SUPREMASI.id – Malaysia | Pengabdian kepada masyarakat tidak selalu harus berlangsung di dalam negeri. Bagi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FH UMSU), pengalaman mengabdi justru diperluas hingga lintas negara melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Pertubuhan Masyarakat Indonesia (PERMAI) Pulau Pinang, Malaysia.
Program tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membawa pengetahuan yang diperoleh di ruang perkuliahan ke tengah kehidupan masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri. Di sisi lain, KKN Internasional memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk melihat persoalan sosial dari sudut pandang yang lebih luas, dengan latar kehidupan masyarakat yang berbeda secara geografis, tetapi tetap memiliki kedekatan sebagai bagian dari komunitas Indonesia di Malaysia.
Pembukaan KKN Internasional di PERMAI Pulau Pinang dihadiri Wakil Dekan III FH UMSU, Dr. Atikah Rahmi, S.H., M.H., didampingi Kepala Laboratorium Hukum FH UMSU, Dr. Ismail Koto, S.H., M.H.
Kehadiran pimpinan fakultas dan pendamping dalam program ini menjadi bagian dari upaya memastikan mahasiswa mendapatkan pengalaman pengabdian yang terarah, sekaligus mampu menjalankan peran sebagai representasi akademik FH UMSU selama berada di Malaysia.
KKN Internasional dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan akademik di luar negeri. Lebih dari itu, program ini menjadi proses pembelajaran yang mempertemukan mahasiswa dengan realitas kehidupan masyarakat Indonesia di perantauan.
Di PERMAI Pulau Pinang, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan komunitas, membangun komunikasi, menjalin kerja sama, sekaligus memahami kebutuhan dan berbagai persoalan sosial yang berkembang di lingkungan masyarakat Indonesia.
Pengalaman tersebut memberikan dimensi baru dalam proses pendidikan mahasiswa hukum. Pengetahuan mengenai hukum yang selama ini dipelajari melalui teori, diskusi, dan pembelajaran di kampus dapat dipertemukan dengan dinamika kehidupan masyarakat. Mahasiswa dituntut untuk mampu berkomunikasi, beradaptasi, memahami keberagaman, serta mencari pendekatan yang tepat dalam memberikan kontribusi.
Bagi mahasiswa FH UMSU, pengalaman berada di lingkungan masyarakat Indonesia di luar negeri juga menjadi kesempatan untuk mengembangkan wawasan internasional. Perbedaan lingkungan sosial, budaya, serta pola interaksi masyarakat menjadi bagian dari proses pembelajaran yang tidak selalu dapat diperoleh di ruang kelas.
Wakil Dekan III FH UMSU, Dr. Atikah Rahmi, S.H., M.H., dalam arahannya mengingatkan mahasiswa agar mengikuti seluruh rangkaian KKN Internasional dengan penuh tanggung jawab. Mahasiswa juga diminta menjaga nama baik almamater serta menunjukkan sikap akademik dan profesional selama menjalankan program di Malaysia.
Pesan tersebut menjadi penting karena selama pelaksanaan KKN, mahasiswa tidak hanya membawa identitas pribadi, tetapi juga menjadi bagian dari representasi FH UMSU. Setiap interaksi dengan masyarakat menjadi bagian dari cerminan karakter, etika, dan kualitas mahasiswa sebagai insan akademik.
Sementara itu, Kepala Laboratorium Hukum FH UMSU, Dr. Ismail Koto, S.H., M.H., turut memberikan pendampingan kepada mahasiswa selama program berlangsung. Pendampingan dilakukan agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan secara terarah dan mahasiswa mampu memaksimalkan setiap kesempatan belajar yang tersedia.
Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa diarahkan untuk menjadikan KKN sebagai pengalaman yang memiliki nilai akademik sekaligus sosial. Setiap kegiatan diharapkan dapat menjadi proses refleksi bagi mahasiswa dalam memahami bagaimana ilmu yang dipelajari dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Membawa Ilmu dari Kampus ke Tengah KomunitasKKN Internasional di PERMAI Pulau Pinang membuka ruang bagi mahasiswa untuk belajar melalui pengalaman langsung. Mereka tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga belajar membaca kondisi masyarakat, membangun relasi, bekerja dalam kelompok, dan mengambil peran dalam berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi komunitas Indonesia.
Interaksi dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Mahasiswa belajar bahwa pengabdian membutuhkan kemampuan mendengar, memahami kebutuhan, serta membangun komunikasi yang baik sebelum menentukan bentuk kontribusi yang dapat diberikan.
Dalam konteks pendidikan hukum, pengalaman semacam ini memiliki arti penting. Mahasiswa dapat melihat bahwa hukum dan kehidupan sosial memiliki hubungan yang erat. Persoalan masyarakat tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan dengan aspek pendidikan, komunikasi, kebudayaan, hak dan kewajiban warga, serta kemampuan masyarakat dalam menghadapi berbagai perubahan lingkungan.
KKN Internasional kemudian menjadi ruang untuk memperluas perspektif mahasiswa bahwa seorang sarjana hukum tidak hanya dituntut menguasai aspek akademik, tetapi juga harus memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial.
Pelaksanaan KKN di PERMAI Pulau Pinang juga memiliki arti strategis bagi FH UMSU. Kehadiran mahasiswa di tengah komunitas Indonesia di Malaysia membuka ruang interaksi dan kerja sama kelembagaan yang lebih luas.
Kolaborasi dengan masyarakat Indonesia di luar negeri dapat menjadi pintu bagi pengembangan berbagai kegiatan pada masa mendatang, khususnya dalam bidang pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kapasitas mahasiswa, serta pertukaran pengalaman.
Hubungan tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan satu program KKN. Pengalaman yang terbangun selama kegiatan dapat menjadi fondasi bagi kerja sama yang lebih berkelanjutan antara FH UMSU dan komunitas Indonesia di Pulau Pinang.
Bagi mahasiswa, jejaring tersebut juga memberikan pengalaman berharga dalam membangun komunikasi lintas wilayah dan lintas negara. Mereka belajar bahwa dunia akademik memiliki ruang yang luas untuk berkolaborasi dan memberikan manfaat, termasuk kepada masyarakat Indonesia yang menjalani kehidupan di luar negeri.
KKN Internasional di PERMAI Pulau Pinang menjadi salah satu wujud komitmen FH UMSU dalam menghadirkan pembelajaran berbasis pengalaman. Program ini memperluas ruang pengabdian mahasiswa sekaligus mempertemukan pendidikan tinggi dengan kebutuhan masyarakat dalam konteks yang lebih luas.
Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan beradaptasi, bekerja sama, berkomunikasi, dan membangun kepedulian sosial. Pada saat yang sama, mereka mendapatkan pengalaman internasional yang dapat memperkaya perspektif dalam melihat berbagai persoalan masyarakat.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal penting bagi mahasiswa ketika memasuki dunia profesional. Kemampuan akademik dapat berjalan beriringan dengan karakter, tanggung jawab sosial, kemampuan berkomunikasi, serta keberanian untuk berinteraksi dengan lingkungan yang beragam.
Kehadiran mahasiswa FH UMSU di PERMAI Pulau Pinang pada akhirnya bukan hanya tentang menjalankan kewajiban KKN. Lebih jauh, program ini merupakan perjalanan pembelajaran untuk mengenal masyarakat, memahami keberagaman, memperluas jejaring, dan menemukan bentuk kontribusi yang dapat diberikan melalui ilmu pengetahuan.
Dari kampus di Sumatera Utara menuju komunitas Indonesia di Pulau Pinang, mahasiswa FH UMSU membawa satu pesan penting: ilmu pengetahuan akan semakin bermakna ketika mampu hadir dan memberikan manfaat di tengah masyarakat, bahkan ketika pengabdian itu harus melintasi batas negara.
Program KKN Internasional ini sekaligus memperkuat langkah FH UMSU dalam menyiapkan lulusan hukum yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian sosial, kemampuan beradaptasi, serta wawasan internasional untuk menghadapi tantangan dunia yang semakin terbuka.(*)
