mitra akademik yang dapat mendukung pengembangan pengetahuan, riset, inovasi, dan sumber daya manusia.
Penandatanganan kerja sama di Bogor turut dihadiri jajaran manajemen dan tim riset PT RPN. Direktur PT RPN Dr. Iman Yani Harahap didampingi Senior Executive Vice President (SEVP) Riset, Inovasi & Sustainability/Komersial Dr. Misnawi, Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan/Sekretaris Perusahaan Dr. Yabani, Kepala Tata Usaha Riset, Inovasi & Sustainability Ratnawati Nurkhoiry, M.Sc., Kepala Unit Bogor Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Dr. Agus Susanto, Kasubdiv Perencanaan dan Valuasi Riset Arif Ramadhan, serta Kasubdiv Diseminasi dan Sustainability Polin Indra Siregar.
Dari UMSU, Rektor Prof. Dr. Akrim, M.Pd. didampingi Wakil Rektor Bidang Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK), Pendidikan, Pengajaran, dan Digitalisasi Dr. Marah Doly Nasution, M.Si. Delegasi akademik UMSU juga diikuti Dekan Fakultas Pertanian Prof. Dr. Ir. Wan Arfiani Barus, M.P., serta dosen Fakultas Pertanian Ira Apriyanti, S.P., M.Sc., Ph.D.
Keterlibatan Fakultas Pertanian dalam kerja sama ini menjadi salah satu pintu penting untuk mengembangkan kolaborasi yang lebih spesifik di bidang perkebunan dan agroindustri. Namun, ruang kerja sama tetap terbuka bagi fakultas dan program studi lain yang memiliki kompetensi serta kebutuhan yang relevan.
Pada akhirnya, kemitraan UMSU dan PT RPN membawa pesan yang lebih besar tentang pentingnya mempertemukan kekuatan akademik dengan pengalaman industri. Kampus menyediakan pengetahuan, sumber daya manusia, dan tradisi riset; sementara dunia industri menghadirkan persoalan nyata, pengalaman lapangan, serta kebutuhan inovasi yang terus berkembang.
Pertemuan dua kekuatan tersebut diharapkan mampu melahirkan riset yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga dapat diterapkan dan memberi nilai tambah.
Bagi UMSU, kerja sama ini menjadi bagian dari perjalanan menuju perguruan tinggi yang semakin berdampak. Bagi PT RPN, kemitraan ini membuka peluang memperluas jejaring inovasi dan pengembangan sumber daya manusia.
Jika kolaborasi tersebut dapat diterjemahkan secara konsisten ke dalam program pendidikan, riset, pengabdian, magang, serta hilirisasi inovasi, kerja sama UMSU dan PT RPN berpeluang menjadi salah satu model sinergi perguruan tinggi dan industri untuk memperkuat kemandirian sektor perkebunan nasional.(*)
