SUPREMASI.id – Medan | Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) di bidang kewirausahaan. Tim NatCool Ecobox dari Pusat Kewirausahaan Inovasi dan Inkubator Bisnis (PUSKIIBI) UMSU berhasil meraih Juara 1 Kompetisi Pitching Bisnis Bursa Wirausaha Unggulan Sumatera Utara 2026.
Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa inovasi mahasiswa UMSU tidak hanya mampu tumbuh di lingkungan kampus, tetapi juga mampu berkompetisi dan mendapat pengakuan dalam ajang kewirausahaan berskala nasional.
Kompetisi tersebut merupakan bagian dari kegiatan Bursa Wirausaha Unggulan Sumatera Utara 2026 yang diselenggarakan Kementerian UMKM RI dengan mengusung tema “Berani Mulai, Bertumbuh, Siap Berdampak”. Kegiatan digelar di Universitas Sumatera Utara (USU), Kamis (20/8/2026).
Keberhasilan NatCool Ecobox terasa semakin istimewa karena kompetisi tersebut menjadi ruang pertemuan para pelaku usaha, calon wirausaha muda, pemerintah, akademisi, lembaga pembiayaan, hingga mitra pengembangan usaha. Di tengah persaingan tersebut, tim mahasiswa UMSU mampu menunjukkan gagasan bisnis yang dinilai unggul.
Ketua PUSKIIBI UMSU, Assoc. Prof. Dr. Dewi Andriany, S.E., M.M., menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraih NatCool Ecobox. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan kualitas tenant binaan PUSKIIBI UMSU semakin mampu bersaing pada level yang lebih luas.
“Alhamdulillah, prestasi ini menunjukkan bahwasannya tenant PUSKIIBI UMSU mampu bersaing pada ajang bergengsi tingkat nasional. InsyaAllah ke depannya mereka ini menjadi pelaku wirausaha yang berdampak bagi masyarakat,” ungkap Dewi.
Ia menjelaskan, NatCool Ecobox merupakan salah satu tim yang mendapatkan Pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026. Tim tersebut mendapatkan pendampingan dari Dr. Mutia Arda, M.Si., yang juga merupakan dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMSU.
Tim NatCool Ecobox diketuai Nida Aulia, mahasiswa Sains Data Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FIKTI) UMSU. Ia berkolaborasi dengan Feryandi, mahasiswa Sains Data FIKTI; Annisah Rosalim, mahasiswa Ilmu Administrasi Publik FISIP; serta Nurlayli Rahduni, mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP.
Kolaborasi lintas bidang tersebut menjadi salah satu kekuatan tim dalam mengembangkan dan mempresentasikan gagasan bisnisnya. Perpaduan kompetensi teknologi, administrasi publik, dan komunikasi memberikan ruang bagi mahasiswa untuk tidak hanya memikirkan produk, tetapi juga aspek pengembangan bisnis dan kebermanfaatannya.
Apresiasi Pimpinan UMSU
Wakil Rektor UMSU Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Assoc. Prof. Dr. Faisal, S.H., M.Hum., yang mewakili Rektor UMSU, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Tim NatCool Ecobox.Ia menilai prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan kewirausahaan di UMSU mampu melahirkan mahasiswa yang kreatif, kompetitif, dan berani membawa gagasannya ke ruang kompetisi yang lebih luas.
“Alhamdulillah, kita sangat bersyukur dan mengapresiasi capaian yang diraih Tim NatCool Ecobox. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa UMSU memiliki kemampuan untuk menghasilkan gagasan bisnis yang inovatif sekaligus berani berkompetisi di tingkat nasional,” ujar Faisal.
Menurutnya, kemenangan tersebut tidak semata-mata menjadi kebanggaan bagi tim, tetapi juga menjadi motivasi bagi mahasiswa UMSU lainnya untuk berani mengembangkan ide dan mengubahnya menjadi produk maupun usaha yang memiliki nilai tambah.
Faisal berharap keberhasilan NatCool Ecobox dapat menjadi langkah awal untuk membawa usaha tersebut berkembang lebih jauh, baik dari sisi inovasi, pemasaran maupun jejaring kemitraan.
“Kami berharap prestasi ini tidak berhenti pada kemenangan dalam kompetisi. NatCool Ecobox harus terus dikembangkan menjadi usaha yang berkelanjutan, memiliki pasar yang lebih luas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kampus akan terus mendorong mahasiswa agar tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja dan pelaku usaha yang berdampak,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya keberanian mahasiswa untuk mengikuti berbagai kompetisi dan program pengembangan kewirausahaan. Menurutnya, pengalaman berkompetisi akan memperkuat mental, kemampuan presentasi, kreativitas, serta kemampuan mahasiswa dalam membaca kebutuhan pasar.
“Ini juga menjadi pesan bagi mahasiswa lainnya bahwa ide yang baik harus berani diuji. Jangan takut memulai, terus belajar, membangun jejaring, menerima masukan, dan melakukan inovasi. InsyaAllah dari proses seperti itu akan lahir wirausaha muda UMSU yang tangguh dan berdaya saing,” tambah Faisal.
Kembangkan Ekosistem Wirausaha
Bursa Wirausaha Unggulan Sumatera Utara 2026 tidak hanya menjadi arena kompetisi pitching bisnis. Kegiatan tersebut dirancang sebagai bagian dari penguatan ekosistem kewirausahaan di Indonesia dengan mempertemukan pelaku UMKM dan calon wirausaha dengan berbagai pemangku kepentingan.
Kegiatan dihadiri Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman, Gubernur Sumatera Utara M. Bobby Afif Nasution, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Wakil Kepala BRIN Prof. Dr. Ir. Amarulla Octavian, M.Sc., Rektor USU Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., serta Deputi Bidang Kewirausahaan M. Riza Damanik.
Bursa Wirausaha Unggulan Sumatera Utara merupakan bagian dari rangkaian program pengembangan wirausaha yang dilaksanakan di tujuh provinsi di Indonesia. Sumatera Utara menjadi provinsi ketiga setelah Bali dan Jakarta.
Sekitar 1.000 pelaku UMKM dan calon wirausaha muda ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Dari jumlah itu, sekitar 500 UMKM mengikuti inkubasi pembiayaan yang melibatkan Bank Mandiri, Bank BPN, BNI, Bank Sumut, dan Next Indonesia.
Program tersebut diarahkan untuk memperluas akses pembiayaan sekaligus meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam mengelola keuangan.Sementara sekitar 500 peserta lainnya mengikuti inkubasi berbasis teknologi dan peningkatan kompetensi melalui 11 lembaga inkubator di Sumatera Utara, termasuk USU.
Materi pengembangan mencakup peningkatan kualitas produk, pemanfaatan teknologi, pemasaran, hingga produktivitas usaha.Penguatan ekosistem usaha juga dilakukan melalui business matching, expo, serta akad massal Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Sebanyak delapan pelaku UMKM terpilih mendapatkan kesempatan mengikuti business matching untuk membuka peluang kerja sama usaha secara berkelanjutan.
Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman dalam kesempatan tersebut memberikan arahan mengenai pentingnya memperkuat ekosistem UMKM dan kewirausahaan nasional. Para pelaku usaha didorong tidak hanya memiliki keberanian untuk memulai usaha, tetapi juga mampu bertumbuh dan menghadirkan dampak yang lebih luas.Rangkaian kegiatan turut diisi kunjungan ke Expo Island yang menampilkan berbagai produk wirausaha, serta Inspirational Talk & Sharing Session bersama sejumlah pakar dan praktisi.
Para peserta juga memperoleh akses terhadap jejaring usaha, pembiayaan, legalitas dan perizinan, sertifikasi, pendampingan, hingga kesempatan mengikuti business pitching di hadapan mitra strategis.
Di tengah agenda besar penguatan kewirausahaan tersebut, kemenangan NatCool Ecobox menjadi catatan tersendiri bagi UMSU. Prestasi itu memperlihatkan bahwa pembinaan yang mempertemukan mahasiswa, dosen pendamping, inkubator bisnis, pendanaan, dan kompetisi dapat melahirkan talenta wirausaha muda yang siap naik kelas.
Bagi UMSU, keberhasilan NatCool Ecobox sekaligus memperkuat komitmen kampus dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang mendorong mahasiswa untuk berani memulai, bertumbuh melalui inovasi, dan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.(*)
