SUPREMASI.id – Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua mahasiswi terbaiknya dipercaya mewakili Provinsi Sumatera Utara pada ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Nasional 2026 yang akan berlangsung di Universitas Multimedia Nusantara pada 4–8 Agustus 2026.
Kedua delegasi tersebut berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMSU, yaitu Tiara Ramadani dari Program Studi Manajemen Pajak yang akan bersaing pada kategori Diploma dengan dosen pendamping Dr. Edy Suprayetno, M.Pd, serta Imtiyaz Alnatanisa dari Kelas Internasional Program Studi Manajemen pada kategori Sarjana dengan dosen pendamping Agus Sani, S.E., M.Sc.
Keberhasilan ini menjadi bukti konsistensi UMSU dalam membina mahasiswa berprestasi sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi yang mampu melahirkan talenta unggul di tingkat nasional.
Rektor UMSU, Prof. Dr. Akrim, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan dua mahasiswa UMSU melaju ke tingkat nasional merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Salut dan bangga atas keberhasilan mahasiswa UMSU di ajang Pilmapres ini. Semoga capaian ini dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi,” ujarnya didampingi Wakil Rektor III UMSU, Dr. Rudianto, M.Si.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut bukanlah prestasi yang hadir secara instan, melainkan buah dari komitmen kampus dalam membangun budaya akademik yang mendorong mahasiswa untuk terus berkembang.
“Capaian ini membuktikan bahwa pembinaan berkelanjutan yang dimulai sejak beberapa tahun lalu telah menghasilkan prestasi yang konsisten,” katanya.
Bagi Imtiyaz Alnatanisa, keberhasilan menembus Pilmapres Nasional menjadi pencapaian yang penuh makna. Ia mengaku diliputi rasa syukur ketika namanya diumumkan sebagai salah satu finalis nasional setelah melalui masa penantian yang cukup menegangkan.
“Perasaan saya ketika diumumkan lolos sebagai finalis Pilmapres Nasional tentu sangat senang dan penuh rasa syukur,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, pengumuman yang semula dijadwalkan pada 10 Juli mengalami perubahan dan baru diumumkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada 11 Juli. Penundaan tersebut membuat dirinya harus menunggu lebih lama dengan rasa cemas sekaligus penuh harapan.
“Selama menunggu hasil tersebut tentu ada rasa cemas dan harapan besar. Alhamdulillah, hasil yang diberikan membawa kebahagiaan karena saya berhasil menjadi salah satu finalis Pilmapres Nasional tahun ini,” tuturnya.
Imtiyaz juga mengapresiasi dukungan penuh yang diberikan UMSU selama proses persiapan. Menurutnya, pendampingan yang intensif dari dosen pembimbing, fakultas, hingga Student Research and Creativity Center (SRCC) menjadi energi besar untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi nasional.
“Dukungan dari UMSU sangat luar biasa. Mulai dari dosen pembimbing saya, Sir Agus, hingga pihak fakultas dan SRCC yang terus memberikan pendampingan serta memonitoring proses persiapan secara daring,” katanya.
Sementara itu, Tiara Ramadani memilih memaksimalkan waktu persiapan dengan memperkuat seluruh aspek penilaian. Selain mendalami substansi produk inovatif SMARTWELTAX, ia juga terus mengasah kemampuan presentasi, komunikasi, serta memperluas wawasan mengenai isu-isu nasional yang berkaitan dengan bidang perpajakan.
Tak hanya itu, Tiara secara rutin mengikuti simulasi wawancara untuk meningkatkan kesiapan menghadapi tahapan penilaian di tingkat nasional.Keikutsertaan Tiara dan Imtiyaz sekaligus melanjutkan tradisi prestasi UMSU di ajang Pilmapres.
Ini merupakan tahun kedua secara berturut-turut mahasiswa UMSU dipercaya mewakili Sumatera Utara pada kompetisi paling bergengsi bagi mahasiswa berprestasi di Indonesia.
Sebelumnya, pada Pilmapres Nasional 2025, Anggita Sari Rangkuti dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMSU juga berhasil menjadi finalis tingkat nasional.
Keberhasilan ini mempertegas komitmen UMSU dalam menciptakan ekosistem pembinaan prestasi yang berkelanjutan, sehingga mahasiswa tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kapasitas kepemimpinan, inovasi, serta daya saing di tingkat nasional maupun internasional. (*)
