SUPREMASI.id – Medan| Sebanyak 46 mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FT UMSU) memulai langkah baru menuju dunia profesional melalui Program Magang Mandiri Berdampak Angkatan ke-5. Selama enam bulan, mereka akan ditempa langsung di perusahaan, BUMN, dan instansi pemerintah.Pelepasan mahasiswa berlangsung di Kampus UMSU Jalan Muchtar Basri, Medan, Jumat (28/8).
Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd. diwakili Wakil Rektor Bidang AIK, Pendidikan, Pengajaran, dan Digitalisasi Dr. Marah Doly Nasution, M.Si.Marah Doly mengingatkan mahasiswa teknik bahwa keberhasilan di dunia kerja tidak cukup hanya dengan mengandalkan kemampuan akademik. Hard skill, soft skill, penguasaan teknologi, IoT, bahasa Inggris, dan kepercayaan diri menjadi bekal penting menghadapi persaingan industri.
“Anak-anak teknik harus memiliki kemampuan teknologi, IoT, serta mengikuti perkembangan zaman. Pimpinan fakultas terus kami dorong untuk menunjang fasilitas pengembangan kompetensi ini,” ujarnya.
Ia juga meminta mahasiswa menjadikan enam bulan magang sebagai kesempatan untuk mengembangkan ide tugas akhir, riset maupun publikasi ilmiah bersama dosen sehingga pengalaman di industri dapat berjalan seiring dengan target kelulusan.
Ditempa di Perusahaan dan Instansi Strategis
Sebanyak 46 mahasiswa FT UMSU akan menjalani magang di sejumlah mitra strategis. Mereka ditempatkan di PT Adhi Karya (Persero) Tbk sebanyak 10 mahasiswa, PT Wijaya Karya Beton Tbk PPB Sumut 9 mahasiswa, BBWS Sumatera II Medan 7 mahasiswa, serta Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Deli Serdang, PT Adi Brata, PTPN 4, dan Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Medan.
Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana ilmu teknik yang dipelajari di ruang kuliah diterapkan dalam persoalan nyata di lapangan.Dekan FT UMSU Ade Faisal, S.T., M.Sc., Ph.D., menyebut program magang sebagai salah satu strategi menjembatani kebutuhan industri dengan kompetensi lulusan.
Menurutnya, kebutuhan tenaga insinyur terus meningkat. Namun, lulusan perguruan tinggi masih menghadapi tantangan berupa vertical mismatch dan tuntutan pengalaman kerja.
“Kebutuhan insinyur terus meningkat, tetapi di saat yang sama tantangan vertical mismatch dan tuntutan pengalaman minimum masih menjadi kendala. Salah satu solusi efektif untuk menjembatani hal ini adalah melalui kegiatan magang,” kata Ade.
Calon Insinyur Tak Boleh Alergi AI
Perubahan teknologi juga menjadi perhatian FT UMSU. Ade mengingatkan mahasiswa agar tidak menghindari Artificial Intelligence (AI) yang kini semakin memengaruhi berbagai sektor industri.
“Jangan alergi dengan AI, sebab posisi insinyur saat ini juga berperan untuk mengawasi dan memastikan integrasi teknologi berjalan tepat,” tegasnya.
Menurut Ade, calon insinyur harus terus memperbarui keahlian dan mampu beradaptasi dengan teknologi baru. Kemampuan tersebut akan menjadi modal penting ketika mahasiswa memasuki pasar kerja setelah menyelesaikan pendidikan.
Ia pun berpesan agar seluruh peserta menjaga sikap, kesehatan, nilai keagamaan, serta nama baik UMSU selama berada di lokasi magang.
“Kalian saat ini berada di jalan yang tepat. Jaga nama baik UMSU karena kalian adalah duta kampus di tempat magang. Semoga seluruh peserta sukses, lulus tepat waktu, dan bisa langsung diserap di bidang keahlian masing-masing,” pungkas Ade.
Program Magang Mandiri Berdampak FT UMSU pun diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman kerja semata. Enam bulan di dunia industri menjadi bagian dari proses membentuk lulusan teknik yang kompeten, adaptif, melek teknologi, dan siap bersaing di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat.
Turut hadir Wakil Dekan III FT UMSU Affandi, S.T., M.T., Ketua Prodi Teknik Elektro Dr. Elvy Sahnur Nasution, S.T., M.T., Sekretaris Prodi Teknik Sipil Riza, S.T., M.T., Tim MBKM, serta jajaran dosen dan pimpinan program studi FT UMSU.(*)
