SUPREMASI.id ~ Istana Arau, Perlis, Minggu (3/5/2026), menjadi saksi pertemuan hangat antara pimpinan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dengan DYTM Raja Muda Perlis. Di balik nuansa protokoler yang khidmat, tersimpan semangat kolaborasi lintas negara yang kian menguat—menghubungkan tradisi Melayu dengan lompatan teknologi masa depan.
Rombongan UMSU yang dipimpin Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Prof. Dr. Agussani, M.AP dan Rektor Prof. Dr. Akrim, M.Pd hadir bersama sejumlah tokoh akademik, di antaranya Rektor Universitas Muhammadiyah Malaysia Dr. Saidul Amin, M.A, serta beberapa pimpinan dan mitra strategis lainnya. Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan kehormatan, melainkan ruang dialog untuk merumuskan arah kerja sama yang lebih progresif.
Salah satu gagasan yang mencuri perhatian adalah rencana pembentukan Perlis Corner di lingkungan UMSU. Ruang ini dirancang menjadi jembatan budaya sekaligus pusat informasi yang menghadirkan kekayaan tradisi Melayu Perlis ke tengah civitas akademika di Medan. Inisiatif ini mencerminkan keseriusan UMSU dalam merawat identitas budaya di tengah arus globalisasi.
Tak berhenti di situ, UMSU juga memperkenalkan rencana pendirian Faizudin Centre, sebuah pusat pengembangan yang diharapkan menjadi simpul kolaborasi akademik dan intelektual antara Indonesia dan Malaysia. Dalam kesempatan yang sama, DYTM Raja Muda Perlis turut diundang untuk menghadiri Seminar Antarbangsa Next d Int yang akan digelar di Medan pada September 2026 sebuah forum internasional yang dirancang mempertemukan gagasan dan inovasi dari berbagai negara.
Menariknya, pembahasan tidak hanya berfokus pada aspek budaya dan pendidikan. Dalam pandangan yang lebih futuristik, DYTM Raja Muda Perlis menekankan pentingnya kerja sama di bidang teknologi semikonduktor, teknik (engineering), dan teknologi informasi. Sektor ini dinilai krusial dalam membentuk daya saing sumber daya manusia di era industri berbasis teknologi tinggi.
Dorongan tersebut membuka peluang baru bagi UMSU untuk memperluas cakupan kolaborasi, termasuk dengan Universitas Islam Antarabangsa Tuanku Syed Sirajuddin (UniSIRAJ) dan Universiti Malaysia Perlis (UniMAP). Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan program-program unggulan, mulai dari riset bersama hingga pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri masa depan.
Di tengah pembicaraan strategis itu, UMSU juga memaparkan perkembangan pembangunan kampus terpadu yang direncanakan menjadi lokasi pelaksanaan Muktamar ke-49. Proyek ini menjadi simbol transformasi institusi menuju universitas berkelas internasional.
DYTM Raja Muda Perlis menyambut positif seluruh rencana tersebut. Ia bahkan mengapresiasi langkah-langkah UMSU dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan, meningkatkan reputasi, serta mempercepat pembangunan infrastruktur kampus. Kedekatan emosional pun terasa ketika ia mengungkapkan kebanggaannya sebagai alumni penerima gelar Doktor Honoris Causa dari UMSU pada tahun 2025.
Pertemuan di Istana Arau ini menjadi lebih dari sekadar agenda seremonial. Ia menjelma sebagai titik temu antara warisan budaya dan visi masa depan di mana UMSU tidak hanya memperkuat akar tradisi, tetapi juga menapaki jalan menuju ekosistem teknologi global.(*)
