SUPREMASI.id ~ Suasana penuh semangat dan harapan mewarnai pelepasan kafilah Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) yang akan berlaga pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-40 Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026. Sebanyak 17 qari dan qariah UMSU resmi dilepas untuk mengikuti perhelatan akbar yang berlangsung di kawasan Astaka Pancing, Medan.
Pelepasan dilakukan oleh Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd bersama Wakil Rektor III Assoc. Prof. Dr. Rudianto, M.Si di Ruang VIP UMSU, Jalan Mukhtar Basri No. 3 Medan, Senin (15/6/2026). Hadir pula Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMSU Prof. Dr. Agussani, MAP, pimpinan fakultas, serta para pembina yang memberikan dukungan langsung kepada para peserta.
Bagi para kafilah, keikutsertaan dalam MTQ bukan sekadar mengikuti perlombaan. Mereka membawa amanah untuk mengharumkan nama kampus sekaligus menunjukkan komitmen UMSU dalam membangun generasi yang dekat dengan Al-Qur’an.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor III UMSU Dr. Rudianto menegaskan bahwa MTQ merupakan momentum penting untuk menunjukkan hasil pembinaan yang selama ini dilakukan kampus. Menurutnya, semangat mengikuti MTQ Sumut tahun ini sangat besar, terlebih pelaksanaannya berlangsung di Astaka Pancing yang menjadi salah satu lokasi paling prestisius di Sumatera Utara.
“Semangat MTQ provinsi ini cukup kuat dan tempatnya di lapangan Astaka yang prestisius. Tentu kita menyadari persiapannya tidak dilakukan dalam sehari atau dua hari,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa UMSU tidak hanya berorientasi pada perolehan prestasi. Lebih dari itu, universitas berupaya menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an melalui berbagai program pembinaan, termasuk pemberian beasiswa kepada qari dan qariah.
“UMSU tidak semata-mata mencari prestasi saja. Kita memberikan beasiswa kepada qari-qariah karena ingin membangun komunitas yang mencintai Al-Qur’an,” katanya.
Menurut Dr. Rudianto, pembinaan yang dilakukan UMSU memiliki karakter tersendiri. Nilai-nilai moral, etika, dan akhlak telah menjadi bagian dari kehidupan akademik mahasiswa jauh sebelum mereka memasuki arena perlombaan.
“Ada keistimewaan dari UMSU, harus ada yang berbeda. Setiap hari kita ditanamkan moral dan etika. Kita tidak hanya saat bertanding saja dikumpulkan, tetapi nilai itu sudah ditanamkan sejak proses pembelajaran. Maka berikan kesegaran dan keaslian. Sportivitas menjadi andalan kita,” tambahnya.
Menjelang keberangkatan, doa dan harapan mengiringi langkah para peserta. UMSU berharap seluruh kafilah dapat tampil maksimal, menjaga kesehatan, dan memberikan penampilan terbaik selama kompetisi berlangsung.
Dukungan serupa disampaikan Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) UMSU, Dr. Abdul Rahman, M.Pd. Ia mengapresiasi perhatian universitas yang menggelar pelepasan resmi sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan para peserta.
Menurutnya, peluang kafilah UMSU untuk menembus tingkat nasional cukup terbuka sehingga persiapan yang matang menjadi kunci utama.
“Kami mohon kesiapan yang maksimal, karena peluang ke nasional sangat besar,” ujarnya.
Di sisi lain, para peserta menyambut kepercayaan yang diberikan kampus dengan penuh rasa syukur. Salah seorang peserta, Nurjannah Adila, mengungkapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang terus diberikan oleh UMSU.
“Terima kasih kepada UMSU yang telah memberikan perhatian kepada kami. Kami mengharapkan doa agar dapat membanggakan UMSU,” katanya.
Hal senada disampaikan Noor Hidayat Fuad. Baginya, kesempatan tampil membawa nama UMSU merupakan amanah sekaligus kehormatan yang harus dijaga dengan sungguh-sungguh.
“Ini membawa nama baik UMSU. Ini adalah amanah dan kehormatan besar bagi kami. Kami akan memaksimalkan perjuangan untuk menjaga nama baik kampus. Kami mohon doa agar diberikan kesehatan dan kelancaran,” ujarnya.
Pada MTQ Sumut 2026 yang berlangsung pada 15–25 Juni 2026, UMSU tidak hanya mengirimkan kafilah terbaiknya. Kampus juga memperoleh fasilitas stan promosi di area kegiatan sebagai sarana memperkenalkan berbagai capaian dan program unggulan universitas kepada masyarakat luas.
Pelepasan kafilah ditutup dengan sesi foto bersama pimpinan universitas, Ketua BPH UMSU, pimpinan fakultas, pembina, serta seluruh peserta. Momen tersebut menjadi simbol dukungan moral dan kebersamaan, sekaligus mengiringi langkah para qari dan qariah UMSU menuju arena MTQ dengan membawa semangat Al-Qur’an, sportivitas, dan harapan untuk kembali menorehkan prestasi bagi kampus.(*)
