SUPREMASI.id – Medan|Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) terus memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi tahapan Penilaian Kemajuan Pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKP2) PKM 2026. Langkah tersebut dilakukan melalui kegiatan Simulasi PKP2 PKM 2026 bertema “Presentasi Berkualitas: Penguatan Tim PKM Menuju Nasional (PIMNAS)” yang digelar secara daring, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Student Research and Creativity Center (SRCC) UMSU ini menjadi bagian dari pembinaan intensif terhadap 12 tim PKM UMSU yang mendapatkan pendanaan PKM 2026. Simulasi dirancang untuk membiasakan mahasiswa menghadapi proses evaluasi, sekaligus mengasah kemampuan menyampaikan hasil program secara sistematis, singkat, berbasis data, dan meyakinkan.
Ketua SRCC UMSU, Dr. Fatimah Sari Siregar, S.Pd., M.Hum., bersama reviewer internal PKM UMSU Assoc. Prof. Dr. dr. Humairah Medina Liza Lubis, M.Ked (PA)., Sp.PA dan Dr. Edy Suprayetno, M.Pd., terlibat dalam proses pendampingan dan evaluasi.
Para dosen pendamping PKM 2026 juga mengikuti kegiatan tersebut untuk memberikan penguatan kepada masing-masing tim. Sementara itu, mahasiswa dari 12 tim PKM memperoleh kesempatan melakukan simulasi presentasi sebagaimana tahapan yang akan dihadapi dalam PKP2.
Latihan Presentasi dengan Standar Evaluasi
Dalam simulasi, setiap tim mempresentasikan perkembangan program yang telah dilaksanakan. Materi yang disampaikan meliputi latar belakang, tujuan, metode pelaksanaan, capaian kegiatan, hasil, hingga potensi luaran program.
Beragam gagasan mahasiswa ditampilkan dalam sesi tersebut, mulai dari kajian sosial dan budaya, pelestarian nilai kearifan lokal, hingga pemanfaatan data dan teknologi untuk menjawab persoalan di tengah masyarakat.
Setelah presentasi, reviewer memberikan evaluasi secara langsung. Penilaian tidak hanya menyentuh substansi program, tetapi juga mencakup teknik komunikasi, ketepatan penggunaan waktu, alur penyampaian materi, kualitas bahan tayang, kejelasan data, hingga kemampuan mahasiswa menjawab pertanyaan.
Model pendampingan seperti ini menjadi penting karena keberhasilan PKM tidak cukup hanya ditentukan oleh gagasan yang inovatif. Setiap tim juga harus mampu mempertanggungjawabkan proses dan hasil program melalui komunikasi ilmiah yang efektif.
Mahasiswa dilatih menjelaskan program secara ringkas, logis, dan berbasis bukti. Mereka juga diarahkan untuk memahami setiap detail kegiatan sehingga mampu memberikan jawaban yang tepat ketika menghadapi pertanyaan evaluator.
Reviewer Soroti Substansi dan Teknik Penyampaian
Selama proses evaluasi, sejumlah aspek menjadi perhatian utama reviewer. Di antaranya penguatan latar belakang, konsistensi antara tujuan dan hasil kegiatan, ketajaman metode, penyajian capaian, serta kejelasan luaran yang dihasilkan.
Kemampuan mengelola waktu presentasi juga menjadi bagian penting dalam simulasi. Mahasiswa dituntut mampu memilih informasi paling relevan sehingga materi yang disampaikan tetap padat tanpa kehilangan substansi.
Masukan tersebut langsung dicatat oleh masing-masing tim sebagai bahan perbaikan. Dengan latihan berulang, mahasiswa dapat mengetahui bagian yang masih lemah sebelum memasuki tahapan PKP2 PKM 2026 yang sesungguhnya.
Ketua SRCC UMSU, Dr. Fatimah Sari Siregar, S.Pd., M.Hum., menegaskan bahwa simulasi merupakan bagian dari strategi pembinaan agar mahasiswa semakin siap menghadapi evaluasi.
“Simulasi ini menjadi bagian penting untuk memastikan setiap tim tidak hanya memiliki program yang baik, tetapi juga mampu mempresentasikan proses, capaian, dan luaran secara berkualitas. Kami ingin mahasiswa lebih percaya diri, mampu menjawab pertanyaan reviewer, dan siap menghadapi PKP2 sebagai salah satu tahapan menuju PIMNAS,” ucap Dr Fatimah.
Menyiapkan Tim UMSU Menuju PIMNAS
Bagi mahasiswa, simulasi PKP2 bukan sekadar latihan presentasi. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menguji kesiapan tim secara menyeluruh, mulai dari penguasaan substansi hingga kemampuan bekerja sama dalam menyampaikan hasil program.
Latihan yang dilakukan secara berkelanjutan juga diharapkan mampu membangun kepercayaan diri mahasiswa. Mereka dapat mengenali kelemahan presentasi sejak dini, memperbaiki materi, sekaligus menyiapkan strategi menghadapi berbagai kemungkinan pertanyaan evaluator.
Melalui pendampingan intensif, UMSU berupaya membangun budaya akademik yang mendorong kreativitas, inovasi, kemampuan berpikir kritis, serta komunikasi ilmiah mahasiswa.
Simulasi PKP2 PKM 2026 menjadi salah satu langkah konkret SRCC UMSU dalam mengawal 12 tim penerima pendanaan PKM 2026 agar mampu melewati setiap tahapan evaluasi dengan optimal.
Dengan persiapan yang semakin matang, UMSU menargetkan tim-tim PKM tidak hanya mampu menyelesaikan program dengan baik, tetapi juga memiliki daya saing untuk melangkah ke tingkat nasional dan berkompetisi di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS).
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen UMSU dalam memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan, menguji inovasi, meningkatkan kemampuan komunikasi ilmiah, serta membawa nama universitas melalui prestasi di tingkat nasional.(*)
