SUPREMASI.id ~ Sorak tepuk tangan dan wajah-wajah penuh kebanggaan memenuhi Auditorium Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Sabtu (10/5) sore. Satu per satu nama pemenang Medan Coding Competition 2026 diumumkan di hadapan ratusan peserta, guru, mahasiswa, dan tamu undangan. Momentum itu menjadi penanda lahirnya generasi digital baru Kota Medan yang siap bersaing di era teknologi.
Ajang yang digelar selama dua hari, 9–10 Mei 2026, tersebut diikuti 623 peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA/SMK hingga perguruan tinggi se-Kota Medan. Kompetisi tidak hanya menghadirkan perlombaan coding dan teknologi, tetapi juga mini talkshow, bazaar UMKM, hingga ruang kolaborasi kreatif antara dunia pendidikan, pemerintah, dan komunitas teknologi.
Di tingkat mahasiswa, Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FIKTI) UMSU menjadi salah satu sorotan utama. Tim “Suara Medan” berhasil meraih Juara I kategori Mobile Apps lewat inovasi aplikasi digital yang mereka tampilkan. Sementara tim “Rupiah Bicara” dari UMSU juga berhasil membawa pulang penghargaan Juara Favorit kategori Internet of Things (IoT).
Untuk kategori IoT tingkat mahasiswa, Juara I diraih Tim Synapse Tech dari Universitas Methodist Indonesia, disusul Tim Smartbin Squad dari Universitas Negeri Medan sebagai Juara II dan Tim Warases dari Universitas Sumatera Utara sebagai Juara III.
Sedangkan pada kategori Mobile Apps, Tim “Batak Paling Keren” dari Institut Teknologi Del meraih Juara II dan Tim “UMPAB Pioner” dari Universitas Pembangunan Panca Budi meraih Juara III. Penghargaan Juara Favorit diberikan kepada Tim “Marsiadapari” dari Institut Teknologi Del.
Di tingkat SMA/SMK kategori Robotik Line Follower, Tim Winner dari SMA Negeri 2 Medan berhasil keluar sebagai Juara I, diikuti Tim Vector Velocity dari SMA Negeri 1 Medan sebagai Juara II dan Tim Adzkia Bot dari SMA Swasta IP Adzkia Medan sebagai Juara III.
Sementara kategori E-Sport tingkat SMA/SMK dimenangkan Tim Pelajar dari WR Supratman 2 sebagai Juara I, disusul tim NAC dari SMK Negeri 1 Stabat sebagai Juara II dan tim Ang Ang Ang dari MAN 1 Medan sebagai Juara III.
Antusiasme juga terlihat pada peserta tingkat SMP kategori Scratch. Juara I diraih K82 dari SMP Negeri 10 Medan, Juara II oleh K60 dari SMPS Batari Medan dan Juara III oleh K77 dari Nakamura School.
Di tingkat SD kelas 4–6 kategori Scratch, K13 dari SDS St. Antonius V Medan berhasil meraih Juara I. Posisi Juara II diraih K84 dari SDS Kemala Bhayangkari 1 Medan dan Juara III diraih K83 dari SD IT Khairul Iman.
Sedangkan kategori Unplugged Coding tingkat SD kelas 1–3 dimenangkan Tim 16 dari SDS Sultan Iskandar Muda. Juara II diraih Tim 39 dari UPT SDN Percontohan Medan dan Juara III oleh Tim 24 dari SDS Nanyang Zhi Hui.
Penutupan kegiatan dilakukan langsung oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. Dalam sambutannya, dia menegaskan bahwa teknologi harus menjadi jawaban atas berbagai persoalan masyarakat.
“Mudah-mudahan acara ini memberikan manfaat untuk kemajuan teknologi kita di masa depan. Teknologi bukan hanya tentang alat atau cara membuatnya, tetapi tentang menciptakan solusi,” ujar Rico.
Menurutnya, Pemerintah Kota Medan terus mendorong pemanfaatan teknologi dalam pelayanan publik dan pengembangan kota.
“Semua problem yang ada harus diselesaikan dengan solusi yang namanya teknologi. Artinya, setiap permasalahan akan kita coba cari penyelesaiannya melalui teknologi,” katanya.
Rico juga mengajak generasi muda Medan untuk berani menciptakan masa depan melalui inovasi.
“Masa depan itu diciptakan, dan harus mulai diciptakan dari sekarang,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMSU Prof. Dr. Agussani, MAP menegaskan komitmen UMSU mendukung pengembangan teknologi dan inovasi di Kota Medan.
“Kami terbuka dan siap mendukung kegiatan Pemko Medan. Semoga kegiatan selanjutnya dapat kembali dilaksanakan di UMSU,” ujarnya.
Prof. Agussani juga mengungkapkan bahwa UMSU mendapat kepercayaan dari Universiti Malaysia Perlis (UniMAP) sebagai perwakilan pengembangan teknologi digital di Sumatera Utara.
“UniMAP menawarkan kerja sama kepada UMSU sebagai perwakilan mereka di Sumatera Utara. Nantinya kita dapat menghubungkan kolaborasi antara Sumut, khususnya Kota Medan, dan Perlis,” katanya.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Medan Benny Iskandar, ST, MT menyebut Medan Coding Competition merupakan gagasan langsung Wali Kota Medan untuk membangun kreativitas anak muda di bidang teknologi.
“Ini murni gagasan Pak Wali untuk mengembangkan kreativitas anak Medan di bidang coding tanpa menggunakan APBN,” ujarnya.
Penutupan Medan Coding Competition 2026 bukan sekadar seremoni pengumuman juara. Dari panggung UMSU itu, Kota Medan seolah mengirim pesan bahwa masa depan digital sedang dibangun oleh generasi mudanya sendiri generasi yang tidak hanya mahir teknologi, tetapi juga siap menghadirkan solusi bagi masyarakat.(*)
