SUPREMASI.id ~ Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menggema di Auditorium Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) akhirnya mencapai puncaknya. Pada penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Perguruan Tinggi Sumatera Utara 2026, Rabu (3/6), UMSU tampil sebagai perguruan tinggi dengan perolehan prestasi terbanyak di antara 32 kampus peserta dari seluruh Sumatera Utara.
Tuan rumah berhasil mengoleksi 12 gelar juara, terdiri atas delapan juara pertama, satu juara kedua, dan tiga juara ketiga dari berbagai cabang perlombaan yang dipertandingkan. Capaian tersebut sekaligus menegaskan posisi UMSU sebagai salah satu pusat pembinaan generasi Qurani di lingkungan perguruan tinggi. Suasana penutupan berlangsung meriah dan penuh rasa syukur.
Hadir dalam kesempatan itu Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMSU Prof. Dr. Agussani, MAP, Wakil Rektor III Dr. Rudianto, M.Si, para pimpinan fakultas, dewan hakim dari LPTQ Sumatera Utara, serta para peserta dan pendamping kafilah.
Dalam sambutannya, Prof. Akrim menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana membangun karakter dan melahirkan generasi yang dekat dengan Al-Qur’an.
“Ini menjadi poin penting menurut saya karena UMSU adalah rumahnya para pencinta Al-Qur’an,” ujar Prof. Akrim.
Menurutnya, perhatian UMSU terhadap pembinaan tilawah dan tahfiz telah menjadi bagian dari komitmen kampus sejak lama. Melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), berbagai program pembinaan terus dilakukan, termasuk pemberian beasiswa kepada mahasiswa yang memiliki prestasi di bidang tilawah maupun hafalan Al-Qur’an.
“Untuk para tilawah Qur’an ada beasiswa setiap tahun, baik yang tilawah maupun yang hafiz 10 juz, 20 juz, dan 30 juz. Semua kita berikan beasiswa dan ini akan terus kita tingkatkan,” ungkapnya.
Rektor juga menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan MTQ tahun ini menjadi bukti besarnya antusiasme mahasiswa terhadap syiar Al-Qur’an. Sebanyak 32 perguruan tinggi turut ambil bagian dalam ajang tersebut, menjadikannya salah satu MTQ perguruan tinggi terbesar di Sumatera Utara.
Sementara itu, Ketua Panitia MTQ Perguruan Tinggi Sumatera Utara 2026, Dr. Abdul Rahman, M.Pd, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan dewan hakim yang telah menjaga kualitas pelaksanaan lomba.Ia menegaskan bahwa seluruh hasil yang diperoleh peserta merupakan murni hasil penilaian dewan hakim yang ditunjuk oleh LPTQ Sumatera Utara.
“Hasil nilai MTQ Perti 2026 ini adalah murni dari dewan hakim yang dilantik oleh LPTQ Sumatera Utara tanpa ada sentuhan dari panitia sedikit pun. Panitia hanya merekap nilai,” tegasnya.
Untuk menjaga objektivitas, panitia bahkan menerapkan aturan khusus, yakni peserta tidak diperkenankan mengenakan almamater saat tampil sehingga identitas asal perguruan tinggi tidak diketahui oleh dewan hakim.
Langkah tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Ketua Dewan Hakim LPTQ Sumatera Utara, Dr. Saifuddin Azmi Lubis, yang menilai penyelenggaraan MTQ berlangsung tertib, profesional, dan sukses.
“Mudah-mudahan kegiatan MTQ yang kita laksanakan pada hari ini bukan hanya sekadar bacaan-bacaan Al-Qur’an yang kita lantunkan, akan tetapi jauh lebih dari itu Al-Qur’an dapat kita amalkan dalam kehidupan,” ujarnya.
Ia juga berharap UMSU dapat kembali menjadi tuan rumah penyelenggaraan MTQ perguruan tinggi pada masa mendatang. Dominasi UMSU terlihat hampir di seluruh cabang perlombaan.
Pada cabang Tilawah Remaja Putra, Muhammad Daud Sitorus berhasil meraih juara pertama. Di kategori Tilawah Remaja Putri, Nur Jannah tampil sebagai juara pertama, sementara AD Fania Ramadhani meraih juara ketiga.Prestasi juga diraih pada cabang Qiraat Al-Qur’an Murattal Remaja Putri melalui Nazla Hairin Nifa yang menjadi juara pertama.
Pada kategori putra, Muhammad Nasrullah membawa pulang juara ketiga.Di cabang Hifzil Qur’an 10 Juz, Muhammad Sofyan Alfatir dan Sakinatul Aulia masing-masing meraih juara pertama untuk kategori putra dan putri. Pada Hifzil Qur’an 20 Juz, Zahratur Rahmah Nasution keluar sebagai juara pertama putri, sementara Wildan Akhir Nasution meraih juara kedua putra.
UMSU juga menunjukkan keunggulan pada cabang Tafsir Bahasa Inggris, dengan Aidil Arafat dan Anindia Azizah sama-sama meraih juara pertama untuk kategori putra dan putri.Sementara itu, pada cabang Karya Tulis Ilmiah Qur’an, Nur Hidayat Fuad berhasil meraih juara pertama kategori putra.
Di balik deretan trofi dan penghargaan yang diraih, MTQ Perguruan Tinggi Sumatera Utara 2026 meninggalkan pesan yang lebih besar. Ajang ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi tentang bagaimana Al-Qur’an terus hidup di lingkungan akademik dan menjadi pedoman dalam kehidupan generasi muda.
Penyerahan hadiah kepada para pemenang dilakukan langsung oleh Rektor UMSU bersama Ketua BPH dan jajaran pimpinan universitas, kemudian ditutup dengan sesi foto bersama yang penuh kehangatan.
Melalui MTQ ini, UMSU tidak hanya sukses sebagai tuan rumah, tetapi juga berhasil menunjukkan komitmennya dalam membina mahasiswa yang unggul secara akademik sekaligus berkarakter Qurani.
Sebuah ikhtiar yang diharapkan terus melahirkan generasi muda yang mampu membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat. (*)
