SUPREMASI.id – Malaysia | Sebanyak 36 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FH UMSU) mendapatkan pengalaman akademik lintas negara melalui Student Experiential Mobility Programme (ASEMO) di Universiti Malaysia Perlis (UniMAP), Malaysia, 8–14 Agustus 2026.
Program ini menjadi bagian dari pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional FH UMSU yang dirancang tidak sekadar sebagai kegiatan pembelajaran di luar negeri, tetapi juga sebagai ruang bagi mahasiswa untuk memperluas cara pandang, mengenal kehidupan akademik internasional, sekaligus memahami masyarakat dari perspektif yang lebih luas.
Dalam kegiatan tersebut, 36 mahasiswa FH UMSU didampingi Wakil Dekan III FH UMSU Dr. Atikah Rahmi, S.H., M.H., serta dosen FH UMSU Taufik Hidayat Lubis, S.S., S.H., M.H.
Bagi para mahasiswa, perjalanan ke Malaysia menjadi bagian penting dari proses pembelajaran yang membawa mereka keluar dari ruang kelas dan mempertemukan pengetahuan hukum dengan pengalaman nyata di lingkungan pendidikan tinggi negara lain.
Melalui ASEMO, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk merasakan secara langsung kehidupan akademik di UniMAP. Mereka mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang mempertemukan mahasiswa dengan sivitas akademika, membuka ruang interaksi, serta memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari rutinitas perkuliahan di kampus.
Pengalaman tersebut memberikan dimensi baru dalam proses pendidikan mahasiswa FH UMSU. Pengetahuan yang selama ini diperoleh melalui perkuliahan dapat diperkaya dengan melihat bagaimana lingkungan perguruan tinggi di Malaysia menjalankan aktivitas akademik dan membangun interaksi antarmahasiswa.
Tidak hanya aspek akademik, program ini juga menjadi pintu bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan sosial dan budaya Malaysia. Pertemuan dengan masyarakat dan mahasiswa dari latar belakang berbeda memberikan kesempatan untuk memahami keberagaman, membangun komunikasi, serta belajar menempatkan diri dalam lingkungan baru.
Pengalaman lintas budaya seperti ini menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter mahasiswa. Berada di negara lain menuntut peserta untuk mampu beradaptasi, berkomunikasi dengan baik, bekerja sama, dan terbuka terhadap perbedaan.
Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi kuat dengan pendidikan hukum. Seorang calon sarjana hukum tidak cukup hanya menguasai teori dan regulasi, tetapi juga dituntut memiliki kemampuan memahami persoalan dari berbagai sudut pandang. Interaksi lintas negara menjadi salah satu cara untuk memperluas perspektif tersebut.
KKN Internasional FH UMSU melalui ASEMO juga memberikan pengalaman bahwa pengabdian dan pembelajaran tidak mengenal batas geografis. Mahasiswa didorong untuk melihat persoalan masyarakat dengan cakrawala yang lebih luas sekaligus memahami bahwa perkembangan hukum, pendidikan, sosial, dan budaya memiliki keterkaitan dalam lingkungan global.
Selama berada di UniMAP, mahasiswa mengikuti rangkaian aktivitas yang mendukung pengembangan wawasan internasional. Interaksi dengan mahasiswa dan sivitas akademika menjadi bagian dari pengalaman yang memperkaya pengetahuan sekaligus membuka ruang pertukaran gagasan.
Bagi FH UMSU, keterlibatan mahasiswa dalam program mobilitas internasional merupakan langkah strategis dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi. Mobilitas mahasiswa tidak hanya memberikan pengalaman perjalanan ke luar negeri, tetapi menjadi instrumen pembelajaran untuk membangun kompetensi, jejaring, dan kesiapan menghadapi lingkungan profesional yang semakin terhubung secara global.
Program ASEMO juga memperlihatkan bahwa kerja sama perguruan tinggi dapat diterjemahkan ke dalam pengalaman langsung yang dirasakan mahasiswa. Hubungan akademik antara institusi tidak berhenti pada kerja sama kelembagaan, tetapi berkembang menjadi ruang belajar yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa.
Kehadiran 36 mahasiswa FH UMSU di UniMAP menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman pendidikan yang lebih beragam. Mereka tidak hanya membawa identitas sebagai mahasiswa hukum, tetapi juga menjadi bagian dari proses memperkenalkan UMSU di lingkungan akademik internasional.
Pengalaman selama mengikuti program di Malaysia diharapkan menjadi bekal berharga ketika mahasiswa kembali ke lingkungan kampus. Wawasan yang diperoleh dapat menjadi bahan refleksi, memperkaya diskusi akademik, serta mendorong mahasiswa untuk melihat perkembangan hukum dan persoalan masyarakat dengan perspektif yang lebih luas.
Pada akhirnya, ASEMO menjadi lebih dari sekadar program mobilitas mahasiswa. Kegiatan ini merupakan perjalanan pembelajaran yang mempertemukan ilmu, pengalaman, keberagaman, dan interaksi lintas negara.
Dari ruang akademik UniMAP hingga pengalaman berinteraksi dengan lingkungan Malaysia, mahasiswa FH UMSU memperoleh kesempatan untuk belajar bahwa dunia hukum terus berkembang dan membutuhkan lulusan yang tidak hanya kuat secara keilmuan, tetapi juga mampu beradaptasi serta berkomunikasi dalam lingkungan internasional.
Melalui KKN Internasional dan program mobilitas seperti ASEMO, FH UMSU terus mendorong lahirnya mahasiswa yang memiliki wawasan global, pengalaman lintas budaya, kemampuan beradaptasi, serta kesiapan menghadapi tantangan dunia yang semakin terbuka.(*)
