SUPREMASI.id – Deretan buah melon berwarna hijau kekuningan menggantung rapi di dalam greenhouse milik Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (Faperta UMSU). Buah-buah yang tumbuh melalui sistem hidroponik itu menjadi bukti bahwa inovasi pertanian modern tidak lagi sebatas konsep di ruang kelas, tetapi telah menghasilkan produk yang berkualitas dan bernilai ekonomi.
Panen perdana melon hidroponik tersebut dilakukan langsung oleh Rektor UMSU, Prof. Dr. Akrim, M.Pd, di Kebun Percobaan Kampus IV UMSU, Jalan Dwikora, Pasar VI, Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Selasa (21/7/2026).
Greenhouse yang dibangun sejak setahun terakhir merupakan bagian dari pengembangan laboratorium pembelajaran, riset, dan inovasi Fakultas Pertanian. Melalui fasilitas ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori budidaya tanaman, tetapi juga terlibat langsung dalam proses produksi menggunakan teknologi pertanian modern.
Bagi Prof. Akrim, panen perdana tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan UMSU mengembangkan ekosistem pertanian berbasis inovasi. Hasil panen yang manis, berkualitas, dan layak dipasarkan menunjukkan bahwa perencanaan pembangunan greenhouse telah berjalan sesuai harapan.
“Panen raya ini sangat membanggakan kita semua. Sesuai dengan rencana yang telah disusun, greenhouse ini diharapkan mampu menghasilkan tanaman melon yang berkualitas dan layak dipasarkan. Kami berharap program ini dapat menjadi bagian dari ekosistem diversifikasi pendapatan atau usaha UMSU,” ujarnya.
Lebih dari sekadar menghasilkan buah, greenhouse diproyeksikan menjadi tempat lahirnya generasi muda yang siap mengembangkan usaha pertanian modern. Mahasiswa diharapkan memiliki pengalaman praktis dalam mengelola budidaya berbasis teknologi sehingga mampu membangun usaha secara mandiri setelah menyelesaikan pendidikan.
“Harapannya, mahasiswa mampu mengelola greenhouse secara mandiri setelah lulus dari Fakultas Pertanian UMSU,” tambahnya.
Komitmen UMSU tidak berhenti pada keberhasilan panen pertama. Kampus telah menyiapkan langkah lanjutan dengan mengembangkan sistem barcode untuk mendukung pemasaran dan distribusi hasil panen agar lebih profesional dan mudah diakses masyarakat.
Rektor juga mendorong Fakultas Pertanian untuk terus melibatkan dosen, mahasiswa, dan praktisi dalam mengembangkan greenhouse sebagai pusat inovasi pertanian modern. Menurutnya, capaian panen perdana merupakan awal yang menjanjikan untuk menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi pada masa mendatang.
“Saya melihat ini sebagai perkembangan yang luar biasa karena ini baru panen perdana. Mudah-mudahan panen berikutnya hasilnya lebih banyak dan lebih besar,” katanya.
Dengan dukungan lahan yang masih luas, UMSU juga membuka peluang pengembangan berbagai komoditas hortikultura lainnya. Penguatan sektor pertanian menjadi bagian dari pembangunan ekosistem pangan kampus yang telah mencakup lahan pertanian, kebun, peternakan ayam, kolam ikan, hingga pabrik air minum.
Dekan Fakultas Pertanian UMSU, Prof. Dr. Ir. Wan Arfiani Barus, M.P., menilai keberhasilan panen melon hidroponik menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian, sekaligus pengembangan kewirausahaan di lingkungan fakultas.
“Kami berharap ke depan program ini semakin berkembang dan dapat dimaksimalkan,” ujarnya.
Usai memanen melon, Rektor bersama jajaran pimpinan universitas juga meninjau berbagai produk inovasi mahasiswa yang berhasil lolos Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) tingkat nasional. Beragam produk dipamerkan, mulai dari cookies berbahan daun kelor dan buah bit hingga teh Jamelor yang menjadi bukti bahwa inovasi mahasiswa UMSU terus berkembang seiring penguatan budaya riset dan kewirausahaan di kampus.
Panen perdana melon hidroponik ini menjadi lebih dari sekadar keberhasilan menghasilkan buah. Ia menandai langkah UMSU dalam membangun model pendidikan pertanian yang memadukan ilmu pengetahuan, teknologi, kewirausahaan, dan keberlanjutan, sehingga mahasiswa tidak hanya lulus dengan ijazah, tetapi juga membawa pengalaman nyata untuk menciptakan peluang usaha di masa depan. (*)
