SUPREMASI.id – Kepemimpinan di lingkungan perguruan tinggi tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik, tetapi juga kecakapan manajerial, ketajaman dalam mengambil keputusan, serta kemampuan membangun sinergi. Hal inilah yang menjadi bagian penting dari keikutsertaan pimpinan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dalam Leadership Management Training (LMT).
Dekan Fakultas Hukum UMSU Assoc. Prof. Dr. Zainuddin, S.H., M.H., Wakil Dekan III Assoc. Prof. Dr. Atikah Rahmi, S.H., M.H., bersama seluruh kepala bagian di lingkungan Fakultas Hukum UMSU mengikuti kegiatan LMT yang digelar UMSU sebagai bagian dari penguatan kapasitas kepemimpinan dan manajemen bagi para pimpinan struktural.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pembinaan Kesehatan Umum, Kesejahteraan Sosial, dan Resiliensi Bencana, dr. H. Agus Taufiqurrohman, Sp.S., M.Kes., bersama Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd., Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMSU Prof. Dr. Agussani, M.AP., serta Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara.
LMT dirancang sebagai ruang penguatan kapasitas bagi para pimpinan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab organisasi. Kepemimpinan perguruan tinggi membutuhkan kemampuan untuk membaca perubahan, menyusun strategi, mengelola sumber daya, sekaligus memastikan setiap kebijakan berjalan selaras dengan visi dan misi institusi.
Bagi Fakultas Hukum UMSU, penguatan kapasitas tersebut memiliki arti penting dalam mendukung tata kelola fakultas yang semakin profesional dan responsif terhadap perkembangan dunia pendidikan tinggi maupun kebutuhan masyarakat.
Melalui pelatihan ini, para pimpinan mendapatkan penguatan dalam kemampuan manajerial, pengambilan keputusan strategis, komunikasi, koordinasi, hingga pengelolaan sumber daya secara efektif. Kompetensi tersebut menjadi modal penting untuk membangun kerja organisasi yang terarah dan mampu menjawab berbagai tantangan yang terus berkembang.
Tidak kalah penting, LMT juga mendorong terbangunnya sinergi antarpimpinan dan unit kerja. Kolaborasi yang kuat menjadi salah satu kunci agar berbagai program dapat berjalan secara terintegrasi, mulai dari pengembangan akademik, pelayanan kepada mahasiswa, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penguatan kontribusi fakultas kepada masyarakat.
Keterlibatan pimpinan Fakultas Hukum dalam LMT sekaligus menunjukkan komitmen untuk terus melakukan pengembangan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan fakultas. Kepemimpinan yang kuat diharapkan dapat melahirkan tata kelola yang efektif, transparan, adaptif, dan berorientasi pada pencapaian target institusi.
Lebih jauh, penguatan kepemimpinan tersebut menjadi bagian dari upaya UMSU membangun budaya kerja yang berkemajuan. Setiap pimpinan dituntut tidak hanya mampu menjalankan fungsi administratif, tetapi juga menjadi penggerak perubahan yang mampu membawa unit kerja menuju pencapaian kinerja terbaik.
Dengan bekal kepemimpinan dan manajemen yang semakin kuat, Fakultas Hukum UMSU diharapkan terus meningkatkan kualitas layanan akademik dan kelembagaan. Langkah tersebut menjadi bagian dari perjalanan fakultas dalam memperkuat kontribusi bagi kemajuan UMSU sekaligus melahirkan lulusan hukum yang kompeten, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat.(*)
