SUPREMASI.id ~ Di bawah terik matahari yang menyinari hamparan Desa Saintis, Kecamatan Percut Sei Tuan, geliat pembangunan Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) tampak semakin nyata. Deru alat berat bersahutan, para pekerja hilir-mudik menyelesaikan bagian demi bagian bangunan besar yang kelak menjadi pusat perhelatan akbar Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah tahun 2027.
Suasana di lokasi pembangunan terasa berbeda, Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan, M.Ked (PD), Sp.PD, hadir langsung meninjau progres pembangunan. Didampingi sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, dan lurah setempat, ia disambut oleh Rektor UMSU, Prof. Dr. Agussani, MAP, beserta jajaran pimpinan universitas.
Langkah Bupati menyusuri area proyek mengarah ke tiga bangunan utama yang tengah dikebut penyelesaiannya: Auditorium Berkemajuan berkapasitas 7.000 orang, sport hall berkapasitas 2.500 orang, serta Masjid KH Ahmad Dahlan. Ketiganya dipersiapkan menjadi fasilitas utama dalam menyambut ribuan peserta muktamar dari seluruh Indonesia bahkan mancanegara.
Di sela peninjauan, Bupati Asri Ludin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UMSU sebagai tuan rumah muktamar. Baginya, pembangunan kampus terpadu ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi juga simbol kemajuan pendidikan dan penggerak ekonomi masyarakat sekitar.
“Hadirnya UMSU di Desa Saintis tentu akan memicu dampak positif bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun peningkatan kualitas pendidikan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan wujud dukungan sekaligus komitmen memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan. Hubungan baik yang telah terjalin, menurutnya, harus terus ditindaklanjuti melalui langkah-langkah konkret yang memberi manfaat luas.
Salah satu langkah strategis yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang adalah pembangunan akses jalan alternatif menuju kawasan kampus. Bupati mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan PTPN untuk merealisasikan rencana tersebut.
Kehadiran jalan alternatif ini diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas sekaligus memperlancar mobilitas menuju kampus. Selama ini, akses utama hanya melalui Jalan Raya Sampali dan kawasan PT Kawasan Industri Medan. Nantinya, jalur baru ini juga akan terhubung lebih dekat dengan akses tol, sehingga mempercepat arus keluar-masuk, terutama saat pelaksanaan muktamar.
Sementara itu, Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani menjelaskan bahwa pembangunan kampus terpadu tidak hanya difokuskan pada fasilitas pertemuan berskala besar. UMSU juga merancang kawasan ini sebagai pusat pendidikan modern yang terintegrasi dengan program pemberdayaan masyarakat.
Selain auditorium, sport hall, dan masjid, UMSU juga membangun dua unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis. Bahkan, universitas menyiapkan rantai pasok pangan mandiri melalui lahan pertanian dan kebun buah yang dikelola secara berkelanjutan.
Tak jauh dari lokasi utama, UMSU juga memiliki lahan perkebunan kelapa sawit seluas 20 hektare di Desa Namo Tualang, Kecamatan Sibiru-biru. Di kawasan tersebut, program SPPG turut dikembangkan untuk menjangkau masyarakat sekitar, terutama para pelajar.
Kunjungan ini bukan sekadar peninjauan proyek, tetapi juga menggambarkan optimisme besar terhadap masa depan kawasan tersebut. Di tengah pembangunan yang terus berlangsung, Kampus Terpadu UMSU perlahan menjelma menjadi simbol kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat—sebuah langkah menuju pusat peradaban baru di Deli Serdang.
