SUPREMASI.id – Malaysia | Sebanyak 35 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FH UMSU) mengikuti rangkaian Asia Summer Program dan ASEMO (Asian Summer Exchange and Mobility) di Universiti Malaysia Perlis (UniMAP), Malaysia.
Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan KKN Internasional FH UMSU sekaligus langkah strategis fakultas dalam memberikan pengalaman akademik, pengabdian, dan pembelajaran lintas budaya kepada mahasiswa di lingkungan internasional.
Selama mengikuti program, para mahasiswa didampingi Wakil Dekan III FH UMSU, Dr. Atikah Rahmi, S.H., M.H., serta Dosen FH UMSU, Taufik Hidayat Lubis, S.S., S.H., M.H.
Menembus Batas Kelas, Memperluas Wawasan Global
Bagi mahasiswa hukum, pengalaman belajar tidak hanya berlangsung di dalam ruang kuliah. Berinteraksi secara langsung dengan lingkungan akademik internasional memberikan kesempatan untuk melihat persoalan pendidikan, hukum, sosial, dan budaya dari perspektif yang lebih luas.
Melalui Asia Summer Program dan ASEMO di UniMAP, mahasiswa FH UMSU mendapatkan ruang untuk berinteraksi dengan mahasiswa serta sivitas akademika dari berbagai latar belakang. Pertemuan lintas budaya tersebut menjadi pengalaman berharga dalam membangun wawasan sekaligus memahami keberagaman perspektif di tingkat internasional.
Kegiatan ini juga mendorong mahasiswa untuk keluar dari zona nyaman. Mereka dituntut mampu berkomunikasi, bekerja sama, beradaptasi, dan berinteraksi dalam lingkungan yang memiliki karakter sosial dan akademik berbeda dengan Indonesia.
Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa hukum yang kelak akan berhadapan dengan persoalan masyarakat yang semakin kompleks dan tidak lagi terbatas oleh sekat geografis.
KKN Internasional sebagai Pengalaman Pembelajaran yang Lebih Luas
Pelaksanaan KKN Internasional FH UMSU melalui program di Malaysia dirancang tidak sekadar sebagai kegiatan akademik di luar negeri. Program tersebut memadukan pembelajaran, pengabdian kepada masyarakat, interaksi lintas budaya, serta pengembangan kapasitas mahasiswa**.
Konsep ini memberikan pengalaman yang lebih komprehensif. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga belajar mengimplementasikan pengetahuan dan kemampuan tersebut ketika berhadapan dengan lingkungan baru.
Di sisi lain, pengalaman internasional dapat membentuk karakter mahasiswa agar lebih terbuka terhadap perbedaan. Kemampuan memahami budaya, kebiasaan, pola komunikasi, serta perspektif masyarakat lain menjadi bagian penting dalam membangun kompetensi generasi muda di tengah dunia yang semakin terhubung.
Kesempatan Membawa Nama Baik FH UMSU
Wakil Dekan III FH UMSU, Dr. Atikah Rahmi, S.H., M.H., menilai kegiatan internasional menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk meningkatkan kapasitas sekaligus memperkenalkan FH UMSU di lingkungan akademik internasional.
Mahasiswa didorong untuk mengikuti seluruh rangkaian program secara aktif dan bertanggung jawab. Selain mengejar pengalaman akademik, mereka juga diharapkan mampu menjaga etika, menunjukkan sikap profesional, serta membawa nama baik almamater selama berada di Malaysia.
Keikutsertaan dalam program internasional, dengan demikian, tidak hanya menjadi pengalaman pribadi mahasiswa. Setiap interaksi dan aktivitas yang dilakukan juga menjadi bagian dari representasi FH UMSU di tengah komunitas akademik internasional.
Pendampingan untuk Memaksimalkan Pengalaman Mahasiswa
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa mendapatkan pendampingan dari Taufik Hidayat Lubis, S.S., S.H., M.H. Pendampingan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan mahasiswa dapat mengikuti program secara optimal.
Kehadiran dosen pendamping juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh arahan selama menjalani berbagai agenda kegiatan. Dengan demikian, pengalaman yang diperoleh diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman perjalanan ke luar negeri, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi perkembangan akademik dan personal mahasiswa.
Bagi mahasiswa, kesempatan seperti ini menjadi pengalaman yang dapat memperkuat rasa percaya diri. Berada di lingkungan baru, bertemu orang-orang dari berbagai latar belakang, dan mengikuti aktivitas akademik internasional secara langsung merupakan proses pembelajaran yang tidak selalu dapat diperoleh di ruang kelas.
Memperkuat Internasionalisasi Pendidikan Hukum
Bagi FH UMSU, keterlibatan mahasiswa dalam program mobilitas internasional merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam mendorong internasionalisasi pendidikan hukum.
Dunia hukum saat ini berkembang seiring dengan meningkatnya hubungan antarnegara, mobilitas masyarakat, perkembangan teknologi, serta persoalan sosial yang memiliki dimensi lintas batas. Karena itu, mahasiswa hukum membutuhkan wawasan yang tidak hanya berorientasi pada konteks nasional, tetapi juga mampu melihat persoalan dari perspektif global.
Pengalaman belajar di Malaysia menjadi salah satu upaya untuk membangun kompetensi tersebut.
Mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan untuk memahami bahwa persoalan hukum dan sosial dapat memiliki karakter yang berbeda di setiap negara. Perbedaan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk belajar, membandingkan perspektif, dan memperluas cara pandang dalam memahami berbagai persoalan.
Membuka Peluang Kolaborasi Akademik Internasional
Keikutsertaan FH UMSU dalam Asia Summer Program dan ASEMO di UniMAP juga memiliki arti penting dalam penguatan jejaring akademik dan kerja sama internasional.
Interaksi yang terbangun selama program berpotensi menjadi pintu masuk bagi berbagai bentuk kolaborasi pada masa mendatang, mulai dari pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga program mobilitas mahasiswa.
Dengan semakin luasnya jejaring akademik, FH UMSU memiliki peluang untuk mengembangkan berbagai program internasional yang memberikan manfaat lebih besar bagi sivitas akademika.
Bagi mahasiswa, jejaring tersebut juga dapat menjadi modal untuk mengenal lebih jauh perkembangan pendidikan hukum di kawasan Asia serta membangun relasi dengan mahasiswa dari berbagai negara.
Dari Malaysia untuk Masa Depan Mahasiswa Hukum
Lebih dari sekadar mengikuti program musim panas dan mobilitas mahasiswa, perjalanan 35 mahasiswa FH UMSU ke Malaysia menjadi bagian dari proses pembentukan generasi hukum yang memiliki wawasan lebih luas.
Mereka belajar bahwa kompetensi hukum tidak hanya dibangun melalui penguasaan teori dan regulasi, tetapi juga melalui kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, beradaptasi, memahami perbedaan, serta melihat persoalan dari berbagai sudut pandang.
Pengalaman lintas budaya yang diperoleh selama berada di Malaysia diharapkan menjadi bekal ketika mahasiswa kembali ke lingkungan kampus dan masyarakat.
Melalui KKN Internasional FH UMSU, Asia Summer Program, dan ASEMO di UniMAP, FH UMSU terus mendorong mahasiswa untuk menjadi pribadi yang memiliki kompetensi hukum, wawasan internasional, kemampuan adaptasi, serta karakter yang kuat.
Program tersebut sekaligus menjadi langkah nyata FH UMSU dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dunia yang semakin dinamis, terbuka, dan saling terhubung.
Dari ruang akademik di Malaysia, mahasiswa FH UMSU membawa pulang lebih dari sekadar pengalaman. Mereka membawa perspektif baru, jejaring baru, dan bekal untuk tumbuh sebagai calon sarjana hukum yang siap menghadapi dunia dengan wawasan yang lebih global.(*)
