SUPREMASI.id ~ Deru pembangunan Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) di Desa Saintis, Deliserdang, terus bergerak maju. Di tengah pembangunan Auditorium Berkemajuan dan sport hall yang dipersiapkan untuk menyambut Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah 2027, dukungan besar datang dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur.
Ketua PWM Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Sukadiono, MM, Kamis (7/5), menyerahkan bantuan senilai Rp1 miliar untuk mendukung pembangunan Auditorium Berkemajuan UMSU. Bantuan tersebut diterima langsung Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMSU Prof. Dr. Agussani, MAP, bersama Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, MPd dan Ketua PWM Sumut Prof. Dr. Hasyimsyah Nasution, MA.
Dalam sambutannya, Prof. Sukadiono menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan amanah warga Muhammadiyah Jawa Timur untuk mendukung suksesnya pembangunan pusat kegiatan Muktamar di Sumatera Utara.
“Alhamdulillah akhirnya bisa memenuhi undangan Pak Rektor UMSU. Dalam kesempatan ini saya menyampaikan amanah PWM dan warga Muhammadiyah Jawa Timur yang memberikan bantuan sebesar Rp2 miliar. Masing-masing Rp1 miliar untuk pembangunan kampus terpadu UMSU dan Rp1 miliar untuk pembangunan SPPG di Langkat,” ujarnya.
Kehadiran Prof. Sukadiono di Kampus Terpadu UMSU menjadi momentum istimewa. Ia mengaku sudah lama ingin melihat langsung progres pembangunan pusat pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah di Sumut, namun kesibukan di kementerian membuat rencana itu tertunda.
Kini, setelah menyaksikan langsung pembangunan gedung auditorium, sport hall, hingga kawasan masjid yang terintegrasi, ia mengaku kagum dengan konsep besar yang dibangun UMSU.
“Saya lihat bangunan auditorium, sport hall yang terintegrasi dengan masjid sangat istimewa. Tampak kokoh seperti Jembatan Suramadu. Ini menunjukkan ciri Muhammadiyah yang berkemajuan,” katanya.
Menurutnya, kawasan Kampus Terpadu UMSU bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi simbol optimisme Muhammadiyah dalam membangun peradaban pendidikan modern yang terintegrasi.
Ia juga menilai konsep pembangunan yang dipersiapkan untuk pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah itu sangat matang dan visioner.
“Lebih istimewa lagi karena lokasi bangunan ini terintegrasi untuk pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah. Harapannya semua bisa selesai sesuai rencana,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Sukadiono turut membagikan pengalaman PWM Jawa Timur dalam mengembangkan amal usaha Muhammadiyah. Menurutnya, kekuatan utama pengembangan organisasi terletak pada konsolidasi dan akselerasi seluruh elemen amal usaha.
“Kuncinya konsolidasi dan akselerasi. Semua amal usaha harus bergerak bersama, baik rumah sakit, sekolah, universitas maupun bidang lainnya,” ujarnya.
PWM Jawa Timur sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah Muhammadiyah terbesar di Indonesia dengan jaringan rumah sakit, sekolah, universitas dan berbagai amal usaha yang berkembang pesat.
Sementara itu, Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, MPd menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan PWM Jawa Timur. Ia menilai bantuan tersebut menjadi energi besar bagi percepatan pembangunan infrastruktur kampus terpadu.
“Terima kasih atas bantuan yang diberikan. Muktamar menjadi berkah tersendiri bagi UMSU karena pembangunan infrastruktur kampus terpadu ikut menunjang visi menuju kampus berkelas internasional,” katanya.
Menurutnya, pembangunan auditorium dan sport hall saat ini menghadapi tantangan besar akibat dinamika geopolitik global yang berdampak terhadap kenaikan harga material bangunan.
Hal senada disampaikan Ketua BPH UMSU Prof. Dr. Agussani, MAP. Ia mengungkapkan bahwa situasi global membuat harga material terus bergerak naik, namun semangat untuk menuntaskan pembangunan tetap terjaga.
Sebagai Ketua Panitia Pelaksana Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah 2027, Prof. Agussani juga mengaku banyak belajar dari pengalaman Jawa Timur yang pernah sukses menjadi tuan rumah muktamar.
“Pengalaman Jawa Timur dalam menyelenggarakan muktamar sangat luar biasa dan menjadi inspirasi bagi kami. Jawa Timur juga menjadi barometer kemajuan amal usaha Muhammadiyah,” ujarnya.
Ketua PWM Sumut Prof. Dr. Hasyimsyah Nasution, MA turut menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan PWM Jawa Timur. Ia menyebut Jawa Timur sebagai model pengelolaan amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan sosial.
“Terima kasih kepada PWM Jawa Timur yang telah memberikan sumbangan. PWM Sumut sekaligus mengundang warga Muhammadiyah Jawa Timur untuk ramai-ramai menghadiri Muktamar di Sumut tahun 2027,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Prof. Sukadiono juga berkesempatan menanam pohon durian di kawasan Kampus Terpadu UMSU sebagai simbol tumbuhnya kolaborasi dan semangat kemajuan Muhammadiyah antarwilayah.
Turut hadir dalam kegiatan itu sejumlah pimpinan PWM Jawa Timur dan PWM Sumut, jajaran pimpinan UMSU, serta para pimpinan fakultas di lingkungan UMSU.(*)
