SUPREMASI.id ~ Auditorium Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Jalan Muchtar Basri No.3 Medan, Kamis (21/5), tampak semarak. Ratusan mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) UMSU antusias mengikuti Seminar Nasional Literasi Keuangan bertajuk “Smart Financial for the Future: Bekal Karir dan Keuangan Menuju Generasi Emas” yang digelar bekerja sama dengan PT Pegadaian.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang berbagi ilmu mengenai pengelolaan keuangan, tetapi juga momentum penting lahirnya kolaborasi strategis antara dunia pendidikan dan industri keuangan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara UMSU dan PT Pegadaian.
Seminar dibuka oleh Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd yang diwakili Wakil Rektor I UMSU Prof. Dr. Muhammad Arifin, M.Hum.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa literasi keuangan kini menjadi kebutuhan mendasar bagi generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital.
Menurutnya, kemampuan mengelola keuangan tidak lagi sekadar persoalan menabung, tetapi juga menyangkut cara membangun masa depan yang lebih terencana dan stabil.
“Apa yang dibicarakan hari ini berkaitan dengan literasi keuangan merupakan hal yang sangat fundamental dalam kehidupan pribadi maupun keluarga,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar lebih bijak menghadapi gaya hidup konsumtif yang kian marak akibat pengaruh media sosial dan kemudahan akses pinjaman digital.
“Generasi muda harus mampu membedakan kebutuhan dan keinginan. Jangan sampai terjebak dalam pola hidup konsumtif maupun penggunaan pinjaman digital yang tidak terkontrol,” pesannya.
Sementara itu, Deputi Bisnis Area Medan 1 PT Pegadaian, Faozan Wahyu Praptono, menilai bahwa kemampuan mengatur keuangan merupakan keterampilan hidup yang wajib dimiliki generasi saat ini.
Di era digital, kata dia, seseorang tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus cerdas mengambil keputusan finansial.
“Kemampuan mengelola keuangan bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan, melainkan sudah menjadi keterampilan hidup yang sangat penting,” katanya.
Ia menambahkan, mahasiswa sebagai generasi emas Indonesia perlu memiliki kesadaran sejak dini tentang pentingnya menabung, investasi aman, hingga pengelolaan keuangan yang produktif.
“Kesuksesan di masa depan tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar penghasilan seseorang, tetapi juga bagaimana cara mengelola dan mempersiapkan masa depan finansial dengan bijak sejak dini,” lanjutnya.
Melalui seminar ini, PT Pegadaian berharap mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai budaya finansial sehat serta mampu memanfaatkan layanan keuangan secara cerdas dan produktif.
Sebelumnya, Wakil Dekan I Fakultas Agama Islam UMSU Assoc. Prof. Dr. Rizka Harfiani, M.Psi dalam laporannya menyampaikan bahwa seminar nasional tersebut merupakan bagian dari komitmen FAI UMSU dalam membekali mahasiswa menghadapi tantangan masa depan.
“Literasi keuangan menjadi bekal penting agar generasi muda lebih cerdas dalam membuat perencanaan hidup dan keuangan,” ujarnya.
Dalam sambutannya yang diselingi pantun, Rizka juga memaparkan berbagai langkah internasionalisasi yang terus dikembangkan FAI UMSU, mulai dari seminar internasional, visiting lecture, program magang bersertifikat, hingga Kuliah Kerja Nyata (KKN) internasional di Malaysia, Thailand, dan Arab Saudi.
Kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Para mahasiswa tampak aktif mengikuti sesi diskusi dan berbagi pengalaman mengenai tantangan mengatur keuangan di usia muda.
Seminar kemudian ditutup dengan penandatanganan MoU antara UMSU dan PT Pegadaian sebagai langkah memperkuat sinergi dalam edukasi dan pengembangan literasi keuangan bagi mahasiswa.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Dekan III Fakultas Agama Islam Dr. Muhammad Ruslan, M.Pd, Pimpinan Cabang CP Medan Karya Dahnia Aini, Pimpinan Cabang CPS Rini Nuri Azis, para pimpinan program studi, dosen di lingkungan Fakultas Agama Islam, serta ratusan mahasiswa peserta seminar. (*)
