SUPREMASI.id – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan warga Muslim Kelurahan Babura Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal. Setelah puluhan tahun menjadi tempat beribadah masyarakat, Musholah Al-Mukhsinin di Pasar VI, Jalan Darusalam, kini memasuki babak baru melalui renovasi dan perluasan bangunan yang ditandai dengan peletakan batu pertama, Rabu (08/7/2026).
Renovasi musholah ini menjadi wujud kepedulian masyarakat untuk menjaga sekaligus mengembangkan rumah ibadah yang telah berdiri sejak era 1960-an. Bangunan yang merupakan wakaf almarhum Saleh itu dinilai sudah tidak lagi mampu menampung jumlah jamaah yang terus bertambah, sehingga perlu diperluas agar lebih nyaman digunakan sebagai pusat ibadah dan kegiatan keagamaan.
Peletakan batu pertama dihadiri Lurah Babura Sunggal Hadengganan Harahap, S.Pd bersama Sekretaris Kelurahan Saleh Harahap. Hadir pula Wakil Ketua Bidang Dewan Pertimbangan MUI Sumatera Utara, Dr. H. Arso, S.H., M.Ag., serta jajaran panitia pembangunan yang dipimpin H. A. Rachmansyah Rahman, didampingi Wakil Ketua M. Zailani, Bendahara Dr. Ir. H. Suwito Asmo, M.M., dan Wakil Bendahara T. Adil Faridz.
Ketua Panitia Pembangunan, H. A. Rachmansyah Rahman, mengatakan renovasi dilakukan untuk menghadirkan tempat ibadah yang lebih representatif sehingga jamaah dapat beribadah dengan lebih nyaman dan khusyuk.
Sementara itu, sesepuh sekaligus saksi berdirinya Musholah Al-Mukhsinin, Dr. Ir. H. Suwito Asmo, M.M., menjelaskan bahwa musholah tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan masyarakat setempat sejak lebih dari enam dekade lalu.
Menurutnya, kondisi bangunan yang telah menua serta kapasitas ruang yang terbatas mendorong warga untuk bergotong royong melakukan renovasi dan perluasan.
Ia menyebut pembangunan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar enam bulan dengan kebutuhan anggaran mencapai Rp900 juta. Hingga saat ini, dana infak yang berhasil dihimpun telah mencapai sekitar Rp400 juta.
Ia berharap, setelah selesai direnovasi, Musholah Al-Mukhsinin tidak hanya mampu menampung lebih banyak jamaah, tetapi juga semakin berperan sebagai pusat pembinaan keagamaan, pendidikan Al-Qur’an, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Lurah Babura Sunggal, Hadengganan Harahap, mengapresiasi inisiatif warga yang secara swadaya membangun dan merawat rumah ibadah. Menurutnya, semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat merupakan modal penting dalam memperkuat persatuan dan kepedulian sosial.
Ia berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar hingga selesai sehingga Musholah Al-Mukhsinin menjadi tempat ibadah yang lebih layak, nyaman, dan bermanfaat bagi masyarakat. Renovasi tersebut juga diharapkan menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang ikut berkontribusi.
Dalam kesempatan itu, Dr. H. Arso, S.H., M.Ag. dari MUI Sumatera Utara turut memberikan doa serta menentukan garis arah kiblat bangunan musholah yang akan direnovasi. Ia menyampaikan dukungan agar proses pembangunan berlangsung tanpa hambatan dan membawa keberkahan bagi seluruh warga.
Renovasi Musholah Al-Mukhsinin bukan sekadar pembangunan fisik sebuah rumah ibadah. Lebih dari itu, ikhtiar bersama ini menjadi simbol terpeliharanya amanah wakaf, tumbuhnya semangat gotong royong, serta komitmen masyarakat untuk mewariskan pusat ibadah yang lebih baik bagi generasi mendatang. (*)
