MEDAN – Ancaman banjir di tengah tingginya intensitas hujan menjadi perhatian serius Kecamatan Medan Sunggal. Tak ingin persoalan genangan air terus berulang, jajaran pemerintah kecamatan bersama masyarakat turun langsung membersihkan lingkungan melalui kegiatan Gotong Royong Massal di Jalan Sei Bengawan, Lingkungan 9, Kelurahan Babura Sunggal, Jumat (6/11/2026).
Sejak pukul 07.30 WIB, semangat kebersamaan sudah terlihat dari keterlibatan berbagai unsur masyarakat. Kegiatan diawali dengan apel bersama, kemudian dilanjutkan dengan aksi membersihkan lingkungan yang dipusatkan di sepanjang Jalan Sei Bengawan, mulai dari Jalan Darussalam hingga Sei Ular.
Bukan sekadar kegiatan rutin menjaga kebersihan, gotong royong ini menjadi langkah nyata membangun kepedulian bersama terhadap lingkungan, terutama dalam menghadapi musim hujan yang belakangan kerap memicu banjir di sejumlah kawasan Kota Medan.
Camat Medan Sunggal, Irfan Abdilah, M.SP., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program Wali Kota Medan dalam mewujudkan kota yang bersih, indah, dan nyaman bagi masyarakat.
Menurutnya, kondisi cuaca dengan intensitas hujan yang cukup tinggi harus disikapi dengan meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Salah satu upaya sederhana tetapi berdampak besar adalah memastikan saluran drainase tidak tersumbat sampah maupun endapan lumpur.
“Terutama pada saat ini Kota Medan sering dilanda hujan dan sejumlah titik kawasan di Kota Medan mengalami banjir. Karena itu, saya mengajak seluruh jajaran di Kecamatan Medan Sunggal untuk bersama-sama turun ke lapangan melaksanakan gotong royong,” ujar Irfan.
Ajakan tersebut disambut dengan keterlibatan enam lurah se-Kecamatan Medan Sunggal, termasuk Lurah Babura Sunggal, Hadengganan Harahap, S.Pd., bersama sekretaris lurah, kepala seksi ketenteraman dan ketertiban, ASN dan non-ASN, PPPK, tenaga ahli daya (TAD), para kepala lingkungan (kepling), petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU), serta warga setempat.
Dengan membawa peralatan masing-masing, seperti cangkul, garpu sampah, dan mesin babat, para peserta bahu-membahu membersihkan sampah, mengangkat lumpur dari parit, serta memangkas rumput liar yang tumbuh di sekitar saluran air dan badan jalan.
Setiap sudut lingkungan yang sebelumnya dipenuhi rumput liar dan tumpukan sampah menjadi sasaran pembersihan. Pekerjaan yang dilakukan secara bersama-sama tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat.
Irfan berharap kegiatan gotong royong dapat menumbuhkan kesadaran warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah sembarangan. Menurutnya, kebiasaan kecil dalam menjaga kebersihan dapat memberikan dampak besar bagi kelancaran saluran drainase dan upaya mengurangi risiko banjir.
“Lingkungan bersih adalah wujud kearifan lokal Kota Medan. Kalau lingkungan kita bersih, banjir bisa kita cegah bersama,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, Kecamatan Medan Sunggal ingin menghidupkan kembali semangat gotong royong sebagai kekuatan sosial masyarakat. Sebab, menghadapi persoalan banjir tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan kesadaran kolektif untuk merawat lingkungan.
Dari Jalan Sei Bengawan, pesan itu kembali ditegaskan: menjaga kebersihan lingkungan adalah pekerjaan bersama. Ketika pemerintah dan masyarakat bergerak seirama, lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari ancaman genangan bukan sekadar harapan, tetapi bisa diwujudkan melalui kepedulian dan tindakan nyata.(*)
