SUPREMASI.id – Aula Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) tampak berbeda. Sejak pagi, puluhan dosen, mahasiswa, dan anggota keluarga civitas akademika antusias mengikuti layanan pembuatan paspor yang digelar Fakultas Hukum bekerja sama dengan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan melalui Program Eazy Paspor.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata Fakultas Hukum dalam mendukung internasionalisasi kampus sekaligus memberikan kemudahan layanan keimigrasian bagi civitas akademika.
Tercatat sebanyak 77 peserta mengikuti program tersebut, baik untuk pembuatan paspor baru maupun perpanjangan dan penggantian paspor.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Dekan III Fakultas Hukum UMSU Dr. Atika Rahmi, S.H., M.H., jajaran tenaga kependidikan dan Laboratorium Hukum Fakultas Hukum, serta Aztama Rizwanda, S.Tr.Im, Analis Keimigrasian Ahli Pertama dari Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan.
Dr. Atika Rahmi menjelaskan bahwa pelaksanaan layanan paspor di lingkungan kampus merupakan hasil kerja sama yang terjalin baik antara Fakultas Hukum dan Kantor Imigrasi Belawan. Melalui Program Eazy Paspor, peserta dapat mengurus dokumen perjalanan dengan lebih mudah tanpa harus mendatangi kantor imigrasi.
“Program ini sangat membantu civitas akademika karena proses pengurusan paspor dapat dilakukan secara lebih praktis, cepat, dan efisien. Kami mengapresiasi Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan yang telah menghadirkan layanan ini langsung ke kampus,” ujarnya.
Lebih dari sekadar pelayanan administrasi, kegiatan ini memiliki makna strategis bagi pengembangan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Fakultas Hukum. Kepemilikan paspor menjadi salah satu pintu awal bagi mahasiswa untuk menjangkau berbagai peluang internasional, mulai dari pertukaran pelajar, penelitian, magang, kompetisi akademik, hingga program pengabdian masyarakat di luar negeri.
Dengan semakin terbukanya akses menuju berbagai kegiatan global, mahasiswa diharapkan mampu memperluas wawasan, memperkaya pengalaman, dan meningkatkan daya saing di tingkat internasional.
Bagi para dosen dan tenaga kependidikan, kemudahan dalam pengurusan paspor juga mendukung partisipasi dalam berbagai kegiatan akademik lintas negara, seperti seminar internasional, konferensi, penelitian kolaboratif, hingga pengembangan jejaring profesional.
Kehadiran Program Eazy Paspor di kampus menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat kampus. Selain mempermudah pelayanan publik, program ini juga mendorong terciptanya ekosistem akademik yang semakin siap menghadapi tantangan global.
Melalui kerja sama yang terus diperkuat dengan berbagai lembaga, baik di dalam maupun luar negeri, Fakultas Hukum UMSU menegaskan komitmennya untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan berkompetisi dan berkontribusi di kancah internasional. Dengan langkah-langkah konkret seperti ini, semangat menuju kampus berdaya saing global semakin nyata diwujudkan. (*)
