SUPREMASI.id – Medan | Sepak bola bukan hanya tentang 90 menit pertandingan di lapangan. Di balik riuh dukungan dari tribun, ada persaudaraan antarsuporter dan perputaran ekonomi masyarakat yang ikut bergerak.
Semangat itulah yang menyertai persiapan laga kandang perdana PSMS Medan pada musim baru. Menghadapi Persiku Kudus pada 20 September 2026, Stadion Utama Sumatera Utara akan menjadi panggung pertemuan dua tim sekaligus menyambut kehadiran suporter tamu.
Kebijakan PSSI terkait kehadiran suporter away mendapat sambutan positif dari Kepala Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan (Kadispora) Sumatera Utara, M. Mahfullah Pratama Daulay, S.STP., M.AP.
Menurut Mahfullah, kebijakan tersebut tidak sekadar memberikan warna dalam pertandingan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi antarsuporter dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar stadion.
Hal itu disampaikannya di area Stadion Mini Pancing, Selasa (15/9/2026).
“Dampak yang dihasilkan akan besar. Bukan hanya penjualan tiket yang laku, tetapi roda perekonomian di area sekitar stadion juga akan terus berputar. Semakin banyak pedagang yang merasakan dampak dari banyaknya pengunjung,” ujar Mahfullah.
Kehadiran suporter dari luar daerah membuat pertandingan sepak bola memiliki efek berantai. Kedatangan penonton berarti meningkatnya aktivitas transportasi, kuliner, hingga penjualan berbagai produk UMKM di sekitar kawasan stadion.
Karena itu, laga PSMS Medan vs Persiku Kudus tidak hanya dipandang sebagai agenda olahraga, tetapi juga momentum bagi masyarakat untuk ikut merasakan manfaat dari geliat pertandingan.
Dispora Sumut pun terus mematangkan berbagai persiapan menjelang laga kandang perdana PSMS Medan tersebut.
“Sarana dan prasarana terus kami perhatikan dan siapkan jelang match home perdana PSMS di musim baru ini. Terlebih lagi suporter tamu akan hadir, kami mempersiapkan tribun penempatan khusus untuk suporter tamu serta fasilitas penunjang lainnya,” kata Mahfullah.
Penataan tribun khusus suporter away menjadi bagian penting untuk memastikan pertandingan berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh penonton.
Mahfullah juga mengajak masyarakat Sumatera Utara untuk datang langsung memberikan dukungan kepada PSMS Medan.
Menurutnya, dukungan dari tribun menjadi energi tersendiri bagi tim berjuluk Ayam Kinantan dalam menjalani kompetisi musim ini.
Namun, dukungan tersebut diharapkan tetap berjalan seiring dengan kesadaran menjaga ketertiban, kebersihan, keamanan, serta fasilitas stadion.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk hadir beramai-ramai ke Stadion Utama Sumatera Utara untuk mendukung tim PSMS Medan. Pesan saya, bersama kita menjaga kebersihan dan fasilitas yang ada demi kenyamanan dan keamanan menonton,” ujarnya.
Ada harapan besar yang diselipkan Mahfullah di balik laga-laga PSMS Medan musim ini: perjalanan menuju level tertinggi sepak bola Indonesia.
“Semoga tahun ini kita bisa promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia,” tutupnya.
Dengan kebijakan suporter away, kesiapan stadion, dan dukungan masyarakat yang terus tumbuh, laga PSMS Medan kontra Persiku Kudus diharapkan menjadi awal yang baik. Bukan hanya untuk perjalanan PSMS di kompetisi, tetapi juga bagi terciptanya budaya sepak bola yang aman, tertib, inklusif, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat Sumatera Utara.(*)
