SUPREMASI.id ~ Ratusan mahasiswa dan dosen berkumpul dengan antusias mengikuti kuliah umum bertajuk “Sistem Makanan Global: Cabaran dan Inovasi” yang disampaikan Ketua Pengarah Malaysian Agricultural Research and Development Institute (MARDI), YBhg. Dato’ Dr. Haji Mohamad Zabawi bin Abdul Ghani. Acara ini digelar di Aula Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) di Jalan Muchtar Basri Medan, Kamis (09/4/2026).
Kehadiran tokoh riset pertanian Malaysia tersebut bukan sekadar agenda akademik biasa, tetapi menjadi momentum penting dalam memperkuat jejaring internasional sekaligus membuka wawasan tentang masa depan sistem pangan global di tengah berbagai tantangan zaman.
Rektor UMSU, Prof. Dr. Agussani, MAP, menyambut langsung kedatangan rombongan MARDI bersama jajaran pimpinan universitas. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kehadiran MARDI menjadi kesempatan berharga bagi sivitas akademika UMSU untuk belajar langsung dari lembaga riset pertanian terkemuka di kawasan Asia Tenggara.
“Kita sangat beruntung MARDI yang sudah dikenal di Malaysia dapat berbagi pengetahuan dengan kita. Sangat rugi jika kesempatan ini tidak dimanfaatkan dengan baik sebagai pembekalan akademik,” ujar Prof. Agussani.
Ia juga menekankan bahwa kolaborasi internasional seperti ini menjadi bagian penting dari upaya UMSU meningkatkan kualitas pendidikan dan riset, termasuk memperluas pengakuan global terhadap lulusan. Salah satunya, UMSU saat ini tengah berupaya memperoleh pengakuan dari Malaysian Medical Council (MMC) agar lulusan Fakultas Kedokteran memiliki peluang berkarier di tingkat internasional.
Bagi Dato’ Dr. Mohamad Zabawi, kunjungan ke UMSU memiliki makna tersendiri. Ia mengaku memiliki kedekatan emosional dengan kampus ini karena sebelumnya pernah berkunjung, meski kali ini menjadi kesempatan pertamanya bertemu langsung dengan Rektor UMSU.
“Alhamdulillah sekarang dapat bertemu langsung dengan Rektor Agussani. Saya rindu datang ke sini. Mudah-mudahan kunjungan ini semakin memperkuat hubungan antara MARDI dan UMSU,” ungkapnya dengan nada hangat.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan serta kerja sama yang telah terjalin, khususnya dalam bidang pendidikan dan penelitian pertanian.
Dalam kuliah umumnya, Zabawi membawa peserta menyelami realitas sistem pangan global yang saat ini menghadapi tekanan besar, mulai dari perubahan iklim, pertumbuhan populasi, hingga ancaman krisis pangan. Menurutnya, sektor pertanian tetap menjadi fondasi utama kehidupan manusia karena berkaitan langsung dengan ketersediaan makanan.
Ia menjelaskan bahwa transformasi sistem agromakanan tidak lagi dapat dilakukan dengan cara konvensional. Inovasi menjadi kata kunci, termasuk melalui pemanfaatan teknologi modern seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence), penggunaan drone untuk pemantauan lahan, hingga automasi dalam pengelolaan pertanian.
Selain itu, pengembangan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap perubahan lingkungan juga menjadi fokus penting. Begitu pula dengan pengembangan produk pangan hilir bernilai tambah tinggi yang mampu meningkatkan daya saing sektor pertanian di pasar global.
Menurutnya, masa depan pertanian tidak hanya bergantung pada kemampuan memproduksi bahan pangan, tetapi juga pada kemampuan mengintegrasikan teknologi, riset, dan inovasi untuk menciptakan sistem pangan yang berkelanjutan.
Kuliah umum ini tidak hanya menjadi forum berbagi ilmu, tetapi juga menjadi ruang inspirasi bagi mahasiswa UMSU untuk melihat pertanian dari perspektif yang lebih luas—bukan sekadar sektor tradisional, melainkan bidang strategis yang sarat inovasi dan peluang global.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kerja sama antara UMSU dan MARDI dapat terus berkembang dalam bentuk kolaborasi riset, pertukaran akademik, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang pertanian.
Lebih dari itu, pertemuan ini menjadi pengingat bahwa menjawab tantangan pangan global membutuhkan kolaborasi lintas negara, lintas disiplin ilmu, dan lintas generasi—dan UMSU telah mengambil langkah penting menjadi bagian dari upaya tersebut.(*)
