SUPREMASI.id – Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) bergerak cepat menindaklanjuti proses akuisisi STIKes Indah Medan dengan menggelar silaturahim bersama sivitas akademika kampus tersebut, Kamis (9/7). Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat proses transisi setelah pengalihan penyelenggaraan tiga program studi, yakni Program Sarjana Farmasi, Diploma III Keperawatan, dan Diploma III Kebidanan.
Silaturahim tersebut dihadiri Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd., Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMSU Prof. Dr. Agussani, M.AP., para wakil rektor, kepala lembaga, dan kepala unit di lingkungan UMSU.
Hadir pula jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara, yakni Ketua Prof. Dr. Hasyimsyah Nasution, M.A., Sekretaris Dr. Irwan Syahputra, M.A., dan Bendahara Prof. Dr. Muhammad Qorib, M.A.Dari pihak Yayasan Indah hadir Pembina H. Abdul Haris Hasibuan, S.E., Ketua Yayasan Andilala, S.Kep., Ners., M.K.M., beserta dosen dan tenaga kependidikan STIKes Indah Medan.
Ketua Yayasan Indah, Andilala, mengungkapkan bahwa keputusan mengalihkan penyelenggaraan STIKes Indah Medan kepada UMSU dilandasi keinginan untuk menghadirkan kualitas pendidikan yang lebih baik. Ia menyatakan keyakinannya bahwa di bawah pengelolaan UMSU, pengembangan institusi akan semakin maju dan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang hingga tingkat internasional.
Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim mengaku bersyukur sekaligus terharu atas terjalinnya kolaborasi tersebut. Menurutnya, proses akuisisi berlangsung sangat cepat hingga akhirnya resmi terlaksana pada 7 Juli 2026.
“Prosesnya berlangsung sangat cepat. Tepat tanggal 7 bulan tujuh, seluruh tahapan diakhiri dengan serah terima pada pukul tujuh malam. Kami tidak menyangka prosesnya bisa secepat ini,” ujarnya.
Prof. Akrim mengibaratkan proses akuisisi itu seperti sebuah perjalanan menuju jodoh yang akhirnya dipertemukan dalam waktu yang singkat. Baginya, bergabungnya STIKes Indah Medan menjadi bagian dari UMSU merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Ia menjelaskan, pertemuan tersebut juga menjadi forum sosialisasi dan perkenalan antara UMSU dengan seluruh sivitas akademika STIKes Indah Medan.
Dalam proses penggabungan ini, yang dialihkan tidak hanya izin penyelenggaraan program studi, tetapi juga sarana dan prasarana serta sumber daya manusia yang nantinya akan mengikuti mekanisme administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Ke depan, proses transisi akan dilanjutkan dengan melibatkan Pimpinan Pusat Muhammadiyah hingga seluruh tahapan penggabungan selesai dan STIKes Indah Medan sepenuhnya menjadi bagian dari aset Persyarikatan Muhammadiyah.
Rektor juga menegaskan bahwa UMSU membuka ruang bagi seluruh sivitas akademika STIKes Indah Medan untuk bergabung. Namun, proses tersebut tetap harus memenuhi persyaratan administratif yang telah ditetapkan.
Sementara itu, aktivitas akademik mahasiswa dipastikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan menjadi tanggung jawab UMSU. Untuk mahasiswa angkatan 2025 dan sebelumnya, biaya pendidikan tidak mengalami perubahan. Adapun mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 akan mengikuti ketentuan biaya pendidikan yang berlaku di UMSU.
Sebelumnya, Ketua BPH UMSU Prof. Dr. Agussani, M.AP., menegaskan bahwa akuisisi STIKes Indah Medan merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah dalam memperkuat dan mengembangkan amal usaha di bidang pendidikan tinggi.
Menurutnya, bergabungnya STIKes Indah Medan ke dalam keluarga besar UMSU diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan kesehatan, memperluas akses layanan pendidikan, serta melahirkan tenaga kesehatan yang unggul dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. (*)
