SUPREMASI.id – Penang, Malaysia | Universiti Malaysia Perlis (UniMAP) menggandeng Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar 1st International Conference on Global Business, Scientific Communication and Linguistics (IC-BUSCLI) 2026 di Penang, Malaysia, Selasa (1/9/2026).
Konferensi internasional ini menjadi ruang bagi akademisi dan peneliti dari berbagai negara untuk bertukar gagasan, mempresentasikan hasil riset, sekaligus memperluas kolaborasi di bidang bisnis, komunikasi, teknologi, dan linguistik di tengah era disrupsi.
Kegiatan dibuka Dekan Faculty of Business and Communication UniMAP, Assoc. Prof. Dr. Mohammad Rezal Hamzah, dengan sambutan Ketua Panitia Assoc. Prof. Dr. Ummi Naiemah Saraih.
Dari UMSU, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Pengabdian dan Internasionalisasi, Assoc. Prof. Dr. Rudianto, M.Si., tampil sebagai keynote speaker bersama Prof. Dr. Asima Faisal dari Dow University of Health Sciences, Pakistan.
Dr. Rudianto membawakan makalah bertajuk “Communication, Culture and Technology: Humanising Innovation in a Disruptive World.” Ia menyebut IC-BUSCLI merupakan salah satu implementasi kerja sama UMSU dan UniMAP yang terus berkembang melalui berbagai program internasional.
“Konferensi internasional ini merupakan implementasi dari kerja sama yang telah dibangun antara UMSU dan UniMAP. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi para akademisi untuk berbagi pengetahuan, hasil penelitian, dan membangun kolaborasi yang lebih luas,” ujarnya.
Menurutnya, kerja sama kedua perguruan tinggi tidak hanya mencakup konferensi internasional, tetapi juga student mobility, visiting lecturer, serta berbagai bentuk kolaborasi akademik lainnya.
Ketua OIC UMSU, Rafieqah Nalar Rizky, M.A., menilai forum tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat internasionalisasi UMSU. Keterlibatan dosen dalam konferensi internasional dinilai mampu membuka peluang riset dan jejaring baru dengan akademisi dari berbagai negara.
Sementara itu, Dekan Faculty of Business and Communication UniMAP, Assoc. Prof. Dr. Mohammad Rezal Hamzah, mengatakan IC-BUSCLI mengusung pendekatan lintas disiplin dengan mengintegrasikan bisnis, komunikasi, teknologi, dan linguistik.
“Meski teknologi menyediakan sarana, manusialah yang memberikan arah, nilai, dan tujuan,” tegasnya.Konferensi IC-BUSCLI 2026 menghimpun 62 makalah penelitian serta melibatkan mitra akademik dari Pakistan dan Indonesia. Forum ini diharapkan menjadi pemantik lahirnya riset baru dan kolaborasi internasional yang memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.
Partisipasi UMSU semakin membanggakan dengan prestasi yang diraih para dosen. Khairunnisa, S.E.I., M.M. terpilih sebagai Best Presenter melalui makalah “Human-Centred AI Framework for Nazir Accountability.
”Sementara itu, makalah karya Assoc. Prof. Dr. Ribut Priadi, S.Sos., M.I.Kom. dan Peny Eriska, M.I.Kom. berjudul “The Role of TikTok as a Mental Health Information Medium for Gen Z” meraih penghargaan Best Paper.
Selain keduanya, sejumlah akademisi UMSU juga mempresentasikan hasil riset, yakni Dr. Akhyar Anshori, S.Sos., M.I.Kom.; Assoc. Prof. Dr. Yan Hendra, Drs., M.Si.; Dr. Sigit Hardianto, M.I.Kom.; serta Lufriansyah, S.E., M.Ak.
Keikutsertaan dan capaian tersebut memperkuat langkah UMSU dalam membangun internasionalisasi pendidikan tinggi, penguatan riset, serta jejaring akademik global, sekaligus menegaskan komitmen UMSU menghadirkan inovasi yang tetap berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.(*)
