SUPREMASI.id – Medan | Sebanyak 460 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) resmi diterjunkan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi 2026 di 35 lokasi yang tersebar di tiga kabupaten di Sumatera Utara.
Pelepasan mahasiswa dilakukan Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd., Sabtu (22/8/2026), di pelataran Gedung Rektorat UMSU, Jalan Muchtar Basri No. 3, Medan.KKN Tematik Literasi 2026 menjadi momentum penting bagi UMSU untuk memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam membangun budaya literasi di tengah masyarakat.
Tahun ini, cakupan program semakin besar dibandingkan pelaksanaan sebelumnya, baik dari sisi jumlah mahasiswa maupun lokasi pengabdian. UMSU merupakan salah satu dari 23 perguruan tinggi di Indonesia yang kembali dipercaya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI bersama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia untuk menyelenggarakan KKN Tematik Literasi.
Sebanyak 460 mahasiswa yang mengikuti program ini berasal dari berbagai program studi di UMSU. Mereka terdiri atas 189 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), 110 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), 23 mahasiswa Fakultas Hukum, 16 mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FIKTI), 80 mahasiswa Fakultas Teknik, serta 42 mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI).
Para mahasiswa akan melaksanakan pengabdian di Kabupaten Langkat, Serdang Bedagai, dan Deli Serdang.
Jaga Kepercayaan Pemerintah
Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd. menegaskan bahwa meningkatnya cakupan KKN Tematik Literasi merupakan bentuk kepercayaan pemerintah terhadap UMSU. Karena itu, kepercayaan tersebut harus dijaga melalui kinerja nyata para mahasiswa dan dosen pembimbing lapangan.
“Kita jaga kepercayaan ini bersama-sama. Dosen dan mahasiswa berikan dan tunjukkan kinerja yang baik. Ke depannya, UMSU juga siap dengan SDM yang cukup untuk membina lebih banyak lagi, misalnya 50 desa,” ujar Prof. Akrim.
Menurutnya, KKN tidak semestinya dipandang hanya sebagai kewajiban akademik mahasiswa. Kehadiran mahasiswa di desa harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat, khususnya dalam mendorong tumbuhnya budaya membaca dan kegiatan literasi.
“Kita harapkan lebih banyak lagi mahasiswa yang dapat ikut hadir menjadi fasilitator dan berkontribusi untuk masyarakat,” katanya.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa mahasiswa KKN memiliki peran lebih luas sebagai penggerak sekaligus fasilitator perubahan di tengah masyarakat.
Perpustakaan Desa Harus Hidup
Salah satu fokus utama KKN Tematik Literasi UMSU 2026 adalah memperkuat keberadaan perpustakaan desa dan taman bacaan masyarakat. Fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya tersedia secara fisik, tetapi juga benar-benar hidup dan dimanfaatkan masyarakat.
Prof. Akrim menilai masih terdapat perpustakaan desa yang belum menjadi ruang publik yang menarik bagi masyarakat. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan berbagai kegiatan kreatif yang membuat perpustakaan menjadi tempat yang menyenangkan untuk belajar dan berinteraksi.
“Kita lihat masih banyak perpustakaan di desa yang belum banyak diminati. UMSU siap jadi garda terdepan memperhatikan perpustakaan di desa-desa untuk menciptakan suasana yang menarik dan meninggalkan kesan yang baik,” ujarnya.
Baginya, gerakan literasi tidak boleh berhenti sebagai slogan. Literasi harus diterjemahkan menjadi kegiatan nyata, kreatif, dan berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan minat masyarakat untuk datang ke perpustakaan maupun taman bacaan.
Tantangan tersebut menjadi semakin relevan di tengah tingginya penggunaan gawai dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa KKN diharapkan dapat membantu masyarakat menemukan kembali aktivitas membaca dan belajar yang produktif.
“Bantu masyarakat untuk bangkitkan literasi di tengah gemarnya gadget,” harap Prof. Akrim.
Sinergi Perguruan Tinggi dan Pemerintah
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara, Desni Maharani Saragih, S.STP., M.Si., menyambut positif pelaksanaan KKN Tematik Literasi UMSU. Menurutnya, program tersebut memiliki posisi strategis karena tidak hanya mengajak masyarakat melakukan aktivitas literasi, tetapi juga memperkuat pengelolaan perpustakaan desa dan taman bacaan.
“Kami menyambut baik fokus KKN Tematik Literasi ini yang tidak hanya mengajak masyarakat melaksanakan kegiatan literasi, juga turut memperkuat perpustakaan desa dan taman bacaan selain penataan ruang maupun inventaris, hingga pelaksanaan aktivitas literasi,” ujar Desni.
Ia menilai keberhasilan program literasi membutuhkan kolaborasi banyak pihak. Perguruan tinggi, pemerintah daerah, perpustakaan, pemerintah desa, dan masyarakat perlu membangun sinergi agar program yang telah dirintis mahasiswa dapat terus berjalan setelah masa KKN berakhir.
“Sinergi ini tidak hanya berhenti ketika KKN selesai, tapi dapat dilanjutkan dengan kolaborasi dan kerja sama yang berkelanjutan, pengembangan perpustakaan maupun peningkatan budaya literasi masyarakat,” jelasnya.
Menurut Desni, keberlanjutan menjadi kunci agar KKN tidak hanya meninggalkan program sesaat, tetapi mampu membangun fondasi budaya literasi yang terus tumbuh di desa.
Membawa Ilmu, Pulang Membawa Pengalaman
Bagi mahasiswa, KKN Tematik Literasi juga menjadi ruang pembelajaran di luar kampus. Mereka akan berhadapan langsung dengan berbagai persoalan masyarakat sekaligus belajar menerapkan ilmu yang diperoleh selama menjalani pendidikan di UMSU.
Desni mengingatkan mahasiswa agar menjadikan pengabdian tersebut sebagai kesempatan untuk belajar dari masyarakat sekaligus memberikan kontribusi terbaik.
“Ini awal perjuangan pengabdian untuk belajar ke masyarakat dengan membawa ilmu dan semangat,” ujarnya.
Pesan tersebut memperlihatkan bahwa KKN bukan sekadar perjalanan mahasiswa menuju desa, melainkan proses dua arah: mahasiswa membawa ilmu ke masyarakat dan pada saat yang sama memperoleh pengalaman, pengetahuan, serta pemahaman baru dari kehidupan masyarakat.
Dengan diterjunkannya 460 mahasiswa ke 35 lokasi, UMSU berharap KKN Tematik Literasi 2026 mampu menghadirkan berbagai inovasi literasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Penguatan perpustakaan desa, pengembangan taman bacaan, penataan fasilitas, hingga kegiatan membaca dan pembelajaran kreatif diharapkan menjadi bagian dari gerakan literasi yang terus berlanjut.
Program ini sekaligus mempertegas komitmen UMSU dalam menjalankan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, khususnya melalui pengabdian kepada masyarakat yang berbasis pada kebutuhan dan persoalan nyata di lapangan.
Pelepasan KKN Tematik Literasi 2026 turut dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Deli Serdang Muhammad Salim, S.P., M.Si., Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Langkat Nuryansyah Putra, AP., M.Si., Kepala Bidang Perpustakaan pada Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Serdang Bedagai Wiwin Herawati Lubis, S.E., M.M., Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Keuangan Prof. Dr. Muhammad Qorib, M.A., Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Pengabdian dan Internasional Assoc. Prof. Dr. Rudianto, M.Si., pimpinan program studi, serta dosen pembimbing lapangan KKN UMSU.(*)
