SUPREMASI.id ~ Aroma rendang dan sup daging yang hangat membawa kebahagiaan tersendiri bagi warga terdampak bencana di Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang. Di tengah upaya masyarakat memulihkan kehidupan pascabencana, kepedulian hadir melalui bantuan paket makanan siap saji dari Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Muhammadiyah Kwala Madu (IKAPMK) Kota Medan.
IKAPMK Medan menyalurkan daging kurban yang telah diolah menjadi berbagai menu siap santap, seperti rendang, sup daging, dan nasi, Kamis (28/5/2026).
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi warga terdampak bencana, termasuk para alumni Pesantren Muhammadiyah Kwala Madu yang berada di wilayah Aceh Tamiang.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada Wakapolres Aceh Tamiang, Kompol Rubinanda, yang juga merupakan alumni Pesantren Muhammadiyah Kwala Madu sekaligus alumni Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).
Selanjutnya, paket makanan tersebut didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.Ketua IKAPMK Medan, Edi Santoso, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian dan solidaritas alumni terhadap saudara-saudara yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana.
“Kegiatan ini menjadi bentuk kebersamaan dan kepedulian alumni kepada masyarakat terdampak bencana di Aceh Tamiang. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat sekaligus menghadirkan semangat persaudaraan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurut Edi, satu ekor sapi kurban diolah menjadi ratusan paket makanan siap saji yang terdiri atas rendang, sup daging, dan nasi. Pemilihan makanan siap saji dilakukan agar bantuan dapat langsung dinikmati warga tanpa harus mengolahnya terlebih dahulu.
Ia juga mengajak para dermawan dan masyarakat luas untuk terus memberikan perhatian kepada korban bencana yang hingga kini masih berupaya memulihkan kondisi ekonomi dan kehidupan sehari-hari.
“Dukungan dari para dermawan masih sangat dibutuhkan. Semoga semakin banyak pihak yang tergerak membantu agar masyarakat terdampak bencana dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal,” katanya.
Sementara itu, Kompol Rubinanda mewakili masyarakat terdampak menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para alumni serta para donatur yang telah menunjukkan kepedulian kepada warga Aceh Tamiang.
Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak hanya bernilai materi, tetapi juga menjadi penyemangat bagi masyarakat yang sedang berjuang memulihkan kehidupan pascabencana.
“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh alumni dan para dermawan yang masih peduli kepada masyarakat Aceh Tamiang. Bantuan ini sangat berarti bagi warga yang hingga saat ini masih dalam proses pemulihan. Kepedulian seperti ini memberikan kekuatan dan harapan bagi masyarakat untuk bangkit kembali,” ungkapnya.
Melalui semangat kurban dan gotong royong, para alumni Pesantren Muhammadiyah Kwala Madu menunjukkan bahwa nilai-nilai persaudaraan tidak berhenti pada ikatan almamater semata.
Di tengah kondisi sulit yang dialami masyarakat Aceh Tamiang, kehadiran mereka menjadi pengingat bahwa masih banyak tangan yang siap membantu dan berbagi harapan.(*)
