SUPREMASI.id ~ Langkah menuju suksesnya Muktamar Muhammadiyah 2027 mulai dipersiapkan dari sekarang. Salah satunya terlihat dalam pertemuan penuh gagasan antara Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dan Grand Mercure Maha Cipta Medan Angkasa yang berlangsung di Ruang VIP UMSU, Jalan Muchtar Basri No. 3 Medan, Senin (11/5).
Audiensi tersebut menghadirkan semangat kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri perhotelan dalam mengembangkan wisata religi, pelatihan pariwisata, hingga pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Sumatera Utara.
General Manager Grand Mercure Medan Angkasa, Rachmad Suwardi, menilai Sumatera Utara memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata ramah muslim yang dapat dikembangkan secara modern dan terintegrasi. Potensi itu, menurutnya, tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Kita mencoba menjalin kerja sama pameran di UMSU tentang pariwisata religi. Segmen masyarakat dunia yang ramah muslim di Sumatera Utara sangat besar. Jika ini berjalan, tentu tingkat hunian hotel juga akan meningkat,” ujarnya.
Bagi Grand Mercure, pertemuan ini bukan sekadar membangun relasi kelembagaan, melainkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat dukungan terhadap agenda besar Muhammadiyah di tahun 2027 mendatang.
“Tujuan kami datang ke sini, semoga untuk muktamar ke depan. Kami dengan senang hati bisa bekerja sama dalam pelatihan pariwisata dan pengembangan UMKM,” tambah Rachmad.
Sementara itu, Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd menyambut positif inisiatif tersebut. Menurutnya, hubungan antara UMSU dan Grand Mercure telah terjalin cukup lama dan kini memasuki babak baru yang lebih produktif melalui pengembangan wisata religi berbasis pendidikan, sosial, dan budaya.
“Kerja sama kita saat ini sudah berjalan baik. Terima kasih atas kehadirannya. Pertemuan ini sangat menggembirakan dengan ide-ide kreatif untuk meningkatkan kerja sama wisata,” kata Rektor.
Akrim menjelaskan, konsep wisata religi sejalan dengan visi UMSU dalam membangun ekosistem wisata halal yang pernah digagas sebelumnya. Ia melihat kolaborasi ini dapat melahirkan paket wisata yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan spiritual masyarakat Sumatera Utara.
“Kita membuka cakrawala baru kerja sama wisata religi. Kita bisa membuat paket wisata bersama. Dulu juga pernah menggagas wisata halal,” jelasnya.
Menurutnya, Sumatera Utara memiliki kekuatan besar dalam sektor wisata religi, mulai dari situs sejarah Islam, pusat pendidikan keagamaan, hingga kekayaan budaya lokal yang dapat menjadi daya tarik wisata nasional maupun internasional.
“Wisata religi di Sumatera Utara sangat menarik, di samping juga dengan program sosial, dan ke depan kita bisa berkolaborasi lebih luas,” ungkapnya.
Pertemuan tersebut juga menjadi simbol sinergi antara kampus dan dunia industri dalam menyambut momentum besar Muktamar Muhammadiyah 2027 yang diperkirakan akan menghadirkan ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
UMSU berharap kerja sama ini tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan berkembang menjadi program nyata yang memberi manfaat luas bagi masyarakat, dunia pendidikan, dan sektor pariwisata daerah.
“Kami mengharapkan kerja sama ini bisa kita tingkatkan lebih baik dan lebih intens di masa depan,” pungkas Rektor.
Turut hadir dalam pertemuan itu Wakil Rektor III UMSU Assoc. Prof. Dr. Rudianto, M.Si, Sekretaris BPH Drs. Mutholib, M.M bersama anggota Drs. H. Dalail Ahmad, M.A, serta sejumlah kepala biro di lingkungan UMSU. Dari pihak Grand Mercure hadir Director of Sales and Marketing Debby Silvia Reny dan Assistant Sales Manager Dedek Syahputra.(*)
