SUPREMASI.id – Di tengah derasnya arus informasi digital, peran humas perguruan tinggi terus mengalami perubahan. Humas tidak lagi hanya bertugas mendokumentasikan kegiatan dan menyebarkan informasi, tetapi dituntut mampu membangun reputasi, menghadirkan inspirasi, serta menjalin komunikasi yang dekat dengan masyarakat.
Semangat itulah yang menjadi fokus Webinar “Humas Berdampak, Menghadirkan Konten Positif yang Mengedukasi dan Inspiratif di Era Digital” yang digelar Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Sabtu (1/8), melalui Zoom Meeting.
Kegiatan ini menghadirkan Kepala Humas dan Protokoler Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI, Doddy Zulkifli Indra Atmaja, S.I.Kom., M.Si., sebagai narasumber dan diikuti lebih dari 60 pengelola media sosial serta laman resmi dari fakultas, lembaga, dan unit kerja di lingkungan UMSU.
Webinar dibuka langsung oleh Rektor UMSU, Prof. Dr. Akrim, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas komitmen Kemdiktisaintek yang terus mendampingi pengembangan kehumasan perguruan tinggi, termasuk di UMSU.
“Terima kasih telah membina humas UMSU. Semoga berbagai capaian yang diraih Humas Kemdiktisaintek dapat ditularkan kepada UMSU sehingga kualitas komunikasi publik kampus semakin meningkat,” ujar Prof. Akrim.
Menurutnya, posisi humas kini menjadi semakin strategis karena menjadi jembatan antara kampus dan masyarakat. Oleh sebab itu, kreativitas dalam menghasilkan konten positif harus terus dikembangkan melalui kolaborasi antarfakultas, lembaga, dan seluruh unit di lingkungan UMSU.
“Peran humas ke depan sangat penting dan urgen dalam penyampaian konten positif. Harapannya, melalui webinar ini lahir konten-konten yang lebih kreatif, lebih inspiratif, dan dibangun melalui kolaborasi lintas unit,” katanya.
Dalam sesi pemaparan, Doddy Zulkifli Indra Atmaja atau yang akrab disapa Kang Doddy mengajak peserta melihat perubahan paradigma kehumasan di era digital. Menurutnya, masyarakat tidak lagi tertarik dengan deretan dokumentasi kegiatan seremonial. Mereka justru ingin melihat cerita yang dekat dengan kehidupan, memberikan manfaat, dan mampu menginspirasi.
Ia menegaskan bahwa media sosial perguruan tinggi perlu lebih banyak menghadirkan kisah mahasiswa, alumni, inovasi riset, hingga testimoni masyarakat yang merasakan manfaat program kampus.
“Format konten di media sosial jangan lagi didominasi informasi kegiatan formal, tetapi lebih banyak mengangkat cerita inspiratif tentang mahasiswa maupun alumni,” ujarnya.
Melalui sejumlah contoh video yang ditampilkan, Kang Doddy memperlihatkan bagaimana sebuah konten sederhana dapat membangun kedekatan emosional sekaligus memperkuat citra institusi apabila dikemas dengan pendekatan yang tepat.
Ia juga mengingatkan bahwa calon mahasiswa kini menjadikan media sosial sebagai sumber utama dalam mengenal sebuah kampus.
Karena itu, media sosial harus bertransformasi menjadi ruang interaksi, bukan sekadar papan pengumuman digital.Konten mengenai kehidupan mahasiswa (student life), siaran langsung, cerita keseharian di kampus, hingga video singkat berdurasi 30–60 detik dinilai lebih efektif menarik perhatian generasi muda dibandingkan unggahan yang hanya berisi dokumentasi acara.
“Media sosial harus diubah menjadi media interaksi. Porsi konten seremonial dikurangi dan lebih banyak menghadirkan kehidupan mahasiswa agar audiens merasa dekat dengan kampus,” jelasnya.
Lebih jauh, Kang Doddy menekankan bahwa ukuran keberhasilan humas saat ini bukan lagi dihitung dari banyaknya berita atau unggahan yang dipublikasikan. Yang jauh lebih penting adalah sejauh mana pesan tersebut membentuk persepsi positif, meningkatkan kepercayaan publik, dan memberikan dampak nyata terhadap reputasi institusi.
Ia juga mendorong perguruan tinggi memanfaatkan teknik storytelling, mengoptimalkan penggunaan kecerdasan buatan (AI), memperkuat laman resmi kampus, memaksimalkan platform TikTok, serta memperluas kolaborasi dengan pemerintah, industri, dan perguruan tinggi lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kang Doddy turut mengapresiasi capaian UMSU yang berhasil menempati peringkat pertama UniRank di Indonesia. Menurutnya, prestasi seperti itu harus terus diperkuat melalui strategi komunikasi yang konsisten sehingga mampu membangun kepercayaan publik dalam jangka panjang.
“Kehumasan berkaitan erat dengan reputasi institusi. Komunikasi harus berlangsung dua arah dan berkelanjutan agar mampu membangun persepsi positif serta menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Biro Humas UMSU, Dr. Ribut Priadi, M.I.Kom., menilai webinar tersebut menghadirkan banyak perspektif baru bagi pengembangan kehumasan di lingkungan UMSU.
Menurutnya, berbagai materi yang disampaikan menjadi bekal penting untuk memperkuat kualitas konten digital kampus agar lebih relevan, kreatif, sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada LLDikti Wilayah I Sumatera Utara yang terus mendukung berbagai program pengembangan kreator konten di UMSU, termasuk UMSU Creator Fest 2026, serta seluruh fakultas, lembaga, dan unit kerja yang aktif membangun kolaborasi.
Webinar Humas Berdampak merupakan bagian dari rangkaian UMSU Creator Fest 2026, program yang dirancang untuk melahirkan kreator-kreator konten positif di lingkungan kampus. Melalui kolaborasi bersama LLDikti Wilayah I Sumatera Utara yang diwakili Armiadi Asamat, S.Sos., M.Si., UMSU terus memperkuat budaya komunikasi digital yang adaptif, inspiratif, dan berdampak.
Di era ketika reputasi dibangun melalui cerita yang menyentuh dan komunikasi yang autentik, webinar ini menjadi pengingat bahwa humas perguruan tinggi bukan sekadar mempublikasikan aktivitas kampus. Lebih dari itu, humas adalah wajah institusi yang menghadirkan nilai, membangun kepercayaan, serta menghubungkan karya-karya perguruan tinggi dengan masyarakat luas. (*)
