SUPREMASI.id – Media sosial kini bukan lagi sekadar ruang berbagi cerita, tetapi telah berkembang menjadi sarana belajar, menginspirasi, sekaligus membangun perubahan. Semangat itulah yang diusung Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) melalui UMSU Creators Fest 2026, sebuah ajang yang mendorong lahirnya konten-konten digital yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Komitmen tersebut ditegaskan saat Rektor UMSU, Prof. Dr. Akrim, M.Pd, menyerahkan penghargaan kepada para pemenang lomba video konten berdampak pada Rabu (22/7/2026) di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung Rektorat UMSU, Jalan Muchtar Basri, Medan.
Bagi UMSU, kompetisi ini bukan sekadar mencari video terbaik. Lebih dari itu, Creators Fest menjadi ruang bagi mahasiswa, dosen, alumni, dan sivitas akademika untuk menghadirkan gagasan-gagasan kreatif yang mampu mengedukasi masyarakat melalui platform digital. Tahun ini, sebanyak 27 peserta dari kalangan mahasiswa dan dosen berpartisipasi menampilkan karya-karya yang mengangkat berbagai tema inspiratif.
Prof. Akrim menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya program tersebut. Menurutnya, kreativitas di era digital harus diarahkan untuk menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan banyak orang.
“Alhamdulillah, pada hari ini kita menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba UMSU Creator Fest 2026. Ini adalah bagian dari program berdampak Kemendikti Saintek yang diwujudkan melalui gerakan Humas Berdampak,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa konten digital memiliki kekuatan besar dalam membentuk cara berpikir masyarakat. Karena itu, mahasiswa dan dosen didorong untuk terus menghadirkan karya-karya yang inovatif, inspiratif, serta sarat dengan nilai edukasi.
“Konten tersebut harus mengandung nilai edukasi yang kita harapkan memiliki dampak positif terhadap kreativitas dosen maupun mahasiswa,” tambahnya.
Apresiasi juga datang dari Fahrunnysa, juri sekaligus perwakilan Humas LLDIKTI Wilayah I. Menurutnya, UMSU berhasil menerjemahkan program nasional Humas Berdampak menjadi gerakan yang nyata di lingkungan perguruan tinggi.Ia menjelaskan bahwa penilaian dalam kompetisi tidak hanya bertumpu pada kualitas visual semata, tetapi lebih menitikberatkan pada sejauh mana konten mampu menyampaikan pesan edukatif dan menjangkau masyarakat secara luas.
Di balik penyelenggaraan kegiatan ini, terdapat visi yang lebih besar. Kepala Biro Humas UMSU, Assoc. Prof. Dr. Ribut Priadi, S.Sos., M.I.Kom., menjelaskan bahwa UMSU Creators Fest merupakan bagian dari implementasi Program Kemendikti Saintek Berdampak melalui gerakan Humas Berdampak, yang mendapat dukungan dari LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara.
Menurutnya, perkembangan teknologi komunikasi yang semakin cepat, termasuk hadirnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), harus disikapi dengan peningkatan literasi digital. Karena itu, UMSU tidak berhenti pada kompetisi video semata.
Ke depan, rangkaian program ini akan diperluas melalui kompetisi menulis berdampak, pelatihan pembuatan konten edukatif, hingga program literasi digital bagi para siswa. Langkah tersebut diharapkan mampu membangun budaya digital yang produktif sekaligus bertanggung jawab.Ribut juga mengapresiasi dukungan penuh dari pimpinan universitas yang menjadikan UMSU Creators Fest sebagai agenda tahunan.
“Kesempatan ini sangat bermakna bagi kita. Rektor UMSU memberikan atensi yang luar biasa kepada mahasiswa dan dosen untuk hadir memberikan dorongan kepada seluruh fakultas, program studi, hingga unit dan biro agar aktif memproduksi konten-konten media sosial yang inspiratif dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Pandangan serupa disampaikan salah seorang pemenang kategori dosen, dr. Siti Masliana Siregar, Sp.THT-KL., Subsp.Rino(K), Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UMSU. Baginya, kompetisi ini menjadi ruang yang tepat untuk menunjukkan bahwa media sosial dapat dimanfaatkan sebagai instrumen pengembangan dunia akademik.
“Ini merupakan hal yang sangat positif untuk dilombakan karena menunjukkan kreativitas dan inovasi bagi semua kalangan, terutama civitas akademika dan mahasiswa, untuk memanfaatkan media sebagai sesuatu yang berdampak dan sangat positif,” katanya.
Pada UMSU Creators Fest 2026, penghargaan diberikan dalam tiga kategori utama. Pada kategori mahasiswa, gelar The Best Creator diraih Tegar Ananda bersama tim hasil kolaborasi Fakultas Pertanian dan FKIP. Penghargaan The People’s Choice diberikan kepada Annisa dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), sedangkan The Masterpiece Video diraih Alvi Syahrin, juga dari FISIP.
Untuk kategori dosen, penghargaan The Best Creator diraih Assoc. Prof. Dr. dr. Humairah Medina Liza Lubis, M.Ked(PA)., Sp.PA dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Sementara penghargaan The People’s Choice diberikan kepada dr. Siti Masliana Siregar, Sp.THT-KL., Subsp.Rino(K) dari fakultas yang sama.
Adapun pada kategori lembaga, penghargaan The Masterpiece Video berhasil diraih Rihan Yuhyi yang mewakili Observatorium Ilmu Falak (OIF) UMSU.Melalui UMSU Creators Fest, UMSU menunjukkan bahwa kreativitas digital tidak hanya diukur dari banyaknya tayangan atau tren yang diikuti, melainkan dari kemampuan sebuah konten menghadirkan pengetahuan, menginspirasi masyarakat, dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan.
Di tengah derasnya arus informasi digital, kampus ini memilih menjadikan media sosial sebagai ruang untuk menyebarkan nilai, gagasan, dan semangat perubahan. (*)
