SUPREMASI.id – Hangat dan penuh keakraban mewarnai kunjungan silaturahim Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Medan, Huang He, ke Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Rabu malam (17/6). Kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan budaya, pendidikan, dan dialog lintas peradaban antara Indonesia dan Tiongkok.Huang He hadir bersama sejumlah tokoh yang tergabung dalam Delegasi Rahmatan Lil Alamin, di antaranya Ketua Umum Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) dr. Indra Wahidin, Ketua MUI Sumatera Utara Dr. H. Maratua Simanjuntak, Ketua PWM Sumut Prof. Dr. Hasyimsyah Nasution, M.A., Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMSU sekaligus Ketua Pertimbangan MUI Sumut Prof. Dr. H. Agussani, M.AP., Wakil Rektor III UMSU Dr. Rudianto, M.Si., Rektor UIN Sumatera Utara Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., serta Dr. H. Hasan Maksum, M.Ag.Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke Chinese Corner yang berada di Perpustakaan UMSU.
Fasilitas literasi dan budaya Tiongkok tersebut menjadi salah satu daya tarik yang memperlihatkan komitmen kampus dalam membangun pemahaman lintas budaya. Setelah itu, para tamu mengikuti jamuan makan malam yang berlangsung di Auditorium UMSU dalam suasana penuh kehangatan.
Dalam sambutannya, Huang He mengaku terkesan dengan sambutan yang diberikan sivitas akademika UMSU. Menurutnya, kunjungan tersebut memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus memperkuat hubungan yang telah terjalin selama ini.
“Saya sangat senang menghadiri acara ini di UMSU. Saya diterima dengan sangat baik di sini,” ujarnya.Ia juga memberikan apresiasi atas penampilan seni yang ditampilkan mahasiswa UMSU, mulai dari pertunjukan vokal solo hingga tarian yang memeriahkan malam silaturahim tersebut.
Pada kesempatan itu, Huang He turut berbagi pandangannya mengenai kehidupan beragama di Tiongkok. Ia menjelaskan bahwa masyarakat Tiongkok menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan yang menjadi bagian dari budaya dan tradisi yang berkembang di negaranya.
“Masyarakat Tiongkok memiliki prinsip bahwa manusia dan nilai ketuhanan memiliki hubungan. Jika nilai kebaikan dijalankan, maka masyarakat akan menghormatinya,” katanya.
Menurut Huang He, keberagaman keyakinan di Tiongkok tidak menjadi penghalang bagi terciptanya kehidupan sosial yang harmonis. Ia menegaskan bahwa masyarakat dengan latar belakang agama yang berbeda maupun mereka yang tidak beragama dapat hidup berdampingan secara damai.
“Umat beragama hidup harmonis. Bahkan mereka yang beragama maupun tidak, semuanya dapat hidup berdampingan dengan baik,” tuturnya.
Sebagai bentuk komitmen untuk memperkuat hubungan yang telah terbangun, Huang He menyampaikan bahwa Konsulat Jenderal Tiongkok di Medan berencana melanjutkan program serupa pada tahun mendatang.
“Tahun depan, Konsulat Jenderal Tiongkok akan kembali menggelar kegiatan seperti ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Rektor UMSU yang diwakili Wakil Rektor III Dr. Rudianto, M.Si., menyampaikan apresiasi atas kunjungan delegasi ke kampus UMSU. Ia berharap silaturahim tersebut menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas di berbagai bidang.
“Kami sangat senang menyambut para tamu malam ini. Semoga seluruh delegasi dapat menikmati kunjungan ini dan membawa kesan baik tentang UMSU,” ujarnya.
Rudianto juga memperkenalkan UMSU sebagai perguruan tinggi yang terus mengembangkan semangat kolaborasi, moderasi, dan keterbukaan dalam membangun hubungan dengan berbagai pihak, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami memohon doa agar semua berjalan dengan baik, dengan semangat bersama Rahmatan Lil Alamin,” katanya.
Salah satu fasilitas yang mendapat perhatian khusus dari para tamu adalah Chinese Corner, ruang literasi dan budaya Tiongkok yang berada di lingkungan kampus UMSU. Fasilitas tersebut merupakan bantuan dari Konsulat Jenderal Tiongkok sebelumnya dan menjadi yang pertama hadir di Kota Medan.
“Di UMSU kami memiliki Chinese Corner, dan ini yang pertama ada di Medan. Fasilitas ini dilengkapi berbagai koleksi buku dan menjadi sarana yang menarik untuk mempelajari budaya Tiongkok. Kami berharap silaturahmi ini terus berlanjut,” tambah Rudianto.
Ketua Umum Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI), dr. Indra Wahidin, juga menyampaikan apresiasi kepada Konsulat Jenderal Tiongkok atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap agenda serupa dapat terus dilaksanakan sebagai ruang mempererat persaudaraan dan saling pengertian antarbangsa.
“Kami berterima kasih kepada Konsulat Jenderal Tiongkok. Semoga tahun depan kegiatan seperti ini dapat kembali dilaksanakan,” ujarnya.
Lebih dari sekadar kunjungan resmi, malam silaturahim di UMSU menjadi simbol eratnya hubungan antarbudaya yang dibangun melalui dialog, pendidikan, dan saling menghormati.
Di tengah dinamika global yang terus berkembang, semangat Rahmatan Lil Alamin yang diusung dalam pertemuan tersebut menjadi fondasi penting untuk menghadirkan kerja sama yang inklusif, harmonis, dan bermanfaat bagi kedua bangsa. (*)
