SUPREMASI.id – Alunan musik tradisional, ragam tarian, serta antusiasme mahasiswa dari dua negara menyatu dalam program Cultural Exchange yang menghadirkan delegasi Chosun University, Korea Selatan di Auditorium Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Jalan Muchtar Basri No. 3 Medan, Senin (29/6/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan budaya sekaligus mempererat hubungan internasional dan membuka peluang kolaborasi akademik antara kedua institusi.Rangkaian acara berlangsung hangat dengan penampilan seni budaya dari kedua negara.
Delegasi Korea Selatan mempersembahkan tarian tradisional yang memukau, sementara mahasiswa UMSU memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia, khususnya Sumatera Utara. Pertunjukan tersebut mendapat sambutan meriah dari para peserta yang memenuhi auditorium.
Perwakilan International Exchange Division Gwangju Metropolitan City, Somyung Kang, mengaku bahagia dan merasa terhormat dapat mengunjungi UMSU yang menurutnya merupakan salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia.
“Hari ini saya merasa bahagia dan terhormat berada di UMSU, salah satu kampus ternama di Indonesia. Terima kasih banyak atas sambutannya,” ujar Somyung Kang.
Ia menilai pertukaran budaya merupakan wadah yang efektif untuk mempererat persahabatan antara Indonesia dan Korea Selatan. Menurutnya, melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa dapat saling mengenal dan memahami keindahan budaya masing-masing.
“Saya berharap hari ini menjadi kesempatan bagi kita untuk memahami budaya kita masing-masing yang indah,” katanya.
Lebih jauh, Somyung Kang berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat hubungan kedua universitas sekaligus mempererat hubungan masyarakat kedua negara.
“Saya berharap kegiatan ini memberikan kesempatan untuk memperkuat pemahaman antara kedua universitas dan negara,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UMSU, Abdurrahman Zuhdi, M.I.Kom, memperkenalkan UMSU sebagai salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah yang telah memperoleh berbagai pengakuan internasional, di antaranya akreditasi FIBAA, rekognisi Malaysian Qualifications Agency (MQA), serta masuk dalam World University Rankings, AppliedHE, dan Times Higher Education Impact Rankings.
Menurut Zuhdi, interaksi lintas budaya menjadi bagian penting dalam membentuk wawasan global mahasiswa.
“Kita butuh pertukaran untuk menambah wawasan dan mempertajam pemikiran. Dimulai dari kegiatan ini, kita belajar dan berinteraksi dengan teman-teman dari negara yang berbeda. Pertemanan yang terjalin hari ini dapat berkembang menjadi kolaborasi pada masa depan,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan Cultural Exchange menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang lebih luas antara UMSU dan Chosun University.”Ke depan kita bisa melakukan kolaborasi pertukaran pelajar, penelitian bersama, hingga berbagai bentuk kerja sama lainnya. Selamat datang di UMSU dan selamat datang di Medan,” tuturnya.
Selain pertunjukan seni, mahasiswa internasional UMSU, yakni Mutia, Raihan, dan Fikri, turut memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia, khususnya Sumatera Utara. Mereka memaparkan tradisi, adat istiadat, serta kekayaan budaya yang menjadi identitas masyarakat Indonesia.
Sebaliknya, Somyung Kang menyampaikan presentasi mengenai budaya Korea Selatan, mulai dari tradisi, kesenian, hingga perkembangan kehidupan masyarakat modern. Sesi ini berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari mahasiswa yang ingin mengetahui lebih jauh tentang kehidupan sosial dan budaya di Negeri Ginseng.
Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Department of Performing Arts Dance, Faculty of Physical Education Chosun University, Prof. Soo Yong bersama asistennya Yong-Geun, Ketua Office of International Cooperation (OIC) UMSU Rafieqah Nalar Rizky, M.A., jajaran OIC, serta mahasiswa internasional UMSU.
Melalui program Cultural Exchange ini, UMSU kembali menegaskan komitmennya membangun kampus berwawasan internasional.
Pertukaran budaya bukan sekadar menampilkan seni dan tradisi, tetapi juga menjadi jembatan yang menghubungkan persahabatan, memperluas wawasan global, dan membuka peluang kolaborasi akademik yang saling menguntungkan bagi kedua universitas.(*)
