SUPREMASI.id – Medan | Memasuki dunia perkuliahan bukan sekadar berpindah dari bangku sekolah ke ruang-ruang akademik. Bagi mahasiswa baru Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FH UMSU), masa awal perkuliahan juga menjadi kesempatan untuk menemukan lingkungan baru, membangun persaudaraan, mengenal organisasi, sekaligus menyiapkan diri menjadi generasi hukum yang memiliki karakter dan integritas.
Semangat itulah yang terasa dalam kegiatan Masa Ta’aruf (MASTA) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Hukum UMSU, Rabu, 30 September 2026.
Mengusung tema “Mengenal Untuk Bersatu, Bersatu Untuk Bergerak, Bergerak Untuk Berdampak: Membangun Generasi Hukum yang Berkarakter dan Berintegritas”, kegiatan tersebut menjadi ruang perkenalan sekaligus pembekalan bagi mahasiswa untuk memahami kehidupan akademik dan organisasi di lingkungan FH UMSU.
Kegiatan MASTA dihadiri Pimpinan Fakultas Hukum UMSU, yakni Dekan Assoc. Prof. Dr. Zainuddin, S.H., M.H., Wakil Dekan I Dr. Benito Asdhie Kodiyat MS, S.H., M.H., Wakil Dekan III Assoc. Prof. Dr. Atikah Rahmi, S.H., M.H., para kepala bagian, Laboratorium Hukum, tenaga pendidik, serta Pimpinan Komisariat IMM Fakultas Hukum UMSU.
Sejumlah senior dan alumni IMM Fakultas Hukum UMSU juga turut hadir, di antaranya Zefrizal, S.H., M.H.
Bagi Zefrizal, MASTA bukan sekadar kegiatan penyambutan mahasiswa baru. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan pintu awal bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat lingkungan kampus, kehidupan organisasi, serta nilai-nilai Kemuhammadiyahan yang menjadi bagian dari identitas mahasiswa UMSU.
Ia mengingatkan mahasiswa baru agar tidak melihat masa kuliah hanya sebagai perjalanan mengejar nilai dan gelar akademik.
Kampus, menurutnya, merupakan ruang yang jauh lebih luas untuk membangun karakter, memperluas jaringan pertemanan, mengasah kemampuan kepemimpinan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap persoalan sosial.
Pesan tersebut menjadi relevan bagi mahasiswa Fakultas Hukum. Sebab, kelak mereka tidak hanya dituntut memahami pasal, teori, dan berbagai konsep hukum, tetapi juga diharapkan mampu melihat persoalan masyarakat dengan perspektif yang lebih luas.
Semangat serupa disampaikan Dekan FH UMSU Assoc. Prof. Dr. Zainuddin. Ia mengapresiasi pelaksanaan MASTA yang digelar IMM Fakultas Hukum UMSU sebagai bagian dari proses pengenalan mahasiswa terhadap lingkungan akademik dan organisasi.
Menurutnya, masa perkuliahan harus dimanfaatkan mahasiswa untuk terus belajar sekaligus mengembangkan diri melalui berbagai aktivitas positif.
“Mahasiswa Fakultas Hukum harus menjadi generasi yang tidak hanya memahami hukum, tetapi juga memiliki karakter dan integritas. Karena itu, manfaatkan masa mahasiswa untuk belajar, berorganisasi, membangun jaringan, dan melakukan kegiatan yang memberikan dampak positif,” ujar Zainuddin.
Ia menegaskan, kemampuan akademik saja tidak cukup untuk membentuk seorang sarjana hukum yang berkualitas. Mahasiswa juga perlu membangun karakter, integritas, kemampuan kepemimpinan, serta kepekaan terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Pesan itu sekaligus menjadi ruh dari tema MASTA IMM FH UMSU tahun ini.
Mengenal menjadi langkah pertama. Dari proses mengenal, tumbuh rasa saling memahami dan menghargai. Dari sana lahir persatuan. Persatuan kemudian menjadi energi untuk bergerak, sementara setiap gerakan diharapkan menghadirkan dampak yang nyata.
Dengan demikian, MASTA tidak berhenti pada aktivitas seremonial. Ada harapan agar mahasiswa baru mulai menemukan perannya sebagai bagian dari komunitas akademik, organisasi mahasiswa, sekaligus keluarga besar Muhammadiyah.
Zainuddin juga berharap IMM Fakultas Hukum UMSU terus menjadi ruang pembinaan mahasiswa yang mampu melahirkan kader dengan wawasan keislaman, keilmuan, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.
Melalui organisasi, mahasiswa memiliki ruang untuk belajar menyampaikan gagasan, bekerja bersama, menyelesaikan persoalan, sekaligus menguji nilai-nilai yang diperoleh di ruang kuliah dalam kehidupan nyata.
Pada akhirnya, perjalanan menjadi mahasiswa hukum bukan hanya tentang seberapa banyak teori yang mampu dikuasai, tetapi juga tentang bagaimana pengetahuan tersebut membentuk sikap dan keberanian untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat.
MASTA IMM FH UMSU pun menjadi salah satu langkah awal menuju proses tersebut: mengenal untuk bersatu, bersatu untuk bergerak, dan bergerak untuk memberi dampak.(*)
