SUPREMASI.id – Medan | Penguatan kepemimpinan Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) memasuki babak baru. Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd. melantik Assoc. Prof. Dr. Zainuddin, S.H., M.H. sebagai Dekan Fakultas Hukum UMSU dan Benito Asdhie Kodiyat MS, S.H., M.H. sebagai Wakil Dekan I Bidang Akademik FH UMSU Periode 2026 – 2030 , Selasa (15/9/2026).
Pelantikan berlangsung di Auditorium Kampus Utama UMSU, Jalan Muchtar Basri No. 3 Medan, dan disaksikan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dr. H. Agung Danarto, M.Ag. Momentum tersebut menjadi bagian dari pelantikan sejumlah pejabat akademik dan administrasi di lingkungan UMSU.
Bagi Fakultas Hukum UMSU, pelantikan Zainuddin dan Benito bukan sekadar pergantian struktur kepemimpinan. Dua posisi strategis tersebut diharapkan memperkuat kualitas akademik, tata kelola, serta kontribusi FH UMSU dalam pengembangan pendidikan hukum dan pengabdian kepada masyarakat.
Rektor UMSU Prof. Akrim memimpin langsung pengambilan sumpah dan pelantikan. Sebelumnya, Surat Keputusan Rektor dibacakan Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Keuangan Prof. Dr. Muhammad Qorib, M.A.
Sebagai Dekan FH UMSU, Assoc. Prof. Dr. Zainuddin, S.H., M.H. kini mengemban tanggung jawab untuk mengarahkan perkembangan fakultas, termasuk memperkuat kualitas pendidikan hukum, penelitian, pengabdian masyarakat, serta jejaring kerja sama.
Sementara itu, Benito Asdhie Kodiyat MS, S.H., M.H. dipercaya sebagai Wakil Dekan I Bidang Akademik. Posisi tersebut memiliki peran penting dalam memastikan penguatan proses akademik dan peningkatan mutu pembelajaran di lingkungan Fakultas Hukum.
Keduanya menjadi bagian dari barisan pimpinan baru yang diharapkan mampu membawa FH UMSU semakin adaptif terhadap perkembangan dunia hukum, pendidikan tinggi, dan kebutuhan masyarakat.
Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd. menjelaskan bahwa pelantikan kali ini mencakup jabatan akademik dan struktural administratif. Menurutnya, penguatan struktur merupakan bagian dari kebutuhan UMSU yang terus berkembang. Salah satu kebijakan baru adalah pelantikan kepala biro secara bersamaan.
Jumlah kepala biro juga bertambah dari enam menjadi sebelas. Penambahan tersebut dilakukan untuk memperkuat tata kelola sekaligus menyesuaikan meningkatnya kebutuhan pelayanan akademik dan administrasi.
“Tradisi ini akan kita lanjutkan untuk memberikan semangat dan motivasi. Selamat dan tahniah setinggi-tingginya kepada seluruh pejabat yang dilantik,” kata Akrim.
Ia berharap para pejabat baru mampu memperkuat koordinasi dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kinerja universitas. Dukungan keluarga juga dinilai penting karena amanah kepemimpinan menuntut curahan waktu, tenaga dan pikiran.
Prof. Akrim juga menegaskan bahwa pendidikan Muhammadiyah tidak hanya berfungsi sebagai institusi pendidikan, tetapi memiliki tiga misi utama, yaitu pendidikan, dakwah dan kaderisasi.Karena itu, keberhasilan UMSU tidak cukup diukur dari jumlah mahasiswa baru. Kualitas lulusan dan kontribusi alumni di tengah masyarakat juga menjadi ukuran penting.
Prof. Akrim juga mengajak seluruh keluarga besar UMSU menjaga kekompakan dalam mempersiapkan dukungan untuk Muktamar Muhammadiyah 2027.
“Kita harus siap mendukung Muktamar Muhammadiyah 2027 secara kompak. UMSU siap menyukseskan pelaksanaan muktamar,” tegasnya.
Pelantikan Zainuddin sebagai Dekan dan Benito sebagai Wakil Dekan I menjadi
Dengan kepemimpinan baru di Fakultas Hukum dan penguatan struktur di berbagai lini, UMSU kini menatap fase berikutnya: memperkokoh mutu akademik, memperkuat tata kelola, melahirkan kader Muhammadiyah, serta memperluas kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat.
Bagi FH UMSU, amanah baru yang diterima Zainuddin dan Benito menjadi bagian dari perjalanan untuk menjadikan fakultas semakin kuat, adaptif dan berdaya saing sejalan dengan harapan PP Muhammadiyah agar UMSU terus tumbuh sebagai mercusuar keunggulan dan peradaban.
Pelantikan tersebut juga berlangsung dalam pesan besar PP Muhammadiyah kepada seluruh pejabat baru UMSU. PP Muhammadiyah Dr. H. Agung Danarto, M.Ag dalam arahannya mendorong UMSU terus berkembang sebagai pusat keunggulan Muhammadiyah.
“UMSU sebagai kampus Islam terbaik di dunia tentunya menjadi pusat keunggulan Muhammadiyah di Indonesia. Mari kita dorong terus menjadi mercusuar yang unggul dan utama,” ujarnya.
Agung mengingatkan, jabatan di lingkungan Muhammadiyah bukan sekadar posisi struktural. Setiap amanah harus dijalankan dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai perjuangan persyarikatan.
Menurutnya, UMSU merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Muhammadiyah dengan tiga pilar penting, yakni pemahaman dan pengamalan risalah Islam, penguatan umat dan jemaah, serta pembinaan jam’iyah atau organisasi.
“Umat dan jemaah menjadi penting karena tujuan kita adalah mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Begitu juga dengan jam’iyah, yakni membina dan memperkuat organisasi,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya tauhid sebagai fondasi bagi setiap warga Muhammadiyah dalam menjalankan kehidupan dan amanah kepemimpinan.
“Tauhid yang murni berarti seluruh muamalah dan ibadah diperuntukkan hanya kepada Allah SWT. Tauhid menjadi dasar kehidupan manusia di dunia,” ujarnya.
Agung mengingatkan para pejabat yang dilantik bahwa kepemimpinan harus menghadirkan manfaat.“Sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat kepada orang lain. Menjadi pimpinan merupakan bagian dari jihad perjuangan menegakkan agama. Muara tujuannya adalah mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya,” ungkapnya.
Pesan tersebut menjadi relevan bagi jajaran pimpinan fakultas, termasuk Dekan dan Wakil Dekan FH UMSU, dalam menjalankan amanah akademik sekaligus menjaga nilai-nilai Muhammadiyah di lingkungan kampus.
Selain Dekan dan Wakil Dekan I FH UMSU, pelantikan juga mencakup sejumlah pimpinan program studi, sekretaris program studi, kepala bagian, kepala biro dan kepala unit kerja.(*)
