SUPREMASI.id – Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) resmi memulai babak baru perjalanan akademisnya. Bertempat di Auditorium Kampus Jalan Muchtar Basri Medan, Rektor UMSU, Prof. Dr. Akrim, M.Pd., melantik empat wakil rektor untuk masa jabatan 2026–2030.
Langkah strategis ini menandai penyesuaian struktur organisasi dalam merespons tantangan zaman, sekaligus mengokohkan fondasi UMSU menuju World Class University.
Struktur kepemimpinan anyar UMSU kini diisi oleh jajaran akademisi yang memiliki rekam jejak sebagai orang-orang terbaik, seperti:
-Dr. Marah Doly Nasution, M.Si sebagai Wakil Rektor Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, Pendidikan, Pengajaran, dan Digitalisasi.
-Prof. Dr. Muhammad Qorib, M.A sebagai Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Keuangan.
-Dr. Faisal, S.H., M.Hum sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.
-Dr. Rudianto, S.Sos., M.Si sebagai Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Pengabdian, dan Internasionalisasi.
Prosesi pengucapan dan penandatanganan sumpah jabatan disaksikan langsung oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, dr. H. Agus Taufiqurrahman, Sp.S., M.Kes., serta Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Ahmad Muttaqin, Ph.D.
Rektor UMSU, Prof. Dr. Akrim, M.Pd., menegaskan bahwa penyempurnaan struktur empat wakil rektor merupakan respons adaptif terhadap dinamika global. UMSU menetapkan visi utama sebagai Kampus Digital Berkelas Dunia yang unggul dalam riset dan inovasi berbasis nilai keislaman.
Beberapa agenda dan program strategis yang ditargetkan hingga 2030 meliputi:
-Penyelenggaraan Muktamar: Menyiapkan UMSU sebagai tuan rumah Muktamar Muhammadiyah ke-49 yang exemplary (teladan).
-Pengembangan Akademik: Pembukaan 12 program studi baru yang strategis.
-Peningkatan Infrastruktur: Integrasi hasil akuisisi STIKES Indah Medan, perluasan lahan parkir, hingga percepatan pembangunan UMSU Garden di kampus terpadu.
-Delapan Fokus Prioritas: Executing program pencapaian World Class University secara bertahap.
Dalam amanatnya, dr. H. Agus Taufiqurrahman menekankan bahwa identitas Al-Islam dan Kemuhammadiyahan harus menjadi jiwa pembeda UMSU dari perguruan tinggi lain. Unggul tidak hanya diukur dari angka, melainkan dari kedalaman moral, spiritual, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.
“UMSU harus menjadi kampus se-unggul-unggulnya. Pembedanya adalah nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Unggul secara moral, spiritual, dan memberi dampak bagi masyarakat,” tegas Agus Taufiqurrahman.
Ia juga mengapresiasi keberhasilan UMSU mengakuisisi STIKES Indah Medan senilai lebih dari Rp65 Miliar sebagai bentuk ekspansi nyata, serta mengingatkan kesiapan UMSU menjadi tuan rumah Muktamar Muhammadiyah ke-49.
Senada dengan hal tersebut, Prof. Ahmad Muttaqin menyatakan bahwa akreditasi ‘Unggul’ dari BAN-PT bukanlah titik akhir, melainkan garis start. Keunggulan sejati di lingkungan Muhammadiyah diwujudkan melalui:
- Tata kelola serba digital dan kurikulum masa depan.
- Daya saing global dan keberlanjutan riset.
- Resiliensi kepemimpinan (the dream team) yang berdampak luas.
Apresiasi turut mengalir dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah 1 Sumut melalui Kabag Umum, Ahmad Subhan, S.E. Pihaknya berharap jajaran pimpinan baru ini dapat meningkatkan kapasitas publikasi riset, inovasi unggulan, serta jangkauan hibah internasional.
Acara pelantikan ini dihadiri oleh jajaran tokoh penting lintas sektor, antara lain BPH UMSU (Prof. Dr. Agussani, MAP), PWM Sumut (Prof. Dr. H. Hasyimsyah Nasution, MA), PWA Sumut (Dr. Nur Rahmah Amini, M.Ag.), serta pimpinan Ortom dan PDM/PDA se-Sumut.
Juga hadir Wali Kota Sibolga (Akhmad Syukri Nazry Penarik), Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan (Dedi Irawan, M.Si.), Kasubdit Prapenuntutan Jampidum Kejagung (Muttaqin Harahap).
Turut hadir Perwakilan Kopertais Wilayah IX Sumut, Ketua MUI Sumut dan Kota Medan, jajaran DPRD Provsu & DPD Medan, serta para Pimpinan PTN/PTS se-Sumatera Utara.(*)
