SUPREMASI.id – Di tengah semakin kuatnya upaya membangun pendidikan tinggi yang terhubung lintas negara, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) kembali menegaskan langkahnya di panggung internasional. Kampus yang terus mendorong internasionalisasi ini hadir dalam MQA Presidents’ Forum (Universities) 2026, forum bergengsi yang mempertemukan para pemimpin perguruan tinggi dari berbagai negara untuk merumuskan masa depan pendidikan tinggi ASEAN.
Forum yang diselenggarakan Ministry of Higher Education (MOHE) Malaysia bersama Malaysian Qualifications Agency (MQA) pada Kamis (23/7) di Sama-Sama Hotel, Kuala Lumpur International Airport (KLIA), Malaysia, menjadi ruang strategis bagi para rektor, pembuat kebijakan, diplomat, dan pelaku industri untuk memperkuat kolaborasi regional.
Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd diwakili oleh Wakil Rektor III Dr. Rudianto, M.Si. Kehadiran UMSU menandai komitmen kampus dalam memperluas jejaring internasional sekaligus memperkuat kualitas tata kelola pendidikan tinggi yang berstandar global.
Dr. Rudianto menjelaskan bahwa forum tersebut diikuti oleh 58 pimpinan perguruan tinggi yang mewakili 73 institusi pendidikan tinggi dari 20 negara. Peserta berasal dari berbagai kategori, mulai dari universitas negeri dan swasta Malaysia, perguruan tinggi berstatus self-accreditation, universitas terkemuka di kawasan ASEAN, hingga international branch campuses.
Selain itu, forum juga melibatkan 10 kedutaan besar asing di Malaysia dan enam mitra strategis industri, menjadikannya wadah kolaborasi yang mempertemukan dunia akademik, pemerintah, dan sektor industri.
Mengangkat tema “Leading Quality Assurance for a Future-Ready and Integrated ASEAN Higher Education”, forum ini menjadi ruang dialog mengenai arah baru pendidikan tinggi ASEAN. Berbagai isu strategis dibahas, mulai dari penguatan sistem penjaminan mutu, transformasi digital, peningkatan daya saing global perguruan tinggi, hingga integrasi pendidikan tinggi di kawasan.
Bagi UMSU, keikutsertaan dalam forum ini bukan sekadar menghadiri pertemuan internasional, melainkan menjadi kesempatan untuk belajar dari praktik-praktik terbaik yang diterapkan berbagai universitas dunia. Pertukaran pengalaman mengenai sistem penjaminan mutu, tata kelola perguruan tinggi, serta strategi menghadapi tantangan pendidikan tinggi global menjadi bekal penting dalam mempercepat transformasi institusi.
“Melalui forum ini, UMSU memperoleh kesempatan untuk bertukar pengalaman dengan para pemimpin perguruan tinggi dari berbagai negara mengenai praktik terbaik dalam penjaminan mutu, tata kelola perguruan tinggi, serta strategi menghadapi tantangan pendidikan tinggi di era global,” ujar Dr. Rudianto.
Ia menambahkan, hasil dari forum tersebut diharapkan mampu memperkuat langkah UMSU dalam mengembangkan pendidikan tinggi yang inovatif, adaptif, dan memiliki daya saing internasional. Kolaborasi lintas negara yang terbangun juga menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan masa depan.
Forum dibuka oleh Chief Executive Officer Malaysian Qualifications Agency (MQA), YBhg. Dato’ Professor Dr. Mohammad Shatar Sabran, sementara Menteri Pendidikan Tinggi Malaysia, YB Dato’ Seri Diraja Dr. Zambry Abd Kadir, menyampaikan Ministerial Keynote Address bertajuk “RPTM 2026–2035: Shaping the Future of Higher Education Malaysia.
“Puncak kegiatan berlangsung melalui Presidents’ Forum and Strategic Dialogue, yang mempertemukan para pimpinan perguruan tinggi untuk membahas berbagai strategi membangun ekosistem pendidikan tinggi ASEAN yang semakin terintegrasi dan siap menghadapi perubahan global.
Rangkaian acara ditutup dengan Closing Remarks oleh YBhg. Datuk Professor Dr. Azlinda Azman, Director General, Department of Higher Education, Ministry of Higher Education Malaysia, kemudian dilanjutkan dengan sesi jejaring akademik yang membuka peluang kolaborasi baru antarinstitusi.
Kesuksesan penyelenggaraan forum ini turut didukung sejumlah mitra strategis internasional, di antaranya Creatrix Campus (Malaysia) dan CE Nexus (Philippines) sebagai Diamond Partners, serta Singapore Institute of Management (Singapore), EANDIADS (Malaysia), Vialing (Malaysia), dan MasterSoft (India) sebagai Gold Partners.
Keikutsertaan UMSU dalam MQA Presidents’ Forum 2026 menjadi bukti bahwa perjalanan menuju kampus berkelas dunia tidak hanya dibangun melalui prestasi akademik, tetapi juga melalui keterlibatan aktif dalam forum-forum internasional yang melahirkan gagasan, kolaborasi, dan inovasi untuk memajukan pendidikan tinggi di tingkat regional maupun global. (*)
