SUPREMASI.id – Bandar Khalipah | Di antara nama-nama yang terukir di makam para pejuang, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 1 Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FH UMSU) mengikuti Renungan Suci di Makam Pahlawan Bandar Khalipah, Minggu (16/8/2026).
Kegiatan yang digelar menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu menjadi momentum untuk kembali mengingat bahwa kemerdekaan bukanlah sesuatu yang datang dengan mudah. Di balik Indonesia yang berdiri hingga hari ini, terdapat pengorbanan jiwa, raga, waktu, dan keberanian para pejuang yang memilih mempertaruhkan hidup demi bangsa.
Renungan Suci dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Sektor Medan Tembung dan diikuti sekitar 300 peserta. Peserta berasal dari unsur pemerintahan, mahasiswa, tokoh masyarakat, serta masyarakat Desa Bandar Khalipah.
Bagi mahasiswa KKN FH UMSU, kehadiran dalam kegiatan tersebut bukan sekadar bagian dari agenda peringatan kemerdekaan. Renungan Suci menjadi ruang pembelajaran untuk memahami sejarah perjuangan bangsa sekaligus melihat secara langsung bagaimana masyarakat menjaga ingatan terhadap jasa para pahlawan.
Di tengah kehidupan generasi muda yang semakin akrab dengan teknologi dan perubahan sosial yang cepat, mengenang para pahlawan menjadi penting agar sejarah tidak berhenti sebagai catatan dalam buku. Nilai keberanian, pengorbanan, persatuan, dan kecintaan terhadap tanah air perlu terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari.
Keikutsertaan mahasiswa KKN juga mempertemukan dunia akademik dengan kehidupan masyarakat. Selama menjalankan pengabdian di Desa Bandar Khalipah, mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi turut mengambil bagian dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan bersama pemerintah desa serta warga.
Bagi mahasiswa Fakultas Hukum, pesan dari perjuangan para pahlawan memiliki makna yang lebih luas. Kemerdekaan tidak hanya harus dipertahankan dari ancaman terhadap kedaulatan negara, tetapi juga diwujudkan melalui penegakan hukum, keadilan, penghormatan terhadap hak masyarakat, dan keberpihakan kepada kepentingan bangsa.
Karena itu, Renungan Suci menjadi semacam pengingat bahwa perjuangan tidak berhenti ketika senjata diletakkan dan kemerdekaan diproklamasikan. Setiap generasi memiliki medan perjuangannya sendiri.
Jika generasi terdahulu berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan, generasi hari ini dituntut mengisinya melalui pendidikan, pengabdian, pengetahuan, kerja keras, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.
Bagi mahasiswa KKN Kelompok 1 FH UMSU, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan pengabdian di Desa Bandar Khalipah. Dari makam para pahlawan, mereka belajar bahwa kemerdekaan memiliki harga yang mahal dan karenanya harus dijaga dengan tanggung jawab.
Nama-nama yang terbaring di Makam Pahlawan Bandar Khalipah menjadi pengingat lintas generasi: bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang mampu mengenang jasa para pahlawannya, tetapi juga bangsa yang mampu meneruskan nilai perjuangan mereka dalam kehidupan nyata.
Di situlah makna Renungan Suci menemukan relevansinya. Mengenang masa lalu bukan untuk hidup di dalamnya, melainkan untuk menemukan keberanian menghadapi masa depan.(*)
