SUPREMASI.id – Langkah-langkah penuh semangat memenuhi pelataran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Sabtu (18/7). Ratusan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) berdiri dengan tekad yang sama: membawa ilmu dari ruang kuliah ke ruang-ruang pengabdian.
Hari itu menjadi penanda dimulainya perjalanan mereka melalui Program Latihan Profesi (PLP) II dan III serta Kuliah Kerja Nyata (KKN) reguler dan internasional.
Pelepasan peserta dilakukan oleh Wakil Rektor I UMSU, Prof. Dr. Muhammad Arifin, M.Hum, yang menegaskan bahwa mahasiswa FKIP tidak sekadar menjalankan kewajiban akademik, melainkan mengemban amanah sebagai calon pendidik dan agen perubahan di tengah masyarakat.
Sebanyak 341 mahasiswa akan mengikuti Program Latihan Profesi (PLP) II dan III yang tersebar di 33 lokasi. Sementara itu, 270 mahasiswa diterjunkan dalam program KKN reguler, sedangkan 35 mahasiswa menjadi peserta gelombang pertama KKN Internasional yang akan mengabdi di Malaysia dan Thailand. Program internasional tersebut masih akan berlanjut dalam tiga gelombang berikutnya pada akhir Agustus, September, dan Oktober.
Di hadapan para peserta, Prof. Arifin mengingatkan bahwa profesi guru memiliki peran besar dalam membangun peradaban. Menurutnya, seorang guru harus mampu menghadirkan perubahan yang nyata bagi masyarakat.”Guru itu harus menjadi pembebas kemiskinan dan kebelengguan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya integritas dan kedisiplinan sebagai identitas mahasiswa UMSU. Nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, katanya, harus tercermin dalam setiap tindakan, mulai dari menjaga amanah hingga menghargai waktu.
“Jadilah pemimpin yang amanah. Tunjukkan bahwa kita adalah mahasiswa yang berbasis kemuhammadiyahan dan nilai-nilai Al-Islam. Contohnya adalah disiplin waktu. Jika tidak disiplin, maka akan mencoreng nama kita dan memengaruhi pelaksanaan PLP berikutnya,” pesannya.
Khusus kepada mahasiswa yang akan menjalankan KKN di luar negeri, Prof. Arifin berpesan agar menjadi representasi terbaik UMSU sekaligus wajah Indonesia di mata masyarakat internasional.
“Jaga nama baik kita ketika di negara orang, implementasikan ilmu yang didapat dalam praktiknya. Ini akan berjalan karena yang dituntut adalah inovasi,” tuturnya.
Pesan senada disampaikan Dekan FKIP UMSU, Assoc. Prof. Dra. Hj. Syamsuyurnita, M.Pd. Ia mengingatkan bahwa setiap mahasiswa yang berangkat bukan hanya membawa identitas pribadi, tetapi juga membawa nama baik fakultas dan universitas.
“Jaga nama almamater kita, baik-baiklah di negeri orang dan tunjukkan bahwa kalian adalah duta-duta universitas serta menjadi lulusan yang profesional,” ujarnya.
Prosesi pelepasan semakin bermakna dengan penyerahan simbolis peserta PLP II dan PLP III kepada perwakilan mahasiswa. Maysharah, Mustika Raudah, Elfira Mahfuza, Yusuf Harahap, M. Rizal Fahlevi, Marwati, dan Satria Lubis menerima penyerahan tersebut dari Prof. Arifin yang didampingi Dekan, jajaran Wakil Dekan FKIP, serta para dosen pembimbing lapangan.
Bagi ratusan mahasiswa FKIP UMSU, perjalanan ini bukan sekadar memenuhi tuntutan akademik. Mereka tengah memasuki ruang pembelajaran yang sesungguhnya berhadapan langsung dengan sekolah, masyarakat, dan dunia internasional untuk membuktikan bahwa ilmu, karakter, dan pengabdian dapat berjalan beriringan dalam membentuk pendidik yang profesional dan berkemajuan. (*)
