SUPREMASI.id – Muktamar Muhammadiyah-Aisyiyah 2027Komitmen memperkuat kolaborasi antarkampus kembali ditunjukkan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dan Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat UMSU, Jalan Muchtar Basri No. 3 Medan, Jumat (31/7), menjadi momentum mempererat sinergi dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus mempertegas dukungan bersama menyukseskan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah 2027 yang akan digelar di Kota Medan.
Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd menerima langsung kunjungan silaturahmi jajaran pimpinan UMN Al Washliyah yang dipimpin Rektor Prof. Dr. H. Firmansyah, M.Si. Pertemuan berlangsung hangat dengan semangat membangun kolaborasi yang lebih luas demi kemajuan pendidikan tinggi di Sumatera Utara.
Rektor UMN Al Washliyah menyampaikan apresiasi atas perkembangan UMSU yang dinilai semakin pesat. Berbagai capaian, mulai dari hadirnya program studi berakreditasi internasional hingga pengakuan sebagai perguruan tinggi Islam terbaik dunia versi UniRank 2026, menjadi bukti konsistensi UMSU dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lain untuk terus berbenah dan memperkuat daya saing di tingkat nasional maupun internasional.Pada kesempatan itu, Prof. Firmansyah juga menyatakan kesiapan UMN Al Washliyah untuk mengambil bagian dalam menyukseskan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah 2027.
“Mohon arahan mengenai apa yang dapat kami bantu demi suksesnya Muktamar Muhammadiyah. Berpartisipasi bersama UMSU dalam agenda besar tersebut merupakan kehormatan bagi kami,” ujarnya.
Ia berharap hubungan kedua perguruan tinggi semakin erat sehingga mampu berjalan beriringan dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Sumatera Utara.
“Kami berharap dapat terus seiring sejalan mengikuti perkembangan UMSU yang dari masa ke masa terus melejit menjadi perguruan tinggi terdepan di Sumatera Utara bahkan di tingkat dunia,” katanya.
Selain itu, UMN Al Washliyah juga mengapresiasi langkah UMSU dalam mengembangkan bidang kesehatan, termasuk keberhasilan mengakuisisi STIKes dan memperkuat Program Studi Farmasi. Pengalaman tersebut dinilai sangat berharga karena UMN Al Washliyah memiliki rencana membuka Fakultas Kedokteran.
“Kami berharap UMSU dapat membantu membuka jalan dan menjadi kampus pembina karena salah satu persyaratan pembukaan Fakultas Kedokteran adalah adanya pendampingan dari perguruan tinggi dan fakultas yang unggul,” ungkapnya.
Pertemuan tersebut sekaligus membahas perpanjangan Nota Kesepahaman (MoU), penguatan kerja sama Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta rencana pendampingan UMSU terhadap proses pendirian Fakultas Kedokteran di UMN Al Washliyah.
Menanggapi hal itu, Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd menegaskan bahwa perguruan tinggi swasta yang berada di bawah naungan organisasi kemasyarakatan bukanlah kompetitor, melainkan mitra strategis yang memiliki tanggung jawab bersama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, UMSU saat ini menempatkan riset, inovasi, dan internasionalisasi sebagai fokus utama pengembangan kampus. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi menjadi kebutuhan penting agar manfaat pendidikan tinggi semakin luas dirasakan masyarakat.
Prof. Akrim juga mengajak UMN Al Washliyah memperluas bentuk kerja sama, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga melalui pengembangan usaha-usaha produktif yang mampu memperkuat kemandirian perguruan tinggi.
“Kami ingin mengajak UMN berkolaborasi mengembangkan usaha-usaha produktif. Salah satu target kami adalah diversifikasi usaha dan pendapatan agar perguruan tinggi semakin mandiri,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kerja sama antara UMSU dan UMN Al Washliyah selama ini telah berjalan melalui berbagai program, di antaranya Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP), Pendidikan Profesi Guru (PPG), penelitian bersama, serta pertukaran mahasiswa. Ke depan, kolaborasi tersebut akan diperluas melalui program pertukaran dosen dalam negeri dan berbagai agenda akademik lainnya.
Dalam kesempatan yang sama, Prof. Akrim juga memaparkan kesiapan UMSU sebagai tuan rumah Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah 2027. Salah satu bentuk keseriusan itu adalah pembangunan Kampus IV Terpadu yang diproyeksikan menjadi pusat berbagai kegiatan muktamar sekaligus menjadi ikon baru pengembangan UMSU.
Dukungan terhadap kolaborasi kedua institusi juga disampaikan Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMSU, Prof. Dr. Agussani, M.AP. Ia menegaskan komitmen UMSU untuk terus memperkuat sinergi dengan UMN Al Washliyah, termasuk mendukung rencana pengembangan Fakultas Kedokteran.
Silaturahmi tersebut ditutup dengan penyerahan cendera mata, pertukaran dokumen kerja sama, dan foto bersama sebagai simbol komitmen kedua perguruan tinggi untuk terus memperkuat kolaborasi dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kelembagaan.
Turut hadir Wakil Rektor Bidang AIK, Pendidikan, Pengajaran dan Digitalisasi Dr. Marah Doly Nasution, S.Pd., M.Si., Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Keuangan Prof. Dr. Muhammad Qorib, M.A., Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Pengabdian dan Internasionalisasi Dr. Rudianto, S.Sos., M.Si., Sekretaris BPH UMSU Dr. Mutholib, M.M., beserta jajaran kepala biro UMSU. Hadir pula dari UMN Al Washliyah Sekretaris BPH Dr. Milhan, M.A., Anggota BPH Dr. Kondar Siregar, M.A., Ketua Senat Dr. H. Ridwanto, M.Si., Wakil Rektor I Prof. Dr. Anwar Sadat Harahap, M.Hum., Wakil Rektor II Dr. Dedy Julindri Panjaitan, M.Si., serta Wakil Rektor III Prof. Dr. Samsul Bahri, M.Si. (*)
