SUPREMASI.id – Sebuah babak baru dalam perjalanan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) resmi dimulai. Setelah melalui proses pembahasan yang panjang, Ma’had Abu Ubaidah bin Al Jarrah Medan kini menjadi bagian dari keluarga besar UMSU. Penyatuan ini bukan sekadar penggabungan kelembagaan, tetapi menjadi langkah strategis dalam memperkuat pendidikan Islam, penguasaan bahasa Arab, serta internasionalisasi kampus.
Momentum bersejarah tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd. dan Direktur Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) Ahmad Faisal Siregar, S.E., M.M., Kamis (06/8/2026), di Ruang Rapat Kampus UMSU, Jalan Muchtar Basri No. 3 Medan.
Bagi AMCF, penyatuan ini menjadi akhir dari sebuah proses yang telah lama diperjuangkan. Direktur AMCF Ahmad Faisal Siregar mengungkapkan rasa syukur sekaligus apresiasi atas komitmen UMSU yang membuka ruang kolaborasi untuk membawa Ma’had Abu Ubaidah berkembang dalam tata kelola perguruan tinggi.
Menurutnya, proses integrasi tentu membutuhkan berbagai penyesuaian, namun optimisme menjadi modal utama agar seluruh program dapat berjalan lebih baik di bawah naungan UMSU.
AMCF juga menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir di Fakultas Agama Islam UMSU. Dukungan tersebut diwujudkan melalui rencana menghadirkan tenaga pengajar dari Timur Tengah, memperkuat mutu akademik, hingga mendorong sertifikasi internasional sebagai bagian dari upaya menjadikan UMSU semakin dikenal di tingkat global.
Langkah tersebut diyakini akan memberikan nilai tambah bagi mahasiswa sekaligus memperkokoh posisi UMSU sebagai perguruan tinggi Islam yang memiliki daya saing internasional.
Di sisi lain, Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim menyebut penyatuan ini sebagai momentum yang telah lama dinantikan. Sejak penandatanganan MoU dilakukan, seluruh pengelolaan Ma’had Abu Ubaidah akan berada dalam sistem tata kelola UMSU, termasuk pengelolaan sumber daya manusia, aset, serta sarana dan prasarana.
Integrasi tersebut dinilai menjadi fondasi penting untuk membangun sistem pendidikan yang lebih kuat, efektif, dan berkelanjutan.
Prof. Akrim menilai kehadiran Ma’had Abu Ubaidah akan menjadi energi baru bagi UMSU, khususnya dalam memperkuat Fakultas Agama Islam. Tradisi keilmuan yang selama ini tumbuh di lingkungan Ma’had, terutama dalam penguasaan bahasa Arab dan studi Al-Qur’an, akan menjadi kekuatan akademik yang melengkapi berbagai program unggulan UMSU.
Harapan lama untuk menghadirkan pusat pengembangan keilmuan Islam yang semakin berkualitas kini mulai terwujud melalui penyatuan tersebut.
UMSU juga menegaskan komitmennya untuk mendukung berbagai program yang dijalankan AMCF, termasuk memperluas peran perguruan tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat melalui pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
Salah satu dampak nyata dari integrasi ini adalah bergabungnya sekitar 305 mahasiswa Ma’had Abu Ubaidah menjadi mahasiswa UMSU. Selain itu, seluruh sistem informasi akademik dan sumber daya manusia akan disatukan sehingga proses administrasi hingga penerimaan mahasiswa baru dapat berlangsung lebih mudah dan terintegrasi.
Calon mahasiswa nantinya dapat mengakses layanan pendaftaran UMSU melalui Ma’had Abu Ubaidah sebagai bagian dari satu sistem yang saling terhubung.
Bergabungnya Ma’had Abu Ubaidah juga memperluas jaringan kampus UMSU menjadi enam lokasi, yakni Kampus Utama di Jalan Muchtar Basri, Kampus Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan di Jalan Gedung Arca, Kampus Pascasarjana di Jalan Denai, Kampus STIKes Indah Medan yang dikelola Muhammadiyah di Jalan Saudara Ujung, Kampus IV di Jalan Dwikora Sampali, serta Kampus Ma’had Abu Ubaidah di Jalan Kutilang.
Penandatanganan MoU turut disaksikan Ketua Badan Pembina Harian UMSU Prof. Dr. Agussani, M.AP. beserta jajaran, para wakil rektor, Dekan Fakultas Agama Islam Assoc. Prof. Dr. Zailani, M.A. beserta para wakil dekan, Mudir Ma’had Abu Ubaidah bin Al Jarrah Medan H. Fajar Hasan Mursyid, Lc., M.A., Administrator Ma’had Abu Ubaidah M. Ali Zulfikar Hasibuan, S.E., M.M., serta Akuntan Ma’had Abu Ubaidah Fitri Akbar Trianto, S.Pd.
Penyatuan ini menjadi lebih dari sekadar penambahan kampus baru. Langkah tersebut merepresentasikan ikhtiar UMSU dalam memperkuat pendidikan Islam yang unggul, membangun jejaring internasional, serta melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, keislaman, dan wawasan global.(*)
