SUPREMASI.id ~ Langkah Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menuju kampus berkelas dunia kian menunjukkan hasil nyata.
Tahun 2026 ini, sebanyak 1.219 calon mahasiswa internasional dari 50 negara tercatat mengikuti seleksi masuk program sarjana, magister, dan doktoral di kampus yang berpusat di Kota Medan tersebut.
Angka ini menjadi gambaran meningkatnya kepercayaan masyarakat internasional terhadap kualitas pendidikan UMSU.
Dari Asia, Afrika, Timur Tengah hingga Eropa, para pendaftar datang dengan latar belakang budaya, bahasa, dan pengalaman yang beragam, namun memiliki tujuan yang sama: melanjutkan pendidikan di UMSU.
Berdasarkan data seleksi, minat terbesar masih tertuju pada program sarjana yang dipilih oleh 928 peserta atau sekitar 76,1 persen dari total pendaftar.
Sementara program magister diminati 260 orang atau 21,3 persen, dan program doktoral diikuti 31 orang atau sekitar 2,5 persen.
Dari sisi negara asal, Pakistan menjadi penyumbang pendaftar terbanyak dengan persentase 32,98 persen, disusul Nigeria sebesar 31,58 persen. Selanjutnya terdapat Yaman dengan 5,91 persen, Sudan sebesar 3,69 persen, dan Palestina sebanyak 3,04 persen.
Fenomena ini menunjukkan bahwa UMSU semakin dikenal sebagai salah satu destinasi pendidikan tinggi yang menarik bagi mahasiswa internasional, khususnya dari kawasan Asia Selatan, Timur Tengah, dan Afrika.Adapun program studi yang paling banyak diminati para pendaftar internasional meliputi Teknologi Informasi, Pendidikan Agama Islam, Data Sains, Sistem Informasi, dan Manajemen.
Pilihan tersebut mencerminkan tingginya minat terhadap bidang-bidang yang relevan dengan perkembangan teknologi, kebutuhan industri global, serta penguatan kompetensi keilmuan berbasis nilai.
Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd mengatakan bahwa peningkatan jumlah pendaftar internasional merupakan bagian dari hasil komitmen universitas dalam menjalankan agenda internasionalisasi kampus menuju World Class University 2033.
“Kepercayaan yang diberikan oleh mahasiswa dari 50 negara merupakan bukti bahwa UMSU semakin dikenal dan diterima di tingkat global. Kami terus berupaya menghadirkan pendidikan berkualitas, lingkungan akademik yang inklusif, serta memperluas jejaring kerja sama internasional agar mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang berdaya saing dunia,” ujar Prof. Akrim didampingi Wakil Rektor III UMSU Dr. Rudianto, M.Si, Rabu (3/6).
Menurutnya, kehadiran mahasiswa internasional tidak hanya berdampak pada peningkatan reputasi institusi, tetapi juga memperkaya atmosfer akademik di lingkungan kampus. Interaksi lintas budaya yang terbangun menjadi ruang belajar yang berharga bagi seluruh sivitas akademika untuk mengembangkan perspektif global.
“Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga belajar memahami perbedaan budaya, cara berpikir, dan pengalaman hidup dari berbagai negara. Ini menjadi modal penting dalam membangun generasi yang siap menghadapi tantangan global,” tambahnya.
Sebelumnya, UMSU telah menerima 91 mahasiswa internasional yang berasal dari berbagai negara, antara lain Amerika Serikat, Inggris, Yaman, Nigeria, Thailand, dan sejumlah negara lainnya.
Kepercayaan masyarakat internasional terhadap UMSU juga didukung oleh berbagai capaian akademik dan pengakuan global yang berhasil diraih.UMSU telah memperoleh akreditasi internasional FIBAA, masuk dalam QS Asia University Rankings 2026 di posisi 445, mendapatkan pengakuan dari Malaysian Qualifications Agency (MQA), serta tercatat dalam berbagai pemeringkatan perguruan tinggi dunia.
Meningkatnya jumlah pendaftar internasional tahun ini menjadi indikator positif bahwa langkah internasionalisasi yang dijalankan UMSU berada pada jalur yang tepat.
Lebih dari sekadar angka, kehadiran mahasiswa dari puluhan negara membawa harapan lahirnya kolaborasi akademik yang lebih luas, pertukaran gagasan lintas bangsa, dan penguatan posisi UMSU sebagai kampus yang semakin diperhitungkan di panggung pendidikan global. (*)
