SUPREMASI.id – Usia ke-62 menjadi penanda perjalanan panjang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dalam mencetak kader intelektual yang berpijak pada nilai keislaman, keilmuan, dan kemanusiaan. Semangat itulah yang mengemuka dalam Semarak Milad ke-62 IMM se-Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) bertema “Merawat IMM, Memajukan Indonesia”, yang digelar di Auditorium UMSU, Jalan Muchtar Basri No. 3 Medan, Sabtu (18/7).
Bagi IMM UMSU, peringatan milad bukan sekadar mengenang usia organisasi, tetapi juga menjadi momentum memperkuat komitmen kader dalam menjawab tantangan zaman sekaligus menyongsong agenda besar Persyarikatan Muhammadiyah, yakni Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-49 pada tahun 2027 di Sumatera Utara.
Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd., yang diwakili Wakil Rektor III Assoc. Prof. Dr. Rudianto, menyampaikan apresiasi atas perjalanan IMM UMSU yang dinilainya semakin matang dalam membangun organisasi. Menurutnya, selama satu dekade terakhir IMM se-UMSU mampu menjaga tata kelola organisasi secara konsisten sekaligus melahirkan ribuan kader yang kini berkiprah di berbagai bidang strategis, baik di tingkat lokal, regional, maupun nasional.
Baginya, keberhasilan tersebut menjadi modal penting bagi IMM untuk mengambil peran lebih besar dalam mendukung perkembangan UMSU yang tengah bergerak menuju kampus berkelas internasional.Dr. Rudianto juga mengingatkan bahwa Sumatera Utara telah dipercaya menjadi tuan rumah Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-49 pada tahun 2027. Perhelatan akbar itu akan dipusatkan di Kampus Terpadu UMSU yang saat ini terus dibangun, meliputi Auditorium Berkemajuan, Sport Hall Walidah, dan Masjid K.H. Ahmad Dahlan.
Ia mengajak seluruh kader IMM menjadikan muktamar sebagai panggung pembuktian bahwa kader Muhammadiyah mampu menjadi tuan rumah yang profesional sekaligus menunjukkan kualitas organisasi kepada tamu dari seluruh Indonesia.
“Satu hal yang cukup membanggakan adalah bahwa IMM di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara menjadi tuan rumah di rumah sendiri, tetapi juga membuktikan kepada dunia meski kita ada di rumah sendiri, kita bisa berkompetisi dengan pihak mana pun,” ujarnya.
Karena itu, ia meminta seluruh komisariat IMM di lingkungan UMSU memberikan kontribusi nyata demi menyukseskan pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah 2027.Di hadapan para kader, Dr. Rudianto juga menitipkan tiga bekal penting untuk menghadapi perkembangan dunia yang semakin kompetitif.
Pertama, membangun growth mindset agar terus berkembang dan adaptif terhadap perubahan. Kedua, memperluas networking yang kini telah menjangkau kader internasional dari Thailand hingga Kamboja. Ketiga, memperkuat soft skills sebagai bagian dari karakter Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Pesan tersebut sejalan dengan langkah internasionalisasi UMSU yang pada tahun 2026 berhasil menarik minat 1.219 pendaftar mahasiswa asing dari berbagai negara.Dukungan terhadap pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah 2027 juga datang dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM.
Sekretaris Umum DPP IMM, M. Zaki Mubarak, menegaskan komitmen organisasinya untuk turut menyukseskan agenda besar Muhammadiyah tersebut.
“Insyaallah kami sebagai DPP IMM akan menggembirakan, men-support, dan mensiarkan pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah yang akan digelar tahun depan di Sumatera Utara,” katanya.
Zaki juga memberikan apresiasi terhadap perhatian UMSU kepada IMM yang menurutnya hampir sempurna. Ia berharap hubungan harmonis antara perguruan tinggi dan organisasi kemahasiswaan seperti yang dibangun UMSU dapat menjadi contoh bagi kampus Muhammadiyah lainnya di Indonesia, sehingga IMM terus relevan dalam melahirkan generasi intelektual yang kritis, adaptif, dan memiliki kepedulian sosial di tengah era digital.
Rangkaian milad semakin lengkap melalui kuliah umum yang disampaikan Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso, S.E., M.S.P. Ia mengingatkan bahwa generasi muda saat ini menghadapi ancaman serius berupa penyalahgunaan narkoba dan maraknya judi daring yang dapat merusak masa depan bangsa.
Menurutnya, kader IMM harus menjadi pelopor gerakan moral kepemudaan yang mampu menjawab tantangan global dengan tetap berpijak pada nilai-nilai perjuangan K.H. Ahmad Dahlan.
Peringatan Milad ke-62 IMM se-UMSU kemudian ditutup dengan penyerahan cendera mata kepada para tokoh yang hadir, foto bersama para fungsionaris organisasi, serta pemotongan tumpeng sebagai ungkapan syukur atas perjalanan panjang IMM dalam mengabdi kepada umat, bangsa, dan Persyarikatan Muhammadiyah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Badan Pembina Harian UMSU Prof. Dr. Agussani, M.AP., Ketua Umum DPD IMM Sumatera Utara Rahmat Taufiq, Ketua Umum PC IMM Kota Medan Rais Prayogo, serta para pimpinan fakultas di lingkungan UMSU. (*)
