SUPREMASI.id – Medan | Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) kembali dipercaya menjadi bagian penting dalam agenda internasional Muhammadiyah dengan kesiapan menjadi tuan rumah Istiadat Permasyhuran Duli Yang Teramat Mulia (DYTM) Tuanku Raja Muda Perlis sebagai Konselor Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM).
Kegiatan bergengsi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 12-14 September 2026 di UMSU dan akan dirangkai dengan Konferensi Internasional Next-D. Rangkaian agenda ini tidak sekadar menjadi seremoni kelembagaan, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat jejaring pendidikan tinggi Muhammadiyah antara Indonesia dan Malaysia.
Kesiapan UMSU menjadi tuan rumah dibahas dalam pertemuan yang mempertemukan jajaran pimpinan UMSU dengan pimpinan UMAM, Faizuddin Centre of Educational Excellence (FCOEE), Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah serta sejumlah mitra pendidikan.
Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd., hadir bersama para Wakil Rektor dan Ketua BPH UMSU Prof. Dr. Agissani, M.AP., beserta jajaran. Dari FCOEE hadir YBhg. Prof. Emeritus Datuk Dr. Kamarudin bin Hussin, selaku Pengerusi Eksekutif FCOEE, bersama jajaran.
Pertemuan tersebut juga dihadiri Bendahara Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Dr. Andy Dwiyul Bawono, Timbalan BOD (Board of Directors) UMAM beserta jajaran, Naib Canselor UMAM Dr. Saidul Amin, M.A., serta para Kepala Biro di lingkungan UMSU.
Momentum Memperkuat Kolaborasi Indonesia-Malaysia
Bagi UMSU, penyelenggaraan Istiadat Permasyhuran Tuanku Raja Muda Perlis sebagai Konselor UMAM memiliki makna yang lebih luas daripada sebuah agenda seremonial.
Kegiatan ini menjadi simbol semakin eratnya hubungan kelembagaan Muhammadiyah di Indonesia dan Malaysia sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih besar di bidang pendidikan, penelitian, inovasi, pengembangan sumber daya manusia, hingga kerja sama internasional.
Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd., menegaskan bahwa penyelenggaraan agenda tersebut merupakan kesempatan penting bagi UMSU untuk mengambil peran dalam memperkuat kerja sama pendidikan tinggi di kawasan regional.
“Bagi UMSU, kegiatan ini sangat penting karena bukan hanya menjadi bagian dari agenda besar Muhammadiyah, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kerja sama akademik dan kelembagaan antara Indonesia dan Malaysia. Kami ingin memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat yang luas bagi pengembangan pendidikan, penelitian, serta sumber daya manusia,” ujar Prof. Akrim.
Menurutnya, kepercayaan kepada UMSU sebagai tuan rumah juga menjadi bagian dari komitmen universitas untuk terus memperluas jejaring internasional.
“UMSU berkomitmen untuk terus membangun kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi dan institusi di tingkat regional maupun global. Kehadiran UMAM dan para mitra dalam kegiatan ini menjadi peluang untuk melahirkan kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan,” tambahnya.
Konferensi Internasional Next-D Perkuat Dimensi Akademik
Rangkaian Istiadat Permasyhuran Tuanku Raja Muda Perlis sebagai Konselor UMAM juga akan diperkuat dengan penyelenggaraan Konferensi Internasional Next-D.
Konferensi ini diharapkan menjadi ruang pertemuan akademisi, peneliti, praktisi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk bertukar gagasan mengenai perkembangan pendidikan serta berbagai isu strategis yang menjadi perhatian masyarakat global.
Kehadiran konferensi internasional dalam rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa kerja sama pendidikan tinggi tidak berhenti pada hubungan kelembagaan, tetapi diarahkan pada pertukaran pengetahuan dan gagasan yang dapat menghasilkan kontribusi nyata.
Bagi UMSU, forum tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi akademik, riset, inovasi, serta sumber daya manusia yang dimiliki kepada jejaring pendidikan tinggi di tingkat internasional.
UMSU Perkuat Peran di Tingkat Regional
Dalam beberapa tahun terakhir, UMSU terus memperluas kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan dan mitra internasional. Penyelenggaraan agenda internasional bersama UMAM menjadi bagian dari langkah tersebut.Kehadiran pimpinan UMSU, UMAM, FCOEE, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dan berbagai unsur terkait menunjukkan bahwa agenda September mendatang memiliki dimensi strategis bagi pengembangan ekosistem pendidikan Muhammadiyah lintas negara.
Melalui kegiatan tersebut, UMSU tidak hanya mempersiapkan diri sebagai tuan rumah yang sukses secara teknis, tetapi juga berupaya memastikan setiap pertemuan dan forum akademik dapat menghasilkan peluang kerja sama baru.
Istiadat Permasyhuran DYTM Tuanku Raja Muda Perlis sebagai Konselor UMAM dan Konferensi Internasional Next-D pada 12-14 September 2026 diharapkan menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan UMSU dan UMAM sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi Muhammadiyah dalam membangun kerja sama pendidikan Indonesia-Malaysia.
Bagi UMSU, agenda tersebut menjadi langkah nyata untuk terus bergerak dari jejaring regional menuju kolaborasi akademik yang semakin luas di tingkat internasional.(*)
