SUPREMASI.id – Suasana haru menyelimuti prosesi wisuda hari ketiga Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) yang digelar di Selecta Convention Hall, Medan, Kamis (25/6/2026). Di tengah senyum para lulusan yang menandai berakhirnya perjalanan akademik mereka, air mata kebahagiaan juga tampak mengalir dari orangtua, keluarga, hingga para pimpinan yang hadir.
Momen paling mengharukan hadir ketika lagu persembahan untuk orangtua diperdengarkan dan sejumlah mahasiswa berprestasi menyampaikan kisah perjuangan mereka meraih gelar sarjana. Cerita tentang pengorbanan, doa, dan dukungan keluarga membuat suasana aula berubah menjadi lautan emosi.
Rektor UMSU, Prof. Dr. Akrim, M.Pd, menyebut hari wisuda sebagai hari penuh kebahagiaan yang menghadirkan dua senyum sekaligus.Senyum pertama adalah senyum para mahasiswa yang berhasil menyelesaikan studi setelah melewati berbagai ujian dan tantangan. Senyum kedua adalah senyum orangtua yang akhirnya menyaksikan anak-anak mereka menyandang gelar sarjana.
“Ada dua senyum pada hari ini. Pertama, senyum karena sudah selesai dan tidak ada lagi ujian. Yang kedua, senyum dari kedua orang tua karena anaknya telah menjadi sarjana,” ujar Akrim.
Di balik suasana emosional tersebut, Rektor juga menyampaikan berbagai capaian yang berhasil diraih UMSU sepanjang tahun 2026.
Menurutnya, prestasi nasional dan internasional yang terus bertambah menjadi bukti bahwa kampus ini semakin diperhitungkan di tingkat global.
Salah satu pencapaian yang membanggakan adalah pengakuan sebagai kampus Islam terbaik di dunia versi UniRank, disertai berbagai rekognisi internasional lainnya seperti QS Stars, Times Higher Education (THE) Impact Ranking, World University Ranking, hingga pengakuan MQA Malaysia.
UMSU juga telah mengantongi akreditasi internasional FIBAA untuk empat program studi, masing-masing dua program studi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta dua program studi di Fakultas Agama Islam. Terbaru, UMSU kembali memperoleh rekognisi internasional melalui Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Rankings 2026.
“Yang menjadi keunggulan kita adalah program kelas internasional dan internasionalisasi kampus. Ini tentu menjadi kebanggaan kita sebagai alumni UMSU,” katanya.
Untuk diketahui, sepanjang tahun 2026, UMSU mencatat 17 prestasi internasional, 32 prestasi nasional, dan dua prestasi regional, yang semakin mengukuhkan posisi kampus sebagai salah satu perguruan tinggi unggulan di Indonesia.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara (PWM Sumut), Prof. Dr. Hasyimsyah Nasution, MA, dalam pesan dan kesannya mengaku setiap menghadiri wisuda UMSU dirinya selalu terbawa perasaan dan teringat pada jasa kedua orangtua.
“Saya senang datang ke wisuda UMSU ini karena selalu membuat saya menangis dan mengingat orangtua. Luar biasa,” ujarnya di hadapan ratusan wisudawan dan keluarga.
Menurutnya, wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan momentum untuk mengenang perjuangan panjang yang telah dilalui bersama keluarga. Karena itu, ia berpesan agar para lulusan tetap menjaga ikatan dengan almamater dan Muhammadiyah.
“Tetap mencintai UMSU, tetap mencintai Muhammadiyah. Semua universitas besar karena mahasiswa dan alumninya. UMSU ini sudah terdepan sehingga harus terus maju dan tetap terdepan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Hasyimsyah juga mengingatkan pentingnya mengamalkan ilmu yang telah diperoleh. Ia mengutip Surah Al-Mujadilah ayat 11 yang menegaskan bahwa Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu.
Di antara ratusan wisudawan, kisah perjuangan Ahmad Bayu Sulistyo menjadi salah satu yang menyentuh hati. Ia menceritakan bagaimana dirinya harus merawat sang ibu yang sakit sebelum memasuki masa perkuliahan. Namun kondisi tersebut tidak membuatnya menyerah mengejar pendidikan.
Dengan suara yang bergetar, Bayu mengajak teman-temannya untuk terus menuntut ilmu setinggi mungkin.“Kuliahlah setinggi-tingginya, karena ilmu akan membawamu pada kebaikan,” tuturnya.
Cerita inspiratif juga datang dari Raisa Ariani, wisudawati penerima beasiswa Online Scholarship Competition (OSC). Sejak awal, ia telah menjadikan UMSU sebagai pilihan utama untuk melanjutkan pendidikan.
“Saya berhasil mendaftar di UMSU sebagai penerima OSC. Ini adalah langkah awal. UMSU adalah first choice bagi saya,” katanya.
Selama menempuh pendidikan, Raisa memperoleh kesempatan mengikuti program pertukaran mahasiswa ke Taiwan, sebuah pengalaman yang sebelumnya hanya menjadi impiannya. Tidak hanya itu, ia juga berhasil meraih medali perunggu pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), sebuah prestasi yang menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademiknya.Pada hari ketiga wisuda ini, UMSU meluluskan 806 sarjana yang berasal dari empat fakultas, yakni 137 lulusan Fakultas Pertanian, 298 lulusan Fakultas Hukum, 299 lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), serta 72 lulusan Fakultas Teknik.
Prosesi wisuda UMSU tahun 2026 berlangsung selama tiga hari, 23–25 Juni, di Selecta Convention Hall, Medan. Secara keseluruhan, ribuan lulusan dilepas untuk memasuki dunia profesional dan pengabdian di tengah masyarakat.
Di penghujung acara, tepuk tangan panjang mengiringi langkah para wisudawan meninggalkan ruang wisuda. Bagi mereka, hari itu bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari babak baru kehidupan.
Sementara bagi para orangtua, senyum dan air mata yang mengiringi prosesi wisuda menjadi hadiah atas perjuangan panjang yang akhirnya berbuah kebanggaan. (*)
